Jubir OPM Ungkap Permintaan Tambahan Pasukan Perang

Selasa , 14 November 2017 02:49

Penulis : Slamet
Editor : Abdul Gafar Syam Mattola

Polda Papua menetapkan 21 orang dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) masuk Daftar Pencaharian Orang (DPO).

JAYAPURA - Komando Daerah Pertahanan (KODAP), Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Tembagapura tidak gentar dengan adanya penerbitan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap 21 anggota TPNB oleh Pihak Polda Papua.

“Artinya pimpinan dan TPNPB anggapan bahwa Daftar Pencarian Orang (DPO) atau lebih ekstrim lagi disebut daftar yang merupakan peringatan keras akan dilakukan penangkapan atau bila perlu tembak di tempat oleh Polisi Indonesia (Polda Papua) itu hal biasa bagi kami dan tidak merasa bahaya sebab itu sebagai ancaman teror mental saja,” ujar Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom, Senin (13/11/2017) pagi.

Kata dia, perang Tembagapura adalah operasi gabungan dari TPNPB, yang bertujuan untuk menyerang PT. Freeport Indonesia agar perusahaan tersebut segera ditutup. Perusahaan asing milik Amerika Serikat itu bisa dibuka kembali setelah Papua Merdeka penuh dan berdaulat sebagai sebuah bangsa seperti bangsa-bangsa lain di muka bumi.

Dia mengatakan, mengatakan bahwa TPNPB Kodap III Kali Kopi dan Kodap Tembagapura pimpinan Brigjend Ayub Waker bahwa perang dengan tujuan menuntut, hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Bangsa Papua.

“Lalu DPO Polda Papua terhadap 21 orang saja, dan justru kebalikannya bahwa dari kami DPO semua anggota militer dan polisi Indonesia serta intelejen Indonesia adalah dalam daftar DPO kami, oleh karena apabila kami jumpai mereka kapan saja dan dimana saja, kami akan tembak,” ancamnya mengingatkan.

Sementara itu melalui Juru Bicaranya, Brigadir Jenderal Ayub Waker mengatakan, dirinya pernah mengeluarkan DPO kepada Polda Papua waktu masih dijabat Tito Karnavian.

“Siapapun Kapolda tetap dalam daftar DPO saya dan pasukan saya sedang perang, saya minta pasukan tambahan di Kodap lain, untuk mereka sedang menuju ke Tembagapura. Perang akan kami lakukan terus sampai tawaran kami disetujui oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk referendum,” ujarnya. (*)

loading...

Berikan Komentar Anda

IKLAN BARIS
Ingin Beriklan Baris Dengan Kami Email Kami Di iklan@lintasterkini.com
  • As-Syifa Multi Teknik

    Menerima, pasang CCTV, PABX, Sound System, Fire Alarm, Instalasi Listrik, P.Signal, Data/LAN dan Wifi. hubungi : 085342484643

  • INGIN URUS STNK ATAU BPKB DENGAN CEPAT? HUBUNGI 08124269685

  • MAU PESAN HORDEN UTK RUMAH TANGGA ATAU KANTOR DENGAN HARGA MURAH, HUBUNGI 085242122445

Baca Juga close