Sesditjen Penguatan Inovasi Narasumber Hilirisasi Riset

Selasa , 29 Agustus 2017 11:43

Penulis : Juliadri (Kasubag Layanan Informasi Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti)
Editor : Abdul Gafar Syam Mattola

Workshop Upgrading peneliti berpotensi menghasilkan prototype.

BANTEN - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berkerjasama dengan Islamic Development Bank (IDB)mengadakan Workshop Up Grading Peneliti Berpotensi Menghasilkan Prototype. Workshop tersebut membahas hilirisasi riset menuju prodak dengan tingkat teknologi readiness level tertentu.

Narasumber kegiatan itu, Sesditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Dr. Hadirin Suryanegara sebagai pemegang kebijakan regulasi di bidang penguatan inovasi. Narasumber lain, Direktur Executive Islamic Development Bank (IDB) Untirta, Dr. Agung Sudrajat dan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dr. H. Fatah Sulaiman, ST, MT.

Peserta yang hadir 75 orang terdiri dari penerima Setgrad IDB sebanyak 20 orang, pengusul hak paten yang berpontensi prodakada 10 orang dan perwakilan dari masing-masing fakultas.

Dr. Agung Sulaiman menyebutkan, dalam projek IDB yang didapatkan oleh Untirta pada umumnya berbentuk hibah. Maka perlu up grading SDM, sarana dan prasana serta kurikulum.

“Tahun 2016 lalu sudah di tandatangani agreement Project Four in One dibawah Kemenristek dikti,” katanya.

Diharapkan ada 2 program berjalan yaitu hard program dengan membangun infrastruktur kampus seluas 12 hektar, pengadaan alat laboratorium, pengembangan infrastuktur, pengembangan IT, dan soft program terdiri dari kegiatan kurikulum development.

Dimana diamanatkan untuk membangun pusat unggulan iptek di bidang food security (ketahanan pangan), sehingga golnya dengan adanya pusat unggulan iptek di Untirta.

Dr. Hadirin Suryanegara menyampaikan kebijakan Kemenristekdikti serta menjelaskan tentang riset dasar perguruan tinggi sampai pada riset pengembangan yang sudah siap dipublikasikan. Adanya riset-riset di perguruan tinggi, kata dia, pemerintah melalui Kemenristekdikti mengeluarkan kebijakkan dengan memberikan dana insentif guna percepatan hasil riset yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Para penelitian di perguruan tinggi melakukan hilirisasi riset menuju pada prodak dengan tingkat Technology Readiness Level (TRL) tertentu. Sehingga hasil pengukuran tersebut dapat digunakan oleh pengambil kebijakan dalam merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasiĀ  program riset dan pengembangan,” ujar Hadirin. (*)

loading...

Berikan Komentar Anda

IKLAN BARIS
Ingin Beriklan Baris Dengan Kami Email Kami Di iklan@lintasterkini.com
  • As-Syifa Multi Teknik

    Menerima, pasang CCTV, PABX, Sound System, Fire Alarm, Instalasi Listrik, P.Signal, Data/LAN dan Wifi. hubungi : 085342484643

  • INGIN URUS STNK ATAU BPKB DENGAN CEPAT? HUBUNGI 08124269685

  • MAU PESAN HORDEN UTK RUMAH TANGGA ATAU KANTOR DENGAN HARGA MURAH, HUBUNGI 085242122445

Baca Juga close