Logo Lintasterkini

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Sulsel Kian Marak Sejak 2021

Maulana Karim
Maulana Karim

Sabtu, 03 Juli 2021 21:22

Ilustrasi penganiayaan anak. /PIXABAY/Alexas_Fotos
Ilustrasi penganiayaan anak. /PIXABAY/Alexas_Fotos

MAKASSAR– Sejak awal tahun 2021, kasus kekerasan terhadap anak ternyata semakin marak terjadi di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Parahnya, jumlah kasus tersebut kini mendekati angka 100 kasus.

Tercatat, ada 89 kasus yang ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulawesi Selatan (Sulsel). Kasus tersebut meliputi kekerasan seksual anak, KDRT, penelantaran, dan lain sebagainya.

Kendati begitu, persoalan seperti ini pun tentunya dianggap sebagai atensi kepada semua pihak. Termasuk bagi para orang tua.

Kepala P2TP2A Sulsel, Meisy Papayungan, mengatakan, dari 89 kasus yang ia tangani, didominasi adalah kasus kekerasan seksual terhadap anak.

“Usia korban bervariasi. Mulai dari kekerasan seksual lebih banyak terjadi pada anak. Kalau KDRT di anak perempuan dewasa,” katanya kepada awak media, Sabtu (3/7/2021).

Menurut Meisy hal seperti ini merupakan sesuatu yang paling dianggap serius. Apalagi, korban adalah seorang disabilitas atau yang lahir atau besar dari keluarga yang hancur.

“Hal ini tentunya dianggap rawan terjadi kekerasan seksual
terhadap anak perempuan. Kasus ini dialami oleh anak yang masih berada di bawah umur dan tentunya ini menjadi atensi,” katanya.

Sementara penelantaran dan KDRT, kata Meisydi, itu didominasi oleh anak yang sudah dewasa. Hal ini dianggap sebagai peringatan keras bagi semua pihak.

“Kami di P2TP2A Sulsel pun terus melakukan koordinasi dengan jajarannya di kota maupun kabupaten untuk turut menekan laju kasus ini,” paparnya

“Kita juga tidak lupa untuk mengaitkan atau mecampur tangankan pihak kepolisian untuk menindaki pelaku kejahatan seperti ini. Semua pihak melakukan upaya pencegahan bahwa kekerasan ini melanggar UU. Utamanya kekerasan seksual. Itu yang tak bisa ditolerir. Keluarganya juga harusnya jadi pelindung. Bukan pelaku,” imbuhnya.(*)

Penulis : Mul

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal25 Juli 2021 21:23
Tak Diberi Uang Saat Mau Gadai Barang, Penjual Ikan di Pinrang Tikam Korbannya Pakai Badik
PINRANG– Seorang pria berinisial NA 34 tahun di Kabupaten Pinrang diringkus polisi usai melakukan penganiayaan dengan menikam korbannya mengguna...
Hukum & Kriminal25 Juli 2021 20:12
Gara-gara Tersinggung, Dua Pria di Pinrang Aniaya Tiga Pemuda Pakai Celurit
PINRANG– Dua pria di Kabupaten Pinrang diamankan jajaran Resmob Satreskrim Polres Pinrang lantaran telah melakukan pengeroyokan. Kedua pria itu ...
Hukum & Kriminal25 Juli 2021 16:24
Kenalan Lewat Game Online, Pemuda Sidrap Setubuhi dan Bawa Lari Gadis di Bawah Umur
MAKASSAR– Unit Jatanras Kepolisian Resor Kota Besar Makassar berhasil mengamankan seorang pemuda yang melarikan anak di bawah umur. Pelaku adala...
News25 Juli 2021 13:27
Besok, Makassar Sudah Terapkan PPKM Level IV, Apa Saja yang Dibatasi?
Dalam rapat tersebut terungkap penerapan PPKM level IV juga akan diberlakukan di Sulawesi Selatan ( Sulsel ). Untuk di Makassar, pemberlakuan dilaksan...