Logo Lintasterkini

Kasus Suap NA, Peneliti Pukat UPA: KPK Harus Panggil Rudy Djamaluddin

Budi S
Budi S

Senin, 01 Maret 2021 12:47

Kantor Dinas PUTR Sulsel Disegel KPK
Kantor Dinas PUTR Sulsel Disegel KPK

MAKASSAR – Kasus hukum yang menyeret Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) terus mengundang perhatian publik.

Masyarakat Sulsel dibuat tercengang. Karena kasus Profesor Andalan ini adalah kali pertama terjadi di sepanjang sejarah di Sulsel. Gubernur pertama yang ditangkap karena kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Nurdin Abdullah telah ditahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu (28/02/2021).

Dia diduga sebagai penerima suap Rp2 miliar dari kontraktor bernama Agung Sucipto alias Anggu. Yang juga telah ditahan oleh KPK.

Pada kasus ini, lembaga anti rasuah juga telah menahan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat sebagai penerima suap atas rencana pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur di Sulsel.

Peneliti Senior Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Patria Artha (UPA) Makassar, Bastian Lubis lalu meminta KPK untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Diduga masih ada keterlibatan pihak lain.

Dia juga menyebut, dirinya sudah lama mencurigai terjadi banyak penyimpangan di Pemprov Sulsel sejak Nurdin Abdullah menjabat.

“Sudah lama kita kasihmasukan-masukan untuk berhati-hati,” ujar dia yang juga Pakar Keuangan Negara dan Daerah, Senin (01/03/2021).

Dengan keterlibatan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel pada kasus ini, Bastian bahkan menginginkan agar KPK segera memanggil Rudy Djamaluddin.

Selaku atasan Edy Rahmat, Kepala Dinas PUTR Sulsel itu harus diambil keterangannya oleh penyidik KPK. Apalagi sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

“Oh panggil, panggil, wajib, harus itu. Sekdis gak bisa apa-apa kalau gak ada perintah kepala dinas. Jadi kepala dinas yah pasti kembali ke Rudy,” tuturnya.

“Mana mungkin gak tau. Jadi pengguna anggaran itu kan Prof Rudy. Dia kan Kepala Dinas Bina Marga, dia yang jadi pengguna anggarannya. Saya yakin 99 persen ada terkait itu,” lanjut Bastian.

Sebelumnya, KPK telah menyegel kantor Dinas PUTR Sulsel setelah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), pada Jumat malam (26/02/2021). (*)

 Komentar

 Terbaru

Mensos Santuni Korban Bom Gereja Katedral Makassar
News20 April 2021 20:12
Mensos Santuni Korban Bom Gereja Katedral Makassar
Dalam keterangannya, Risma menyebut, jika kondisi tiga korban mulai membaik. Hanya saja masih membutuhkan perawatan lanjutan....
6 Imigran di Makassar Diamankan Provokasi Larangan Berkendara
News20 April 2021 19:41
6 Imigran di Makassar Diamankan Provokasi Larangan Berkendara
Peran keenam Imigran tersebut sebagai provokator. Berupaya menghalang-halangi petugas saat hendak mengamankan motor di Wisma KPI....
Bertemu di Facebook, Reza Ditembak Usai Tipu dan Cabuli Pelajar Asal Gowa
Hukum & Kriminal20 April 2021 17:17
Bertemu di Facebook, Reza Ditembak Usai Tipu dan Cabuli Pelajar Asal Gowa
Kasus ini berawal dari pertemuan korban dan pelaku Reza di Facebook, beberapa waktu lalu....
Kakek 70 Tahun di Sinjai Ditemukan Tewas Terapung di Sungai
News20 April 2021 16:26
Kakek 70 Tahun di Sinjai Ditemukan Tewas Terapung di Sungai
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Tim Inafis juga sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan visum....