Logo Lintasterkini

Soal Nilai Tukar Dollar Anjlok , Begini Penjelasan Google Indonesia

Muh Syukri
Muh Syukri

Minggu, 02 Februari 2025 13:44

Ist
Ist

JAKARTA – Media sosial sempat dihebohkan dengan tampilan nilai tukar dolar Amerika Serikat (US$) terhadap rupiah di Google Search yang tiba-tiba menunjukkan angka Rp 8.170,65 per dolar AS pada Sabtu (1/2/2025). Angka tersebut jauh dari nilai tukar yang sebenarnya, yakni sekitar Rp 16.300 per dolar AS.

Manajemen Google Indonesia pun segera memberikan klarifikasi terkait kesalahan ini. Mereka menjelaskan bahwa kekeliruan tersebut disebabkan oleh data konversi mata uang yang berasal dari sumber pihak ketiga.

“Kami menyadari adanya masalah yang mempengaruhi informasi nilai tukar rupiah (IDR) di Google Search. Data konversi mata uang berasal dari sumber pihak ketiga,” ujar pihak Google dalam pernyataannya pada Sabtu (1/2/2025).

Setelah menyadari ketidakakuratan tersebut, Google segera mengambil langkah untuk menghubungi penyedia data guna memperbaiki kesalahan secepat mungkin.

Bank Indonesia Buka Suara

Menanggapi hal ini, Bank Indonesia (BI) juga memberikan klarifikasi. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa angka yang tampil di Google bukanlah nilai tukar yang valid.

“Level nilai tukar USD/IDR Rp 8.100-an sebagaimana yang ada di Google bukan merupakan level yang seharusnya,” ujar Denny.

BI mencatat bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 31 Januari 2025 adalah Rp 16.312 per dolar AS. Pihak BI juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Google Indonesia untuk memastikan koreksi segera dilakukan.

“Data Bank Indonesia mencatat kurs Rp 16.312 per dolar AS pada tanggal 31 Januari 2025. Kami sedang berkoordinasi dengan pihak Google Indonesia terkait ketidaksesuaian tersebut untuk segera dapat melakukan koreksi yang diperlukan,” tambah Denny.

Kesalahan Data Lama Jadi Pemicu

Setelah ditelusuri, nilai tukar Rp 8.170,65 per dolar AS yang muncul di Google ternyata merupakan data lama dari 1 Februari 2009. Kesalahan ini menyebabkan kebingungan di kalangan masyarakat dan memicu diskusi luas di media sosial.

Pantauan detikcom di platform X menunjukkan bahwa topik terkait insiden ini, seperti ‘Dollar’, ‘Error’, dan ‘1 USD’ sempat menjadi trending.

“Ini dollar yang ambrol atau rupiah yang meroket? Atau ada situasi ‘gagal digital’? Atau hoax hiburan saja?” tulis akun X @anas***.

“Nilai Tukar Rupiah ke Dollar sisa setengah? Kok bisa? Semoga bukan bug, semoga beneran,” tulis pengguna X lainnya, @luff****.

Dengan adanya klarifikasi dari Google Indonesia dan Bank Indonesia, diharapkan masyarakat tidak lagi bingung dan dapat merujuk pada sumber resmi untuk mendapatkan informasi nilai tukar yang valid. (*)

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi & Bisnis13 Desember 2025 13:32
Patuh dan Taat Bayar Pajak, Claro Makassar Raih Penghargaan Tax Award 2025
MAKASSAR – Hotel Claro Makassar meraih penghargaan dalam Tax Award 2025 yang digelar Badan Pendapatan (Bapenda) Kota Makassar, Sulawesi Selatan ...
Ekonomi & Bisnis13 Desember 2025 13:27
Sambut Libur Akhir Tahun, Bugis Waterpark Adventure Hadirkan Program End Year Sale 12.12
MAKASSAR – Bugis Waterpark Adventure kembali menghadirkan program akhir tahun yang selalu dinantikan oleh masyarakat karena promo ini memberikan...
Ekonomi & Bisnis13 Desember 2025 10:59
KALLA Boyong Medali Platinum & Gold di Ajang TKMPN XXIX 2025
MAKASSAR – Menjelang akhir tahun 2025, KALLA belum berhenti menorehkan prestasi di level nasional dan kembali menegaskan komitmennya terhadap mutu d...
Ekonomi & Bisnis13 Desember 2025 10:50
Indosat Jadi Satu-satunya Telco Indonesia yang Masuk ke Fortune 100 Best Companies to Work For Southeast Asia
JAKARTA – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) kembali membanggakan Indonesia di tingkat internasional dengan berhasil masuk dalam dafta...