Logo Lintasterkini

Konflik Lahan Kelapa Gading, Upaya Sistematis Adu Domba Bantara dan FBR Terungkap

Muh Syukri
Muh Syukri

Selasa, 01 April 2025 17:48

Mediasi petinggi ormas FBR, Bantara dan Petir Restoran Pulau Sentosa Sea Food, Sunter Agung, Jakarta Utara, Sabtu (29/3/2025).
Mediasi petinggi ormas FBR, Bantara dan Petir Restoran Pulau Sentosa Sea Food, Sunter Agung, Jakarta Utara, Sabtu (29/3/2025).

JAKARTA – Insiden bentrok antara anggota Bantara dan Forum Betawi Rempug (FBR) di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 27 Maret lalu ternyata menyimpan fakta mengejutkan.

Investigasi tim redaksi mengungkap adanya indikasi kuat upaya sistematis untuk memecah belah kedua ormas yang sebelumnya telah hidup rukun selama dua tahun menjaga lahan tersebut.

Kronologi Konflik

Berdasarkan pantauan lapangan dan wawancara dengan sejumlah saksi, konflik berawal ketika seorang pengacara berinisial TS yang mengaku mewakili klien bernama Ibu Eni datang ke lokasi pada 20 Maret 2025. TS melakukan intimidasi dan berusaha mengusir para penjaga lahan.

“Saat itu kami diusir secara paksa, bahkan ada ancaman terhadap ibu-ibu dan anak-anak di lokasi,” tutur Andi (38), salah seorang penjaga lahan yang enggan disebutkan nama lengkapnya.

Seminggu kemudian, tepatnya 27 Maret 2025, TS kembali dengan membawa sejumlah orang dan secara sepihak melakukan pembongkaran papan pembatas lahan. Aksi ini memicu ketegangan yang berujung pada bentrok fisik antara penjaga lahan dengan kelompok TS, yang kemudian melibatkan oknum FBR.

Hubungan Harmonis Selama Dua Tahun

Fakta menarik terungkap bahwa sebelum insiden ini, Bantara dan FBR telah bekerja sama menjaga lahan tersebut selama dua tahun tanpa masalah. Seorang anggota Bantara bahkan menempati rumah di lokasi, sementara FBR bertugas mengamankan area depan.

“Kami selalu komunikasi dengan baik. Tidak pernah ada gesekan berarti sebelumnya,” jelas Budi Santoso, juru bicara Bantara saat dikonfirmasi.

Indikasi Adu Domba

Pimpinan kedua ormas mencurigai adanya upaya sengaja untuk memicu konflik. “Ini jelas provokasi yang dirancang untuk memecah kami,” tegas Andi Feri, perwakilan FBR.

Sumber kepolisian yang tidak mau disebutkan namanya mengaku sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak ketiga yang berkepentingan dengan lahan tersebut. “Kami telah mengumpulkan sejumlah bukti dan memeriksa beberapa saksi,” ujarnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi & Bisnis13 Februari 2026 08:11
Penjualan Unit Toyota Agya, Calya dan Rush Awali Tahun 2026 dengan Tren Positif di Kalla Toyota
MAKASSAR – Kalla Toyota mengawali tahun dengan capaian penjualan yang positif pada Januari 2026, khususnya untuk tiga model andalan: Toyota Agya...
Ekonomi & Bisnis13 Februari 2026 07:46
Hotel Santika Makassar Luncurkan Paket Buka Puasa Turkish Escape, Hadirkan Nuansa Ramadan Berbeda di 2026
MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H / 2026, Hotel Santika Makassar kembali menghadirkan program tahunan paket buka puasa bersama. Tah...
Ekonomi & Bisnis13 Februari 2026 07:36
Selama Ramadan, The Rinra Makassar Siapkan 200 Varian Menu Iftar 
MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, The Rinra Makassar kembali menghadirkan program tahunan bertajuk Harmony of Ramadhan dengan men...
News12 Februari 2026 22:07
Camat Bontoala–Perumda Pasar Makassar Perkuat Kolaborasi Penataan Pasar dan Pengelolaan Sampah
MAKASSAR – Upaya menciptakan pasar yang tertib, bersih, dan nyaman terus diperkuat melalui sinergi lintas wilayah. Camat Bontoala, Fataullah, AP., M...