Logo Lintasterkini

Laksanakan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Butuh Waktu 15 Bulan

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Senin, 04 Januari 2021 23:56

Istimewa
Istimewa

JAKARTA — Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi, Minggu (3/1/2021) mengatakan hingga saat ini Indonesia masih menunggu izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 dari BPOM. Jika izin tersebut sudah keluar, vaksinasi dapat segera dilaksanakan secara bertahap pada 34 provinsi.

“Secara total, kita membutuhkan waktu 15 bulan, mulai Januari 2021 hingga Maret 2022 untuk menuntaskan program vaksinasi COVID-19 di 34 provinsi dan mencapai total populasi sebesar 181,5 juta orang,” katanya pada Konferensi Pers secara daring, Minggu (3/1/2021).

Pelaksanaan vaksinasi selama 15 bulan akan berlangsung dalam 2 periode, yakni Periode 1 berlangsung dari Januari hingga April 2021 dengan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi. pada periode 2 berlangsung selama 11 bulan, yaitu dari April 2021 hingga Maret 2022 untuk menjangkau jumlah masyarakat hingga 181,5 juta orang.

“Hal ini sekaligus mengklarifikasi pemberitaan yang muncul sebelumnya bahwa dibutuhkan waktu 3,5 tahun untuk merampungkan vaksinasi di Indonesia,” ucapnya.

Ia menjelaskan yang dimaksud 3,5 tahun itu adalah proyeksi penyelesaian vaksinasi untuk seluruh dunia, bukan untuk Indonesia.

Sebelum dan saat proses vaksinasi berlangsung, pemerintah tetap mendorong seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Vaksin bersama, penerapan disiplin 3M (Memakai Masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan) dan penguatan 3T (Tracing, Testing, Treatment) merupakan upaya lengkap dalam menekan penyebaran COVID-19 secara efektif.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi tenaga kesehatan dan petugas publik dan memprioritaskan mereka untuk menjadi kelompok pertama bersama pemerintah yang akan menerima vaksinasi,” ucap dr. Nadia.

Vaksin sangat penting bukan hanya untuk melindungi tenaga kesehatan dan pelayan publik sebagai individu. Namun juga, lanjut dr. Nadia lagi, untuk melindungi keluarga mereka, keluarga pasien, serta masyarakat secara luas.

“Kita sangat berharap dengan adanya vaksin, maka tenaga kesehatan, khususnya, dapat segera pulang dan bertemu dengan keluarga mereka,” tambahnya.

Lanjut juru bicara ini, begitu pentingnya proses vaksinasi, maka pemerintah berupaya sekuat tenaga untuk menghadirkan vaksin yang aman dan efektif. Hal ini sesuai saran dari ITAGI, WHO, dan para ahli untuk seluruh masyarakat Indonesia secara cuma-cuma. (*)

 Komentar

 Terbaru

Dalam 10 Hari Sudah 132 Ribu Nakes Divaksinasi Covid-19
Bersama Melawan Covid-1924 Januari 2021 04:10
Dalam 10 Hari Sudah 132 Ribu Nakes Divaksinasi Covid-19
''Jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi di 13.525 fasilitas layanan kesehatan yang ada di 92 kabupaten/kota di 34 provinsi sudah mencapai leb...
Sepekan Pasca Gempa Sulbar, Kondisi Pengungsi Masih Memprihatinkan ⁣
News24 Januari 2021 03:49
Sepekan Pasca Gempa Sulbar, Kondisi Pengungsi Masih Memprihatinkan ⁣
MAMUJU — Hari mulai gelap saat tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan logistik pangan untuk pengungsi yang jarang tersentuh bantuan kemanusiaa...
Tenaga Ahl BNPB Ungkap Doni Monardo belum Divaksin Covid-19
Bersama Melawan Covid-1924 Januari 2021 03:17
Tenaga Ahl BNPB Ungkap Doni Monardo belum Divaksin Covid-19
“Ini untuk meluruskan informasi bahwa Pak Doni sudah menjalani vaksinasi pada 13 Januari 2021. Padahal beliau akan divaksinasi pada pekan depan bers...
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Tertular Virus Corona Saat Makan Bersama
Bersama Melawan Covid-1924 Januari 2021 02:52
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Tertular Virus Corona Saat Makan Bersama
“Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka. Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah te...