Logo Lintasterkini

Tawuran Kembali Pecah di Kandea, Polisi Amankan 10 Anak Panah Busur

Maulana Karim
Maulana Karim

Minggu, 03 Januari 2021 23:19

Kapolsek Bontoala,Kompol Andriyani Lilikay saat dilokasi tawuran tersebut.
Kapolsek Bontoala,Kompol Andriyani Lilikay saat dilokasi tawuran tersebut.

MAKASSAR – Tawuran antar kelompok pemuda di Jalan Kandea, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar kembali pecah. Kedua kubu tersebut saling serang dengan anak panah, senjata tajam, batu, hingga molotov, Sabtu (2/01/2020) petang hingga malam hari.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, tawuran terjadi sekira pukul 16.30 Wita dengan melibatkan warga Kecamatan Bontoala dan Tallo, Kota Makassar. Pihak Kepolisian dari Polsek Bontoala, Patmor dan Penikam Polrestabes Makassar, tidak hanya itu bahkan Tim Thunder Polda Sulsel juga dikerahkan untuk membubarkan tawuran tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Bontoala, IPTU Harianto Rahman SH yang dikonfirmasi Lintasterkini,com mengatakan bahwa saat pembuburan paksa dilakukan pihak Polsek Bontola diback up Tim Penikam Polrestabes dan Tim Thunder Polda Sulsel.

“Kemarin di TKP Kurang lebih 10 anak panah busur kami amankan sama 1 petasan besar yang sudah di ledakan serta botol isinya bensin,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Bontoala.

Sementara ditempat terpisah, Kapolsek Bontoala, Komisaris Polisi, Andriyani Lilikay yang dikonfirmasi perihal tawuran yang kembali terjadi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mendamaikan kedua kelompok warga tersebut.

“Ya benar perkelahian kelompok terjadi antara pemuda kelurahan Bungaeja Beru Kecematan Tallo dengan Kelurahan Barayya Kecamatan Bontoala. Mereka saling serang menggunakan batu, busur, dan molotov,” kata Kapolsek Bontoala Kompol Andriyani Lilikay saat dikonfirmasi Ahad, 3 Januari 2020.

Olehnya itu, lanjut Andriyani, pihaknya berharap kedua kelompok tersebut berdamai dan hidup tenang untuk selamanya.

“Sudah kami upayakan agar, bisa berdamai. Hanya saja saat kami berupaya damaikan, belakangan mereka saling gontokan lagi,” ucap Andriyani.

Bahkan, kata dia, kedua kelompok warga ini pernah dipertemukan dan menyepakati deklarasi damai hingga komitmen bersama. Namun sayangnya, setelah itu kedua kelompok warga ini kembali tawuran lagi.

“Kami sudah lakukan yang terbaik, mereka kita buat deklarasi perdamaian, kita buatkan pertemuan-pertemuan. Mereka saling kuat-kuatan, saling gengsinya tinggi jadi susah untuk damai kalau bukan mereka yang mau berdamai dengan memproklamirkan untuk berdamai,” terang Kompol Andriyani Lilikay.

Andriyani Lilikay juga menambahkan bahwa hingga saat ini dilokasi tersebut, Polisi masih tampak berjaga dilokasi kejadian.

“Hingga saat ini anggota polsek masih berjaga dilokasi kejadian guna mencegah terjadi aksi tawuran susulan,” pungkasnya.(*)

 Komentar

 Terbaru

9 Fraksi di Komisi III DPR RI Setuju Komjen Listyo Jabat Kapolri
Nasional20 Januari 2021 17:27
9 Fraksi di Komisi III DPR RI Setuju Komjen Listyo Jabat Kapolri
Rabu (20/01/2021) tadi, Komjen Listyo mengikuti fit and proper test atau uji kelayakan di Komisi III DPR RI....
CSC Indonesia Turut Bantu Korban Gempa Sulbar
News20 Januari 2021 17:06
CSC Indonesia Turut Bantu Korban Gempa Sulbar
Sebelum bantuan itu diberangkatkan lanjut Deby, pihaknya terus berkoordinasi dengan relawan dokter IDI Makassar...
Kabur ke Hutan, Dua Pencuri Tabung Gas di Barru Dibekuk
Hukum & Kriminal20 Januari 2021 16:40
Kabur ke Hutan, Dua Pencuri Tabung Gas di Barru Dibekuk
Aksi keduanya juga terungkap, tidak hanya di Barru. Juga pernah melakukan aksi serupa di Pangkep baru-baru ini....
Jambret di Bulukumba Ditembak, Penadah Ikut Diringkus
Hukum & Kriminal20 Januari 2021 16:10
Jambret di Bulukumba Ditembak, Penadah Ikut Diringkus
Dayat adalah terduga jambret. Betis kaki kanannya ditembak saat polisi melakukan pengembangan....