Patroli Bakamla RI dalam Refleksi dan Kilas Balik Tahun 2017

Sabtu , 30 Desember 2017 17:45

Penulis : Mayor Marinir Mardiono (Kasubbag Humas Bakamla RI)
Editor : Abdul Gafar Syam Mattola

Salah satu kegiatan Operasi Laut Bakamla RI beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Sepanjang tahun 2017, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI melalui Operasi Nusantara I sampai IX, dengan melibatkan Bakamla RI bersama TNI AL, PSDKP, Bea Cukai Polair dan Imigrasi berhasil mengamankan dan menahan 67 kapal dengan berbagai tindak pidana antara lain perikanan, pelayaran, kepabeanan, migas, dan tindak pidana lainnya. Hal itu dikatakan Direktur Operasi Laut Bakamla RI, Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T, M.Tr (Han) di Kantor Pusat Bakamla RI, Jl. Dr. Sutomo No. 11 Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2017).

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, 39 perkara dengan jenis tindak pidana perikanan, 15 tindak pidana pelayaran, 3 perkara Kepabeanaan, 3 perkara terkait Migas dan 7 perkara terkait tindak pidana lainnya. Dalam Operasi Nusantara I hingga IX Bakamla RI didukung 76 kapal TNI AL, 19 Kapal PSDKP, 18 Kapal Polair, 9 kapal Bea Cukai, dan 2 kapal Kanim (Imigrasi). Bakamla RI sendiri menurunkan 6 kapal 48 meter yang dimiliki beserta Catamaran dan RHIB.

Dijelaskannya pula bahwa setiap kapal yang diamankan akan diserahkan kepada instansi lain yang terkait yaitu TNI AL, Polri, PSDKP, Bea Cukai, KSOP untuk proses hukum lebih lanjut, tergantung jenis pelanggaran yang telah dilakukan. Berdasarkan data yang ada, hingga saat ini masih ada 6 perkara yang sedang mengalami proses penyelidikan maupun penyidikan oleh TNI AL dan Polri, salah satunya yaitu tangkapan 30 galon miras yang berhasil diamankan KAL Tidore di Perairan Maluku Utara, Jumat lalu (22/12/2017).

Selain tugas pengamanan laut, tugas Bakamla RI lainnya yaitu melaksanakan patroli keselamatan laut. Dalam operasi patroli yang dilakukannya, Bakamla RI juga melaksanakan fungsi Search and Rescue (SAR), salah satunya yaitu pada akhir November 2017, KAL Mulga yang sedang tergabung dalam OpsNus IX menemukan kapal Yacht asing tanpa awak di Perairan Merauke.

Selanjutnya kapal S/Y Bora tersebut ditarik dan diamankan di dermaga Perikanan Merauke dibawah pengawasan Lantamal XI. Informasi berikutnya yang diterima menyatakan bahwa awak kapal dan kapten dari Yacht berbendera Belanda tersebut telah diselamatkan pihak Australia.

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam kurun waktu satu tahun tersebut, Bakamla RI juga terlibat dalam memberikan dukungan pengamanan laut berbagai kegiatan, menjaga lingkungan laut dari pencemaran, serta terus menyempurnakan kemampuan personel melalui berbagai latihan operasi, baik dengan instansi dalam maupun luar negeri.

Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Sub Bagian Humas Bakamla RI, selama setahun terakhir, Bakamla RI terlibat dalam beberapa kegiatan pengamanan. Beberapa kegiatan pengamanan dimana Bakamla RI terlibat antara lain Waspam Presiden RI oleh KN 4803 dalam rangka menghadiri Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2017 di Kota Ambon pada Februari (9/2/2017) dan pengamanan oleh KN 4805 saat kunjungan Presiden pada acara Tanwir Muhamadiyah di Ambon pada bulan yang sama.




loading...

Berikan Komentar Anda

IKLAN BARIS
Ingin Beriklan Baris Dengan Kami Email Kami Di iklan@lintasterkini.com
  • As-Syifa Multi Teknik

    Menerima, pasang CCTV, PABX, Sound System, Fire Alarm, Instalasi Listrik, P.Signal, Data/LAN dan Wifi. hubungi : 085342484643

  • INGIN URUS STNK ATAU BPKB DENGAN CEPAT? HUBUNGI 08124269685

  • MAU PESAN HORDEN UTK RUMAH TANGGA ATAU KANTOR DENGAN HARGA MURAH, HUBUNGI 085242122445

Baca Juga close