Logo Lintasterkini

Mujirun, Sosok Pengukir Gambar Uang Kertas Indonesia

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Senin, 03 Oktober 2016 17:38

Mujirun, penggambar mata uang (engrave) yang langka di Indonesia.
Mujirun, penggambar mata uang (engrave) yang langka di Indonesia.

LINTASTERKINI.COM – Profesi sebagai seorang engraver atau pengukir gambar sangat langka di Indonesia. Bahkan saat ini orang yang menekuni sebagai engraver tinggal sedikit. Jumlahnya tidak lebih dari 10 orang. Salah satunya adalah Mujirun, seorang engraver yang sebelumnya bekerja di Perum Peruri.

Mujirun saat ini telah pensiun, namun masih tetap meneruskan profesinya sebagai engraver. Pekerjaan seorang engraver bukanlah pekerjaan mudah karena membutuhkan ketelitian.

Pekerjaan seorang pelukis mata uang kertas juga merupakan salah satu pengaman mata uang. Gambar yang dihasilkan dalam sebuah mata uang kertas harus gambar yang realis dengan garis-garis yang rumit.

“Kalau jumlahnya 10 atau 12 orang itu masih terlalu banyak. Yang saya tahu mungkin kurang dari itu engraver di Indonesia,” ungkap Mujirun kepada detikcom di sela-sela acara diskusi “Uang Kertas Indonesia Tahun 1952-1992” di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (6/6/2016).

Pria asli Melikan Kidul, Bantul itu mengawali sebagai seorang engraver ketika lulus Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) di Yogyakarta tahun 1979. Dia langsung direkrut oleh Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia-red).

Saat itu Peruri datang langsung ke sekolah dan mencari lulusan yang akan dididik menjadi seorang engraver. Setelah lolos, Mujirun kemudian diminta belajar engraver di Italia, Swiss untuk belajar teknik-teknik engrave untuk mata uang.

Menurut dia, engraver atau pengukir gambar yang biasa dilakukan adalah untuk keperluan pembuatan gambar mata uang kertas yang dicetak oleh Perum Peruri. Untuk menyelesaikan satu lukisan untuk satu mata uang kertas dibutuhkan waktu 4-6 bulan lamanya.

“Untuk menyelesaikan lukisan satu gambar mata uang membutuhkan waktu lama, bisa 4 sampai 6 bulan, gambar harus benar-benar sempurna dan teliti,” kata Mujirun.

Selama bekerja di Perum Peruri hingga pensiun, sudah ada beberapa mata uang yang merupakan karyanya. Salah satunya adalah uang kertas pecahan Rp 1.000 gambar tokoh pahlawan Sisingamangaraja XII tahun 1987. Seri Presiden Soeharto tersenyum, emisi Rp 50.000 tahun 1985.

Selanjutnya gambar satwa Rusa Cervus Timorensis pecahan Rp 500 tahun 1988. Gambar Gunung Anak Krakatau Rp 100 tahun 1991. Gambar tokoh pahlawan pendidikan nasional Ki Hajar Dewantoro Rp 20.000 tahun 1998, Kapitan Pattimura Rp 1.000 tahun 2001, Tuanku Imam Bonjol Rp 5.000 tahun 2001, Otto Iskandar Di Nata pecahan Rp 20.000 tahun 2004 dan I Gusti Ngurah Rai Rp 50.000 tahun 2009. (*)

(Sumber : detiknews.com)

 Komentar

 Terbaru

Komisi D DPRD Gelar Rakor Dukung Makassar Recover
Bersama Melawan Covid-1904 Maret 2021 18:36
Komisi D DPRD Gelar Rakor Dukung Makassar Recover
Ketua Komisi D, Fatma Wahyuddin mengaku akan turut menyukseskan program Makassar Recover...
Virus Corona Varian Baru B117 Terditeksi Tiba di Indonesia
Bersama Melawan Covid-1904 Maret 2021 18:06
Virus Corona Varian Baru B117 Terditeksi Tiba di Indonesia
Itu terditeksi usai Satgas Penanganan Covid-19 melakukan monitoring dan evaluasi....
Polda Metro Jaya Ringkus Jaringan Sulsel Mama Minta Pulsa
Hukum & Kriminal04 Maret 2021 17:42
Polda Metro Jaya Ringkus Jaringan Sulsel Mama Minta Pulsa
HS menjalankan aksinya dengan melacak nomor telepon calon korbannya melalui program....
Kapolres Pinrang Bersama Anggota Ikuti Vaksin Covid-19
Bersama Melawan Covid-1904 Maret 2021 15:38
Kapolres Pinrang Bersama Anggota Ikuti Vaksin Covid-19
Kapolres Pinrang AKBP M. Arief Sugihartono, S.IK, MT menegaskan, seluruh anggota yang sehat wajib mengikuti vaksinasi. Sebagai pelayan masyarakat, Po...