Peredaran Ratusan Butir Esktasi Ditengarai Dikendalikan Terpidana Mati

Minggu , 19 November 2017 22:20

Penulis : Reynaldi
Editor : Abdul Gafar Syam Mattola

Ratusan butir pil ekstasi yang diamankan Polisi.

MAKASSAR - Tim Satnarkoba Polda Sulsel berhasil mengungkap peredaran ekstasi yang diduga dari Belanda sebanyak 989 butir. Para pelaku yang terlibat  sebanyak 6 (enam) orang yang diamankan. Keterangan dari para pelaku menyebutkan bahwa peredaran ekstasi tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana (napi) Rumah Tahanan Negara Kelas I Makassar, yang dijerat hukuman mati bernama Amir Aco.

‎Terungkapnya ratusan butir pil ekstasi itu berawal saat anggota Satnarkoba Subdit I mendapat informasi dari pihak Bea dan Cukai Makassar bahwa akan tiba sebuah paket kiriman mencurigakan melalui PT. Pos Indonesia. Informasi itu langsung ditindaklanjuti petugas yang bergerak menuju lokasi dimaksudkan. Namun sayanganya, paket kiriman itu sudah diambil oleh pemiliknya.

Petugas lalu melakukan penyelidikan. Hasilnya, diketahui jika paket itu ternyata tiba di rumah pasangan suami istri (pasutri) bernama Andi Sandra dan Suriansah. Pasutri ini bersama barang bukti paket berisi ratusan ekstasi langsung diamankan ke Mapolda Sulsel untuk kepentingan penyelidikan.

Dari pengakuan kedua pasutri yang diamankan, mereka menyebutkan jika paket tersebut diantar oleh dua orang pria masing-masing bernama Thamrin(42) dan Arsyal (40), dimana keduanya beralamat di Rappokalling Makassar. Nyanyian pasutri malam itu juga langsung dilakukan pengembangan. Pasutri kemudian digiring untuk menunjuk persembunyian rekannya.

Setiba di lokasi, tepatnya di Rappokalling, petugas berhasil mengamankan Thamrin dan Arsyal. Keduanya pun digelandang ke Mapolda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pengakuan Thamrin dan Arsyal, keduanya mengaku jika mengambil paket tersebut melalui pengiriman via PT. Pos Indonesia, lalu mengantar paket itu ke rumah pasutri, Andi Sandra dan Suriansah.

Kedua pelaku juga menyebutkan jika paket kiriman itu berasal dari warga yang beralamat di Jalan Cenderawasih. Mendapat informasi tersebut, akhirnya Tim Satnarkoba Subdit I Polda Sulsel kembali bergerak menggiring keempat pelaku untuk menunjuk lokasi persembunyian rekannya itu.

Setiba di lokasi, petugas Kepolisian berhasi‎l mengamankan Supiati Daeng Kanang (73). Nenek ini bersama cucunya yang diduga ikut terlibat bernama Amirah (18), akhirnya ikut digelandang ke Mapolda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, Minggu (19/11/2017) membenarkan penangkapan enam orang pelaku yang terlibat dalam peredaran ratusan butir pil ekstasi. Menurut pengakuan 6 pelaku yang sudah diamankan, lanjut Dicky, diketahui jika barang tersebut milik seorang napi tahanan Rutan Kelas I Makassar bernama Amir Aco.

“Ternyata peredaran ratusan butir pil ekstasi itu dikendalikan oleh Narapidana yang dihukum mati bernama Amir Aco. Petugas ikut mengamankan barang bukti 8 unit handphone milik para pelaku. Untuk saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan penyidikan,” pungkas Dicky. (*)

loading...

Berikan Komentar Anda

IKLAN BARIS
Ingin Beriklan Baris Dengan Kami Email Kami Di iklan@lintasterkini.com
  • As-Syifa Multi Teknik

    Menerima, pasang CCTV, PABX, Sound System, Fire Alarm, Instalasi Listrik, P.Signal, Data/LAN dan Wifi. hubungi : 085342484643

  • INGIN URUS STNK ATAU BPKB DENGAN CEPAT? HUBUNGI 08124269685

  • MAU PESAN HORDEN UTK RUMAH TANGGA ATAU KANTOR DENGAN HARGA MURAH, HUBUNGI 085242122445