Logo Lintasterkini

Hobi Menembak Antarkan Wempi Jadi Prajurit TNI AL

Muh Syukri
Muh Syukri

Sabtu, 02 April 2016 12:40

Mayor Wempi bersama keluarga. (ist)
Mayor Wempi bersama keluarga. (ist)

HOBI yang ditekuni dengan serius dapat menunjang cita-cita. Hal itu pula terbukti pada Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan Lantamal VI (Yonmarhanlan VI) Makassar, Mayor Marinir Wempi, lantaran hobinya pun mengantarkan dirinya menjadi seorang prajurit TNI Angkatan Laut (AL)

Bapak kelahiran Padang, 19 Agustus 1975, sejak kecil menyukai hobi bermain tembak menembak. Hobinya pun ditekuni dan akhirnya membuatnya bertekad kuat menjadi seorang tentara.

Suami Defika Rona ini, bertugas di Makassar mulai tanggal 30 Desember 2015 lalu yang sebelumnya bertugas di Surabaya setelah menyelesaikan pendidikan Reguler Sesko. Kini Wempi, memiliki tiga orang anak yakni, Parsia Cantika, Farel Solang, dan Zevania Shakira.

“Saya suka main tembak-tembakan di hutan dan ingin seperti kakak yang seorang prajurit TNI Angkatan Darat (AD). Nah, saat tamat SMU saya pun bertekad ingin jadi tentara,” tandasnya.

Hobinya dilakoni terus menerus. Ia pun senang berburu saat berada di Padang Sumatera Barat, tempat dimana dia berasal. Akhirnya, hobi tersebut mengantarkan dia pada karier sebagai prajurit TNI AL.

Sebagai seorang prajurit dalam bertugas ia mengedepankan semangat Nasionalisme. Hal yang membuatnya terharu yakni saat dia mengingat jasa-jasa para pejuang dahulu yang rela mengorbankan segalanya demi kemerdekaan.

“Terharu saat lagu Syukur dan Padamu Negeri dikumandangkan. Sebab lagu Syukur itu mengisyaratkan kita untuk selalu bersyukur karena kita sudah menikmati hasil perjuangan para pejuang terdahulu,”ujarnya.

Adapun prinsipnya, yakni bekerja maksimal, menerima dengan Ikhlas, dan selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan.

Wempi menempuh pendidikan di Akademi TNI AL tahun 98. Ia menempuh Pendidikan Perwira selama satu tahun. Diapun mendapat perintah untuk ikut Satuan tugas di konflik di Tual tahun 1999.

Pada tahun 2000, ia juga mendapatkan perintah untuk ikut dalam satuan tugas Pengamanan Sidang umum MPR. Pada tahun yang sama mendapatkan perintah untuk satuan tugas Batalyon Gabungan TNI untuk daerah konflik Ambon.

“Saya termasuk salah satu korban konflik waktu itu. Karena RS di Ambon tak mampu menangani saya, akhirnya dirujuk ke Surabaya. Setelah sembuh, saya kembali diperbantukan di lembaga pendidikan selama enam bulan,” tandasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Nasional20 Februari 2024 23:54
Ini Harapan AMSI Terhadap Pengesahan Perpres Publishers Rights
JAKARTA – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 ...
News20 Februari 2024 22:56
Puncak Acara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidenreng Rappang, Forkopimda Kompak Hadir
SIDRAP – Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah, S.I.K.M.H bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sidrap Ny Siska Erwin Syah hadiri Puncak Acara Peringatan H...
Peristiwa20 Februari 2024 21:05
Mobil Bak Terbuka Kecelakaan di Gowa, 1 Tewas
GOWA – Lantaran berusaha menghindari kendaraan lain dari arah berlawanan, sebuah mobil bak terbuka yang mengangkut delapan penumpang masuk jurang se...
Hukum & Kriminal20 Februari 2024 20:29
Miris, Santri di Makassar Meregang Nyawa Dianiaya Temannya
MAKASSAR – Nasib malang menimpa AR (14), seorang santri di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al Imam Ashim Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel)....