Balai Karantina Ikan Makassar Melepasliarkan Ribuan Ikan, Kepiting dan Koral

Minggu , 14 Januari 2018 12:42

Penulis : Azho Sms
Editor : Abdul Gafar Syam Mattola

Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar lakukan pelepasliaran ribuan populasi ke habitatnya.

MAKASSAR - Selama tahun 2017, Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan di Sulawesi Selatan telah melepas 2.490 ekor kepiting bakau, 58 ekor lobster, 153 pcs koral. Sementara itu terdapat sebanyak 4.000 ekor benih ikan mas dan 1.000 ekor benih rajungan telah direstoking ke perairan umum.

Hal ini sesuai dengan salah satu visi Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu keberlanjutan. Pelepasliaran dilakukan di beberapa lokasi, antara lain kawasan hutan mangrove Untia, Pulau Kapoposang, Pantai Kuri Maros, Pulau Samalona dan Danau Tanjung Bunga.

Kepala BKIPM Makassar, Sitti Chadidjah, yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/1/2018), menyatakan pelepasliaran ini merupakan komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya ikan agar tetap lestari.

“Untuk sumberdaya ikan yang dilarang, dibatasi maupun dilindungi, BKIPM Makassar akan mengawal aturan dengan meningkatkan kewaspadaan berupa pengawasan 24 jam di pintu pemasukan dan pengeluaran yaitu di bandara, pelabuhan laut dan pelabuhan penyeberangan. Ikan yang dilepasliarkan merupakan hasil penahanan karantina ikan,” terang Sitti.

Untuk menjaga ketersediaan dan keberadaan populasi kepiting bakau di alam, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan mengeluarkan regulasi berupa Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 Tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari Wilayah Negara Republik Indonesia.

Aturan ini menyatakan pada Bulan Desember sampai Februari, kepiting bertelur diatas 200 gram bisa dilalulintaskan. Sebaliknya, kepiting bertelur dilarang untuk diperdagangkan pada Bulan Februari sampai Desember.

Selain itu, untuk kepiting hasil budidaya yang dikirim harus disertai dengan Surat Keterangan Asal (SKA) dari dinas kabupaten/kota setempat. Sejak diberlakukannya aturan ini, BKIPM Makassar telah melepasliarkan ribuan kepiting bakau yang berukuran dibawah 200 gram ke habitatnya di alam.

Selain komoditas kepiting, lobster, rajungan, BKIPM Makassar telah melepasliarkan koral hasil penggagalan penyelundupan. Upaya penggagalan penyelundupan tersebut dilakukan bekerjasama dengan Polda Sulawesi Selatan. (*)

loading...

Berikan Komentar Anda

IKLAN BARIS
Ingin Beriklan Baris Dengan Kami Email Kami Di iklan@lintasterkini.com
  • As-Syifa Multi Teknik

    Menerima, pasang CCTV, PABX, Sound System, Fire Alarm, Instalasi Listrik, P.Signal, Data/LAN dan Wifi. hubungi : 085342484643

  • INGIN URUS STNK ATAU BPKB DENGAN CEPAT? HUBUNGI 08124269685

  • MAU PESAN HORDEN UTK RUMAH TANGGA ATAU KANTOR DENGAN HARGA MURAH, HUBUNGI 085242122445