Logo Lintasterkini

Makassar Most Favourite Culinary Award, 11 Tahun Merawat Kuliner Sulsel

Andi Nur Isman
Andi Nur Isman

Jumat, 02 Juli 2021 19:54

CEO Terkini.id, Adhi Santoso.
CEO Terkini.id, Adhi Santoso.

MAKASSAR – Sebanyak 37 pengusaha kuliner menerima penghargaan lantaran berhasil menjaga, mempertahankan, dan meningkatkan kualitas cita rasa serta pelayanan kepada pelanggan.

Penghargaan bergengsi untuk pengusaha kuliner di Sulawesi Selatan dikemas dalam Makassar Most Favourite Culinary (MMFC) Award yang diselengggarakan di Mal Pipo Makassar.

MMFC tahun 2021 sudah sudah berlangsung lebih satu dasawarsa. Sejak diperkenalkan pada tahun 2010, MMF terus merekam jejak usaha kuliner favorit di Sulawesi Selatan

MMFC Award 2021 ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Pasalnya, berlangsung di tengah pandemi dengan protokol kesehatan ketat.

Seluruh peserta mesti menggunakan masker, berjaga jarak, serta dibekali dengan handsinitizer.

Makassar Terkini (Terkini.id) sebagai penyelenggara penghargaan bagi pengusaha kuliner percaya, pengusaha yang berjasa menjaga cita rasa kuliner khas Makassar adalah pahlawan di bidang kuliner.

“Mereka pantas diberi penghargaan. Berkat usaha dan kerja keras pengusaha kuliner, ciri khas dan budaya Sulawesi Selatan di bidang kuliner masih bisa dilihat, dirasakan, dan dinikmati sampai sekarang,” kata CEO Terkini.id Adhi Santoso, Jumat (2/7/2021).

Tidak hanya ajang penghargaan, MMFC sudah menjadi pesta yang dinantikan setiap tahun bagi pengusaha kuliner di Sulawesi Selatan.

Setiap tahun lembaga riset yang bekerja sama dengan Makassar Terkini menguji dengan survei. Usaha kuliner apa saja yang berhasil meraih kesan positif dan penghargaan tertinggi dari food lovers.

MMFC adalah pesta bagi pemilik usaha, koki, pelayan, penjaga warung, sampai tukang parkir yang menyambut hangat setiap pelanggan yang ingin merasakan nikmatnya kuliner khas di Sulawesi Selatan.

“MMFC akan terus mendorong Inovasi di Bidang Kuliner. Kehadiran MMFC berhasil merangsang pengusaha kuliner berinovasi. Beradaptasi memperbaharui pengetahuan meracik bahan atau bumbu, dan meningkatkan pengetahuan seni menyajikan makanan dan minuman,” ujar Adhi.

Selain itu, belajar memanfaatkan teknologi terbaru untuk pemasaran kuliner.

MMFC bukanlah penghargaan biasa. Ada semangat dan cita-cita besar yang ingin dicapai dalam setiap pelaksanaannya. Memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakatnya.

Tentu dengan inovasi yang tiada henti di bidang kuliner. Setelah mendapatkan penghargaan, penyelenggara berharap para pemenang tidak lengah.

“Penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk lebih keras lagi dalam meningkatkan pelayanan kepada pencinta kuliner,” tuturnya.

Seperti mesin google yang setiap saat memperbaharui algoritmanya. Pengusaha kuliner juga harus peka terhadap perubahan lidah, tenggorokan, atau selera pencinta kuliner dalam menilai makanan dan minuman yang enak.

Usaha kuliner Sulawesi Selatan tidak boleh hanya berjaya di Indonesia. Tapi juga bisa buka kedai atau cabang sampai luar negeri.

“Kita berharap pengusaha kuliner yang berhasil meraih penghargaan MMFC makin percaya diri. Membuka cabang di beberapa tempat dan mempekerjakan banyak tenaga kerja,” ungkapnya.

Sementara, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sittiara Kinang mengatakan sektor pariwisata, khususnya kuliner mesti bangkit kembali setelah terpukul oleh pandemi Covid-19.

“Ekonomi harus terus bergerak, tapi disertai dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Sittiara juga mengampanyekan program pemerintah kota bernama Makassar Recover. Satu sistem penanganan pandemi Covid-19 di Makassar.

“Masalah kita hari ini adalah kesehatan dan ekonomi, itu tak bisa dipisahkan. Ini harus jalan bersama, sebab itu lahir Makassar Recover,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid mengatakan MMFC merupakan kegiatan yang sangat positif dan memberi banyak manfaat.

“Saya mengapresiasi Makassar Terkini karena kegiatan MMFC terus menjaga kualitas kuliner di Makassar,” kata Maya, sapaannya.

Maya mengatakan selama pandemi, sektor pariwisata, termasuk kuliner sangat terpuruk. Sebab itu, MMFC menjadi momentum untuk membangkitkan kuliner yang selama ini sangat terdampak.

“MMFC memfasilitasi, mempromosikan dan memberi penghargaan terhadap pelaku kuliner,” tutur Maya.(*)

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal25 Juli 2021 16:24
Kenalan Lewat Game Online, Pemuda Sidrap Setubuhi dan Bawa Lari Gadis di Bawah Umur
MAKASSAR– Unit Jatanras Kepolisian Resor Kota Besar Makassar berhasil mengamankan seorang pemuda yang melarikan anak di bawah umur. Pelaku adala...
News25 Juli 2021 13:27
Besok, Makassar Sudah Terapkan PPKM Level IV, Apa Saja yang Dibatasi?
Dalam rapat tersebut terungkap penerapan PPKM level IV juga akan diberlakukan di Sulawesi Selatan ( Sulsel ). Untuk di Makassar, pemberlakuan dilaksan...
News25 Juli 2021 13:04
Si Jago Merah Hanguskan Tempat Laundry di Makassar, 11 Damkar Diterjunkan
MAKASSAR– Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah rumah warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (25/7/2021) sekitar pukul...
News24 Juli 2021 22:14
Tercatat! Utang Indonesia Sudah Mencapai Rp6.554 Triliun Pada Juni 2021
JAKARTA– Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah sampai akhir Juni 2021 sebesar Rp 6.554,56 triliun. Angka tersebut 41,35 persen ...