Logo Lintasterkini

101 Prajurit TNI Kogasgabpad Ditarik Dari Sulawesi Tengah

Muh Syukri
Muh Syukri

Jumat, 02 November 2018 19:31

101 Prajurit TNI Kogasgabpad Ditarik Dari Sulawesi Tengah

PALU – Setelah bertugas kurang lebih satu bulan bergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) penanggulangan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, sebanyak 101 Prajurit TNI dari Divisi Infanteri 1 Kostrad (Divif-1/Kostrad) yang dipimpin oleh Mayor Ckm Nanang Setiaerwan, S.Kep. selesai melaksanakan tugas dan ditarik dari Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

101 Prajurit Kostrad yang kembali ke induk satuannya, terdiri dari 49 personel Batalyon Kesehatan (Yonkes) 1 Kostrad, 32 personel Batalyon Perbekalan dan Angkutan (Yon Bekang) 1 Kostrad dan 20 personel Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 9-1 Kostrad. Hari ini, kembali ke Jakarta dengan menggunakan KRI Teluk Manado 537 embarkasi dari Dermaga Pantoloan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Panglima Kogasgabpad Mayjen TNI Tri Soewandono dalam pengarahannya saat melepas pasukan Divif-1/Kostrad bertempat di Lapangan Tenis Syaiful Anwar Markas Komando Resort Militer (Makorem) 132/Tadulako, Kota Palu, Jumat (2/11/2018), mengatakan bahwa prajurit TNI dari Divif-1/Kostrad telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Tugas ini adalah tugas mulia untuk memulihkan situasi pasca terjadi bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi. Atas nama Kogasgabpad, saya mengucapkan terima kasih, pengalaman ini adalah pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Mayjen TNI Tri Soewandono mengatakan agar pelaksanaan bantuan selama ini dilakukan evaluasi, sehingga selalu siap apabila mendapatkan perintah untuk melaksanakan tugas bantuan bagi korban bencana alam lain. “Pengalaman dalam pelaksanaan tugas jadikan bahan evaluasi untuk pelaksanaan tugas kedepan,” ucapnya.

Diakhir sambutannya, Panglima Kogasgabpad menyampaikan terima kasih kepada prajurit TNI yang telah melaksanakan tugas dengan baik dalam membantu masyarakat terkena dampak musibah bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, mulai dari evakuasi, pemberian pertolongan kesehatan, mendirikan tenda-tenda pengungsian, sarana MCK, dan pelayanan dapur umum, pelaksanaan trauma healing serta bantuan lainnya.

“Semuanya dikerjakan dengan rasa senang, tulus dan ikhlas. Semua yang dikerjakan prajurit adalah pengabdian kepada masyarakat, dan profesionalisme TNI untuk rakyat,” katanya. (*/rls)

 Komentar

 Terbaru

News04 Desember 2022 21:12
Hari Pertama Reses, Rudianto Lallo Terima Keluhan Drainase dan Jalan Rusak
MAKASSAR— Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo kembali menyapa warga Kelurahan Kaluku Bodoa dan Pannampu Kecamatan Tallo, Kota Makassar dala...
Advetorial04 Desember 2022 18:13
Tips Memilih Maskapai Penerbangan Saat Liburan
MENJELANG akhir tahun, banyak orang yang mulai mencari tiket transportasi dan penginapan secara online untuk liburan. Hal ini dilakukan agar bisa mend...
News04 Desember 2022 13:42
Ari Ashari Ilham Sebut Persoalan Krusial di Makassar Adakah Banjir
MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham menilai permasalahan paling krusial yang dihadapi masyarakat Kota Makassar saat ini adal...
News03 Desember 2022 15:23
Supratman Banyak Menerima Kelurahan Soal Infrastruktur
MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Supratman kembali menyapa warga saat Reses Pertama Masa Persidangan Pertama Masa Sidang 2022-2023, Jl Pan...