Cara TNI Melawan Hoax di Medsos

Kamis , 14 September 2017 21:45

Penulis : Letkol Inf Drs. Solih (Kasubbidstrakomnet Puspen TNI)
Editor : Abdul Gafar Syam Mattola

Letkol Inf Drs. Solih (Kasubbidstrakomnet Puspen TNI).

LINTASTERKINI.COM - Maraknya penyebaran berita hoax di jagad maya ternyata sudah tersusun secara rapih. Jika Anda membaca kabar miring yang bertebaran di media sosial, jangan cepat percaya dan perlu memeriksa sumber informasinya.

Jika sumbernya tak jelas, Anda perlu waspada dan jangan cepat menyebarluaskannya. Sebab, bisa jadi Anda sudah menjadi korban kelompok penyebar kabar bohong (hoax) dan sentimen SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan).

Terbongkarnya sindikat Saracen yang diduga aktif menyebarkan berita bohong bernuansa SARA di media sosial berdasarkan pesanan, memang merupakan hal yang terorganisir. Bukan semata aksi individu dan uang semata, ada indikasi-indikasi lain untuk kepentingan kelompok yang disengaja untuk menjatuhkan Pemerintah, agar menjadi gaduh.

Hal tersebut sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI. Modusnya, sindikat yang beraksi sejak November 2015 tersebut mengirimkan proposal kepada sejumlah pihak. Kemudian menawarkan jasa penyebaran ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial.

Memang itu kelihatan hanya uang semata. Namun di balik itu adalah kejahatan luar biasa, karena ini akan melibatkan semua anak bangsa untuk saling membenci dan saling menyakiti.

Kita pernah mendengar jauh-jauh sebelumya, Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan prajurit TNI dan Polri agar mewaspadai adanya upaya adu domba kedua institusi negara itu dari kelompok tertentu. Pesan Jenderal TNI gatot Nurmantyo bahwa TNI dan Polri jangan mau diadu-domba, dan perlu meningkatkan kewaspadaan.

Terutama untuk terus menjaga kesatuan antara aparat negara. Jangan sampai ada yang merusak hubungan TNI dan Polri. Indikasi ini memang sudah tercium sejak beberapa waktu yang lalu. Kalau kedua insitusi bisa diadu-domba, maka habislah riwayat NKRI ini. Siapa lagi yang akan mepertahan NKRI, jika benteng terakhirnya pun sudah rapuh akibat adu domba?

TNI sebagai garda terdepan dan sekaligus sebagai benteng terakhir bangsa, harus senantiasa menjunjung tinggi komitmen untuk mempertahankan dan membela keempat pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika). Keempat pilar ini menjadi konsensus dasar dalam berbangsa dan bernegara.

Dengan demikian, TNI akan tetap konsisten dan berkomitmen menindak tegas oknum-oknum, kelompok maupun golongan tertentu dalam masyarakat yang berkeinginan untuk menggoyang empat pilar yang sudah menjadi konsensus bangsa ini. Lemahnya tali perekat rasa kebangsaan maupun semangat nasionalisme terhadap Bangsa Indonesia, merupakan ancaman yang tidak boleh dibiarkan sampai berlarut-larut.

Disamping dapat mengurangi kewibawaan Pemerintah, juga sangat mengganggu ketenangan masyarakat, yang pada muaranya dapat menimbulkan keresahan sosial. Indonesia adalah bangsa besar yang terdiri dari masyarakat majemuk.

Keragaman dan perbedaan itu tidak boleh menjadi sumber konflik. Namun bisa dijadikan pembelajaran yang dapat diajadikan suatu kemajuan dan kemakmuran bangsa.




loading...

Berikan Komentar Anda

IKLAN BARIS
Ingin Beriklan Baris Dengan Kami Email Kami Di iklan@lintasterkini.com
  • As-Syifa Multi Teknik

    Menerima, pasang CCTV, PABX, Sound System, Fire Alarm, Instalasi Listrik, P.Signal, Data/LAN dan Wifi. hubungi : 085342484643

  • INGIN URUS STNK ATAU BPKB DENGAN CEPAT? HUBUNGI 08124269685

  • MAU PESAN HORDEN UTK RUMAH TANGGA ATAU KANTOR DENGAN HARGA MURAH, HUBUNGI 085242122445