Logo Lintasterkini

Minta Jokowi Turun, Pengamat: Berbahaya Kalau Tak Dimakzulkan

Andi
Andi

Kamis, 01 Juli 2021 15:37

Presiden Jokowi. (Antara Foto)
Presiden Jokowi. (Antara Foto)

JAKARTA — Pengamat Ilmu Pemerintahan, Rochendi meminta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk turun dari dari kursi presiden. Ia menyebut akan sangat berbahaya jika tidak dilakukan.

Akademisi Universitas Sutomo Serang ini mengatakan, kritikan keras yang disampaikan BEM UI beberapa waktu lalu seolah membuktikan bahwa kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Bahkan, kata Rochendi, poin-poin yang mereka kumpulkan telah dimulai sejak kepemimpinan Jokowi periode pertama.

Oleh karena itu, ia beranggapan Jokowi telah gagal menunaikan tugasnya sebagai pemimpin negara lantaran banyak janjinya yang sampai saat ini belum dituntaskan.

“Sebagai presiden, banyak janji Jokowi yang belum dipenuhi dan itu semua dicatat. Orang mencatat presiden menjanjikan apa, tapi sama sekali tidak ada hasilnya,” ujar Rochendi, Kamis (1/7/2021) seperti dikutip dari Genpi.com.

Menurutnya, catatan janji Jokowi yang tak terpenuhi hingga sekarang itu akhirnya diakumulasi BEM UI. Lalu, semuanya mengerti dan ingat, mereka mengumumkannya ke publik melalui media sosial.

“Kalau orang kampus itu biasanya mereka masih sabar, wait and see untuk melihat akhirnya seperti apa,” tuturnya.

Mengutip Hops.id, Rochendi juga menilai pemerintah telah menghabiskan banyak anggaran namun masyarakat tak merasakan hasilnya.

Menurut Rochendi, saat ini tidak hanya BUMN yang sudah tak sanggup menanggung beban berat, tetapi juga perusahan-perusahaan swasta di Indonesia.

“Hal itu bisa terjadi pada Juli (bulan ini). Sebab, daya beli masyarakat makin turun. Otomatis pendapatannya menurun. Bagaimana perusahaan-perusahaan akan bertahan?,” jelasnya.

Selain itu, Rochendi juga menilai dalam kondisi serba susah para pengusaha tak bisa meminjam dana dari bank.

Sebab, kata Rochendi, perputaran uang di instansi tersebut telah diberikan kepada pemerintah untuk menjadi jaminan pembangunan infrastruktur.

“Juli itu nanti bisa jebol. Oleh karena itu, kalau tak dilakukan pemakzulan, kemungkinan pemerintahan Jokowi akan sangat berbahaya,” ujarnya.(*)

 Komentar

 Terbaru

Politik13 Januari 2026 09:52
AHY Absen di Natal Demokrat Dampingi Prabowo, SBY Tegaskan Negara dan Rakyat Harus Didahulukan
JAKARTA — Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menjelaskan alasan ketidakhadiran Ketua Umum Pa...
Peristiwa12 Januari 2026 18:09
Kapal Jolloro Sansel United JB 2023 yang Dicari Tim SAR Gabungan Ditemukan, 3 POB Selamat
SELAYAR – Proses pencarian Kapal Jolloro Sansel United JB 2023 yang dilakukan Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Memasuki hari ketiga p...
Pemerintahan12 Januari 2026 18:00
Kunjungi IPA dan Kantor Perumda AM Tirta Jeneberang, Bupati Gowa Minta Peningkatan Layanan dan Kualitas Air Bersih
GOWA – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang melakukan peninjauan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pandang-Pandang dan Kantor Perumda AM Tirta Jene...
News12 Januari 2026 16:41
BPBD Sulsel Serahkan Bantuan Logistik Ke Pengungsi Banjir Kelurahan Katimbang
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel menyalurkan bantuan logistik dari Gubernur...