PINRANG — Sebanyak delapan pelajar Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mustafa Kanipang, Desa Sabbang Paru Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya, Rabu (28/01/2026) pekan lalu.
Kasus dugaan keracunan ini sempat mengendap dan tidak terekspos dikarenakan pihak terkait yaitu pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak yayasan atau pemilik dapur memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait kejadian ini.
Informasi yang dihimpun lintasterkini.com, kedelapan pelajar yang diduga mengalami keracunan tersebut dilarikan ke Puskesmas Tuppu Kecamatan Lembang untuk menjalani perawatan medis. Mereka menjalani rawat inap selama dua malam, dan dikabarkan keluar dari Puskesmas tersebut Jum’at pagi (30/01/2026).
Adapun identitas para terduga korban yakni Afifah Alya Sahra (12), Yasmin (13), Nur Akilah (12), Assifa Khaerul (13), Atsila Khaerulnisah (12), Andis (13), Mutmainnah (13), dan Ayungsing (13).
Kepala Puskesmas (Kapus) Tuppu Kabupaten Pinrang, dr Syamsul Hanar yang dikonfirmasi awak media membenarkan adanya pasien pelajar yang menjalani perawatan medis dan rawat inap di tempatnya dengan diagnosis dugaan keracunan makanan.
“Sebanyak delapan pasien yang diduga keracunan makanan tersebut merupakan siswa-siswi Pesantren Al-Mustafa Kanipang,” jelasnya kepada awak media, Minggu (01/02/2026).
Terpisah, Pimpinan Ponpes Al-Mustafa Kanipang, H Mustapa Tangali
yang dikonfirmasi awak media ikut membenarkan adanya dugaan keracunan makanan tersebut.
Namun kata H Mustapa, setelah sempat menjalani perawatan medis kurang lebih 24 jam di Puskesmas Tuppu, kondisi santrinya sudah membaik dan diijinkan kembali ke Ponpes. (*)


Komentar