Komdis Rekomendasikan 3 Mahasiswa Fakultas Teknik UIM Didrop out

Kamis , 12 Januari 2017 15:06

Editor : Abdul Gafar Mattola

Sidang komisi disiplin (komdis) pihak Universitas Islam Makassar (UIM).

MAKASSAR- Tiga mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM) mendapat sanksi pemberhentian sebagai mahasiswa alias didrop out (DO) oleh pihak universitas. Ketiga mahasiswa Fakultas Teknik tersebut yakni Bakrisal Rospa, Hendry Foord Jebss dan Dzulhilal, yang dinilai memaksakan kehendak dan berperilaku buruk terhadap Kepala Program Studi (Kaprodi).

Rumor yang berkembang bahwa ketiganya di DO dari lingkungan UIM, pasalnya menentang kebijakan posisi jabatan Rektor UIM yang dijabat Hj Majdah Agus AN yang sudah masuk 3 (tiga) periode.  Dalam konferensi pers yang digelar pihak pimpinan UIM, Rabu, 11/1/2017) menegaskan bahwa ketiga mahsiswa yang DO dari kampus, bukan dengan pertimbangan mempertanyakan periodesasi Rektor UIM.

Namun pertimbangan yang paling vital karena mereka dinilai memaksakan kehendak untuk mengambil jalan pintas mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta menciderai perasaan Kepala Program Studi (Kaprodi) pada Fakultas Teknik UIM.

Dalam konferensi pers ini hadir Wakil Rektor I, Arfin Hamid, Wakil Rektor II, Saripuddin Muddin, Wakil Rektor III, Abdul Rahim Mas P Sanjata, Wakil Rektor IV, Muammar Bakry dan seluruh pimpinan fakultas/lLembaga di UIM.

Wakil Rektor I, Arifin Hamid menjelaskan, yang menyebabkan tiga mahasiswa Fakultas Teknik UIM diberikan sanksi DO telah melalui proses yang panjang. Bermula pada saat mahasiswa tersebut ingin berangkat KKN dan tidak mencukupi KRS yang dilulusi, namun mahasiswa bersangkutan memaksakan kehendaknya untuk tetap memprogramkan KKN.

“Tidak ada satupun mahasiswa yang kami rugikan, justru kami selaku pihak Universitas sangat menjunjung tinggi profesionalisme, kami tidak berbuat dzalim, UIM sebagai Perguruan Tinggi tentunya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, olehnya itu dalam menyelenggarakan pendidikan, kami selalu berbuat semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa,” papar Arifin Hamid, Wakil Rektor I UIM.

Setelah melalui proses rapat yang panjang, akhirnya komisi disiplin (komdis) merekomendasikan kepada Rektor UIM untuk memberi sanksi DO kepada keiga mahasiswa tersebut. Sehingga penyebab dikerluarkannya mahasiswa tersebut bukan karena mempertanyakan periodesasi jabatan Rektor, justru lebih disebabkan pada perilaku kurang menyenangkan, memaksakan kehendak, dan berperilaku kurang sopan di hadapan Guru Besar UIM yang tergabung dalam komdis.

Terkait dengan periodesasi jabatan Rektor, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) tidak mempermasalahkan jabatan Rektor dan sudah memenuhi syarat karena UIM Perguruan Tinggi Swasta, sehingga tidak ada masalah. (*)

Berikan Komentar Anda

IKLAN BARIS
Ingin Beriklan Baris Dengan Kami Email Kami Di iklan@lintasterkini.com
  • As-Syifa Multi Teknik

    Menerima, pasang CCTV, PABX, Sound System, Fire Alarm, Instalasi Listrik, P.Signal, Data/LAN dan Wifi. hubungi : 085342484643

  • INGIN URUS STNK ATAU BPKB DENGAN CEPAT? HUBUNGI 08124269685

  • MAU PESAN HORDEN UTK RUMAH TANGGA ATAU KANTOR DENGAN HARGA MURAH, HUBUNGI 085242122445

Baca Juga close