Bayi Berkapala Dua Dirawat Intensif Sebulan, Ibunya Syok

Sabtu , 17 September 2016 09:01

Penulis : Reynaldi
Editor : Abd Gafar

Bayi kembar berkepala dua yang lahir di RS Wahidin Sudiro Husodo, Kamis (15/9/2016) dirawat intensif selama sebulan, sementara ibunya, Fitriani kerap syok mengetahuinya.

MAKASSAR - Bayi yang terlahir berkepala dua dengan tubuh yang hanya satu saat ini masih dalam perawatan intensif di RS Dr.Wahidin Sudirohusodo Perintis Kemerdekaan Makassaer. Orang tua bayi bernasib malang itu, Heri Yasmin dan Fitriani sama sekali tak menyangka akan mendapatkan musibah yang terjadi pada kelahiran putrinya yang diberi nama Nurjannah itu.

Peristiwa yang baru pertama kali terjadi di Makassar ini, diungkapkan ibunya, Fitriani, saat mengandung bayinya dia sama sekali tak mendapatkan firasat apa-apa.  Termasuk dia tidak merasakan tanda-tanda kelainan selama masa kandungan.

Orang tua bayi berkepala dua, Heri Yasmin-Fitriani menganggap lahirnya putrinya merupakan karunia Allah SWT dan menjadi ujian bagi mereka berdua. Orang tua ini hanya pasrah menerimanya.

Pasalnya, Nurjannah, putrinya dengan kondisi berkepala dua dan memiliki satu badan, dua kaki dengan tiga tangan, berjenis kelamin wanita. Belakangan baru diketahui orangtuanya, Heri saat memeriksa bayinya itu, ternyata ada sebuah tangan lagi ‎yang baru muncul pada lengan bayinya itu, padahal menurut pengakuannya, awalnya hanya dua tangan.

“Saya juga tak menyangka jika bayi saya ini lahir tak normal Padahal saat ibunya mengandung mulai dari bulan pertama hingga bulan ke lima, ibunya tak merasakan kelainan dalam kandungannya,” ucap Heri.

Ia menambahkan, ‎hanya saja saat mengandung bayinya, memang istrinya jarang mendapatkan asupan makanan bergizi. Maklum saja, kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, sehingga semua kebutuhan makanan bergizi tak sanggup dipenuhi.

“Waktu istri saya hamil, dia kerap melakukan pemeriksaan di Puskemas Tamalarnea. Memasuki usia kandungan enam atau tujuh bulan, istri saya melakukan pemeriksaan USG, ternyata dokter menyampaikan jika ada kelainan medis pada kandungannya, itulah pertama kali kami ketahui kondisi fisik putri kami,” tutur Heri, Jumat (16/9/2016).

Belum yakin dengan diagnosa dokter bahwa ada kelainan medis pada janin yang dikandung, pihak keluarga menyepakati istrinya kembali melakukan pemeriksaan ulang. Ternyata hasil pemeriksaan ulang, para tenaga medis tetap bersikukuh pada hasil diagnosanya telah terjadi kelaianan medis pada calon bayi, namun belum diketahui seperti apa pasalnya, calon bayi belum terlahir.

Warga Bulukumba yang berdomisili di Kecamatan Tamalanrea ini mengaku iastrinya awalnya dibawa ke RS Ibnu Sina UMI. Namun pihak rumah sakit memberi rujukan agar istrinya dibawa ke RS Wahidin. Untuk pelayanan rumah sakit ini, istrinya menggunakan fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), yang diakui sangat membantu mereka.

Heri menambahkan, Istrinya saat ini masih mendapat perawatan intensif. Begitupun bayi kembarnya saat ini masih dibantu dengan menggunakan alat pernafasan monitor dari  Jakarta, tapi yang kembar satunya lagi dibantu menggunakan alat bantu pernafasan manual yang ada di Rumah Sakit Wahidin.

Ayah Nurjannah, si bayi kepala dua mengaku dirinya merasa cemas. Dia berharap agar supaya alat bantu pernafasan yang menggunakan monitor yang didatangkan dari Jakarta itu, bisa juga digunakan bayinya yang satu, karena tentu ada perbedaan.

“Saat ini bayi kami itu belum dilakukan operasi dan memang masih menunggu perawatan selama sebulan ini. Saat ini bayi saya dalam perawatan penanganan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di lantai I Gedung Perawatan Lontara,” ungkapnya.

‎‎Staf Humas RS Wahidin Sudirohusodo, Mapri mengatakan jika Fitriani sejauh ini masih syok setelah mengetahui bayinya lahir berkepala dua. Saat pertama kali melihat bayinya lahir, ibunya langsung pingsan, begitu pun juga neneknya kelihatan sangat terpukul.

“Ibu Fitri masih syok dan enggan berbicara. Diaa kerap pingsan setelah melihat bayinya lahir berkepala dua, dari awal melihat bayinya lahir ia lansung pingsan menyaksikan bayinya itu diangkat saat dicesar. Bayi itu beratnya  3470 gram, panjang 42 sentimeter,” jelas Mapri.

‎Terpisah, Dr Ilham Hamsah, Humas RS Wahidin ‎Sudiro Husodo yang dikonfirmasi mengatakan bayi itu  lahir dalam keadaan operasi ceesar yang dipimpin ahli kandungan, dr Effendi Lukas Sp.OG. Bayi  selanjutnya lansung mendapat perawatan penanganan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Sewaktu bayi itu lahir lanjutnya pernafasannya mengalami gangguan. Tapi tim ahli kandungan langsung melakukan resusitasi atau tindakan untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan fungsi jantung dengan memberikan batuan alat pernafasan agar bayi itu bertahan hidup.

Beruntunglah saat bayi itu lahir secepatnya mendapat alat bantuan pernafasan. Meski  bayi itu kondisinya tak normal, tapi harus secepatnya mendapat pertolongan,  hingga saat ini bayi itu belum stabil, masih dalam penanganan Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP), Dr Ema Alasiry , SpA.

“Sejauh ini belum dilakukan tindakan selanjutnya, untuk saat  ini kami mengutamakan keselamatan bayi itu dulu,” tandasnya.(*)


Berikan Komentar Anda

IKLAN BARIS
Ingin Beriklan Baris Dengan Kami Email Kami Di iklan@lintasterkini.com
  • As-Syifa Multi Teknik

    Menerima, pasang CCTV, PABX, Sound System, Fire Alarm, Instalasi Listrik, P.Signal, Data/LAN dan Wifi. hubungi : 085342484643

  • INGIN URUS STNK ATAU BPKB DENGAN CEPAT? HUBUNGI 08124269685

  • MAU PESAN HORDEN UTK RUMAH TANGGA ATAU KANTOR DENGAN HARGA MURAH, HUBUNGI 085242122445