Kemenristekdikti Kembangkan Inovasi Gula Aren di Sinjai

Jumat , 06 Oktober 2017 09:59

Penulis : Juliardi (Kasubag Layanan Informasi Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti)
Editor : Abdul Gafar Syam Mattola

Kementerian Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembangkan inovasi teknologi gula aren.

SINJAI - Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti bekerjasama dengan LP2M Unhas dan Pemda Sinjai melaksanakan Focus Group Discussion, Rabu (6/10/2017). Kegiatan FGD Klaster Sistem Inovasi berbasis Produk Unggulan Daerah (PUD) gula aren tersebut dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai.

Diskusi Kelompok Terfokus dibuka oleh Bupati Sinjai Sabirin Yahya. Selanjutnya diskusi dipimpin oleh Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti Dr. Ir. Ophirtus Sumule, DEA. Menghadirkan narasumber seperti Djoko Widagdo (Staf Khusus Kementerian LHK), Prof. Dr. Sudirman (Direktur Inovasi dan Risbang Unhas).

Narasumber lain yakni Prof. Dr. Armin (Sekretaris LP2M Unhas), Muchsin, S.Hut, M.Si, (KLHK), Bahran Andang (Profesional Kebijakan Inovasi), Dr. Asar Said Mahbub dan Dr. Syahidah (Ketua Tim Klaster Gula Aren). Selain itu, FGD juga dihadiri oleh unsur pengusaha aren, Balitbangda dan kelompok petani aren.

Potensi gula aren di Sinjai cukup besar. Dari lebih 44 ribu pohon aren yang menempati areal hutan kemasyarakatan (HKm), terdapat 21 ribu lebih pohon aren yang dapat berproduksi sepanjang tahun. Pohon aren itu menjadi penyangga utama produksi gula aren Sulawesi Selatan.

Kasubdit Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi, Dr. Kamsol mengungkapkan bahwa FGD dilaksanakan untuk memantau progres, mempertajam substansi, merumuskan action plan dan tindak-lanjut pengembangan model klaster inovasi gula aren.

Sementara Direktur Sistem Inovasi Ophirtus Sumule, menjelaskan bahwa Model Klaster Inovasi berbasis PUD yang dikembangkan oleh Kemenristekdikti lebih holistik dengan pendekatan model Quadruple Helix Etatistik melalui peningkatan peran, fungsi dan kerjasama antara Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, industri/dunia usaha serta masyarakat.

“Industri atau dunia usaha sebagai salah satu elemen aktor inovasi, harus mampu mengadaptasi iklim dan etika bisnis yang sehat agar terbangun struktur industri yang kuat,” papar Sumule.

Sedangkan masyarakat/komunitas sebagai pihak pemakai barang dan jasa atau output ekonomi, tambah Sumule, lebih menyadari pentingnya memakai produk dalam negeri yang menjadi feedback untuk perbaikan skema kolaborasi antar aktor inovasi. (*)

loading...

Berikan Komentar Anda

IKLAN BARIS
Ingin Beriklan Baris Dengan Kami Email Kami Di iklan@lintasterkini.com
  • As-Syifa Multi Teknik

    Menerima, pasang CCTV, PABX, Sound System, Fire Alarm, Instalasi Listrik, P.Signal, Data/LAN dan Wifi. hubungi : 085342484643

  • INGIN URUS STNK ATAU BPKB DENGAN CEPAT? HUBUNGI 08124269685

  • MAU PESAN HORDEN UTK RUMAH TANGGA ATAU KANTOR DENGAN HARGA MURAH, HUBUNGI 085242122445

Baca Juga close