Pasien BPJS Dikenakan Biaya, Direktur RSUD Lasinrang Ancam Staf Dimutasi

Rabu , 10 Januari 2018 23:36

Penulis : Aroelk
Editor : Abdul Gafar Syam Mattola

Direktur RSUD Lasinrang Pintang, dr Makbul Tapa.

PINRANG - Nurhaeda, seorang pasien rawat inap di RSUD Lasinrang Pinrang yang saat masuk terdaftar sebagai pasien BPJS, namun dimintai pembayaran sebagai pasien umum ketika hendak meninggalkan rumah sakit, ternyata terjadi karena adanya kesalahan administrasi pada bagian keuangan. Hal itu terjadi diakibatkan petugas rumah sakit yang dianggap lalai.

Kasus yang menimpa Nurhaeda ini akhirnya terkuak jelas setelah Direktur RSUD Lasinrang Pinrang, dr. Makbul Tapa memberikan klarifikasi setelah melakukan penelusuran terhadap kasus yang menimpa Nurhaeda tersebut.

“Setelah saya telusuri dan kroscek langsung, Nurhaeda sebagai pasiem masuk IGD memang terdaftar BPJS. Cuma ada kesalahan print di bagian keuangan, sehingga dikenakan biaya sebagai pasien umum,” jelas Makbul via telepon selulernya kepada lintasterkini.com, Rabu (10/1/2018).

Makbul menyatakan, akibat elalaian itu, pihaknya siap mengembalikan dana yang telah dibayarkan pasien Nurhaeda. Ia juga meminta maaf atas adanya kejadian tersebut.

“Saya akan memberikan sanksi mutasi kepada staf yang lalai tersebut,” tegas Dr. Makbul Tapa.

Terpisah, Amir kakak pasien Nurhaeda yang dikonfirmasi membenarkan jika pihak RSUD Lasinrang Pinrang telah menghubunginya beberapa kali terkait masalah pembayaran itu.

Dikatakannya, pihak RSUD Lasinrang menghubunginya agar dapat ke rumah sakit untuk mengambil uang pembayarannya yang telah dibayarkan sebelumnya.

“Iye, dari tadi siang pihak rumah sakit menelpon beberapa kali. Mereka meminta agar kami segera ke rumah sakit untuk mengambil kembali uang pembayaran. Namun karena ada kesibukan, saya sampaikan besok baru sempat kesana,” ungkap Amir.

Menurut pengakuan Amir, memang dirinya sebelum membayar sempat mempertanyakan hal itu beberapa kali kepada petugas rumah sakit. Dia mempertanyakan karena seakan-akan keluarganya dibodoh-bodohi.

“Saya kaget karena mereka tiba-tiba nelpon dan minta tolong supaya kami segera mengambil kembali uang pembayaran. Padahal, saya sudah komplain dan mempertanyakan hal itu berulang kali sebelum membayar. Hampir tiga jam lamanya keluarga saya tertunda keluar karena permasalahan ini,” tandasnya. (*)

loading...

Berikan Komentar Anda

IKLAN BARIS
Ingin Beriklan Baris Dengan Kami Email Kami Di iklan@lintasterkini.com
  • As-Syifa Multi Teknik

    Menerima, pasang CCTV, PABX, Sound System, Fire Alarm, Instalasi Listrik, P.Signal, Data/LAN dan Wifi. hubungi : 085342484643

  • INGIN URUS STNK ATAU BPKB DENGAN CEPAT? HUBUNGI 08124269685

  • MAU PESAN HORDEN UTK RUMAH TANGGA ATAU KANTOR DENGAN HARGA MURAH, HUBUNGI 085242122445