Logo Lintasterkini

TNI Bersikap Tegas Terhadap Militer Australia, Ini Buktinya !

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Rabu, 04 Januari 2017 22:25

Prajurit TNI siap menjaga kedaulatan negara dan bangsa, serta mengamankan NKRI.
Prajurit TNI siap menjaga kedaulatan negara dan bangsa, serta mengamankan NKRI.

LINTASTERKINI.COM – TNI kebanggaan kita, Bangsa dan Negara serta seluruh rakyat Indonesia bersikap tegas terhadap militer Australia. Ini buktinya, TNI menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Wuryanto mengatakan penghentian sementara kerja sama itu disebabkan oleh faktor-faktor teknis.

“Terkait hubungan kedua angkatan bersenjata ini perlu adanya penyempurnaan, perlu ada perbaikan-perbaikan supaya lebih bagus,” kata Wuryanto di Jakarta, Rabu, (4/1/2017).

Wuryanto menuturkan kerja sama militer kedua negara mestinya saling menguntungkan, memberikan manfaat, saling menghormati, serta menghargai. Namun, setelah dievaluasi, kesetaraan yang diharapkan masih kurang tercapai.

“Hal-hal itu ada yang kurang dan perlu diperbaiki,” ujarnya.

Wuryanto tak menjelaskan detail kerugian yang dirasakan oleh militer dalam kerja sama tersebut. Ia mengatakan hal teknis yang perlu diperbaiki itu terlalu banyak dan bukan untuk konsumsi publik.

Surat pemberitahuan penghentian kerja sama militer dilayangkan ke pemerintah Australia pada 9 Desember 2016.

“Tapi ini sudah direspons oleh angkatan bersenjata Australia dan mereka akan segera memperbaiki hal tersebut,” kata Wuryanto.

Menurut dia, kerja sama bisa kembali dilakukan sampai hal-hal teknis yang ia sebutkan sebelumnya diperbaiki oleh otoritas Australia.

“Nanti kami akan berbicara lagi untuk melanjutkan kerja sama itu.”

Dilansir dari ABC, kerja sama militer Indonesia dan Australia ini dihentikan sementara setelah Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berlatih bersama pasukan komando Australia di salah satu tempat pelatihan militer di Perth. Seorang instruktur Kopassus merasa ada materi dalam pelatihan itu yang menghina Indonesia. Menurut instruktur itu, materi itu merendahkan lima dasar negara Indonesia, Pancasila.

Kepala Angkatan Darat Australia Letnan Jenderal Angus Campbell meyakinkan bahwa Australia tidak merekomendasikan adanya materi tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Senator Payne mengatakan Angkatan Darat telah menganggap ini hal serius. Penyelidikan pun tengah dilakukan.

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengatakan Australia berkomitmen untuk membangun hubungan pertahanan yang kuat dengan Indonesia. Sehingga pihaknya segera memulihkan hubungan kerja sama dengan Indonesia.

“Australia berkomitmen untuk membangun hubungan pertahanan yang kuat dengan Indonesia, termasuk melalui kerja sama dalam pelatihan. Kami akan bekerja untuk mengembalikan kerja sama dengan Indonesia sesegera mungkin,” kata Payne. (*)

(Sumber : Tempo.co)

 Komentar

 Terbaru

Politik13 Januari 2026 09:52
AHY Absen di Natal Demokrat Dampingi Prabowo, SBY Tegaskan Negara dan Rakyat Harus Didahulukan
JAKARTA — Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menjelaskan alasan ketidakhadiran Ketua Umum Pa...
Peristiwa12 Januari 2026 18:09
Kapal Jolloro Sansel United JB 2023 yang Dicari Tim SAR Gabungan Ditemukan, 3 POB Selamat
SELAYAR – Proses pencarian Kapal Jolloro Sansel United JB 2023 yang dilakukan Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Memasuki hari ketiga p...
Pemerintahan12 Januari 2026 18:00
Kunjungi IPA dan Kantor Perumda AM Tirta Jeneberang, Bupati Gowa Minta Peningkatan Layanan dan Kualitas Air Bersih
GOWA – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang melakukan peninjauan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pandang-Pandang dan Kantor Perumda AM Tirta Jene...
News12 Januari 2026 16:41
BPBD Sulsel Serahkan Bantuan Logistik Ke Pengungsi Banjir Kelurahan Katimbang
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel menyalurkan bantuan logistik dari Gubernur...