JENEPONTO – Warga Desa Bontosunggu, Minggu (2/7/2017), sekira pukul 06.00 Wita digegerkan dengan kasus pembongkaran makam warga sekitar. Kasus pembongkaran makam tersebut pertama kali diketahui oleh Lenteng Dg Nyonri (34), yang sementara buang air kecil menengok ke jendela dan kaget melihat makam almarhum Silvia (15), yang meninggal akibat musibah lakalantas, terbongkar.
Silvia binti Musakkir, diketahui meninggal, Kamis (29/6/2017) akibat kecelakaan di Kampung Rita, Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Alhasil, berdasarkan kesepakatan keluarga almarhumah dengan Pemerintah Desa Bontosunggu, akhirnya di lakukan pemeriksaan dan hasilnya mayat tersebut dalam keadaan lengkap.
Hingga saat ini motif pelaku pembongkaran makam tersebut belum di ketahui. Selanjutnya Kapolsek Bontosunggu didampingi Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kades Bontosunggu menghimbau kepada pihak keluarga korban agar tidak mengeluarkan pendapat atau pemikiran yang dapat menimbulkan fitnah atau tudingan yang tidak mendasar.
Warga diharapkan untuk tenang guna menghindari konflik sesama atau hal-hal yang tidak diinginkan. Kades Bontosunggu berharap warga menyerahkan kepada pihak aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap motif dan pelaku pembongkaran makam tersebut.
Menurut Kapolsek Tamalatea, AKP Syarul Regama yang dikonfirmasi, Minggu (2/7/2017), pihaknya telah mengambil keterangan saksi-saksi terkait pembongkaran makam Silvia.
“Salah seorang saksi yang pertama kali melihat makam itu terbongkar bernama Lenteng. Saat itu saksi melihat ke belakang rumahnya dari balik jendela, dan ia terkejut melihat makam itu terbongkar, akhirnya ia berteriak-teriak dan berlari menuju makam bersama warga,” papar Kapolsek, Akp Syarul Regama.
Akp Syarul Regama menambahkan, sebenarnya pihak keluarga almarhumah Silvia tidak mempersoalkan kasus pembongkaran makam itu. Hanya saja, pihak kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan yang dilakukan demi mengetahui motif pembongkaran makam tersebut. (*)


Komentar