Logo Lintasterkini

Wacana Pemekaran Luwu Raya–Toraja Mengemuka, Obrolan Hangat Para Tokoh Berlangsung di Jakarta

Muh Syukri
Muh Syukri

Rabu, 04 Februari 2026 22:35

Dari kiri : Bupati Luwu H Patahuddin, Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin Daud, Anggota DPR RI Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang dari Fraksi Partai Demokrat, Unru Baso dari Fraksi Partai Gerindra, Wakil Bupati Luwu Muhammad Dhevy Bijak Pawindu dan Kepala Bapenda Kabupaten Luwu H Sofyan Thamrin.
Dari kiri : Bupati Luwu H Patahuddin, Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin Daud, Anggota DPR RI Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang dari Fraksi Partai Demokrat, Unru Baso dari Fraksi Partai Gerindra, Wakil Bupati Luwu Muhammad Dhevy Bijak Pawindu dan Kepala Bapenda Kabupaten Luwu H Sofyan Thamrin.

JAKARTA — Wacana pemekaran wilayah Luwu Raya dan Toraja kian mengemuka dan perlahan merambah ruang-ruang pembahasan hingga ke tingkat pusat. Aspirasi yang tumbuh dari masyarakat dan elemen mahasiswa itu kini tidak lagi hanya bergema di daerah, tetapi juga menjadi topik yang kerap muncul dalam berbagai pertemuan informal para pemangku kepentingan.

Wacana ini juga mengemuka pada pertemuan santai dan penuh keakraban, sejumlah kepala daerah dan wakil rakyat asal Sulawesi Selatan yang menyempatkan diri bertemu pada Rabu (4/2/2026) sore di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.

Pertemuan tersebut tidak dibalut agenda resmi, melainkan sebagai ajang silaturahmi dan saling berbagi cerita. Dari obrolan ringan itulah, berbagai isu daerah, termasuk wacana pemekaran mengalir mengemuka.

Hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Luwu H Patahuddin, Wakil Bupati Luwu Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin Daud, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu H Sofyan Thamrin. Dari unsur legislatif nasional, turut hadir dua Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III, yakni Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang dari Fraksi Partai Demokrat dan Unru Baso dari Fraksi Partai Gerindra. Suasana pertemuan berlangsung cair tanpa sekat formalitas.

Dalam sharing tersebut, wacana pemekaran wilayah Luwu Raya disinggung sebagai bagian dari dinamika aspirasi masyarakat yang belakangan semakin terasa. Para tokoh ini saling bertukar pandangan tentang bagaimana aspirasi itu sebaiknya dikelola secara bijak dan bertahap.

Salah satu benang merah yang mengemuka adalah kesamaan antara Luwu Raya dan Toraja. Keduanya memiliki keterkaitan sejarah panjang, kedekatan budaya dan bahasa, nilai-nilai adat, serta relasi kekerabatan lintas wilayah yang masih terjaga. Kesamaan tersebut selama ini menjadi perekat sosial yang kuat, sehingga gagasan menyatukan Luwu Raya dan Toraja dalam satu provinsi baru kerap dianggap wajar oleh sebagian masyarakat.

Dari sisi geografis, wilayah ini juga saling melengkapi. Toraja dikenal sebagai kawasan pegunungan dengan kekuatan budaya dan pariwisata, sementara Luwu Raya sebagian berada di kawasan pesisir yang menjadi poros ekonomi dan konektivitas. Perpaduan pegunungan dan pesisir tersebut dinilai berpotensi mendorong keseimbangan pembangunan jika direncanakan secara matang dan terintegrasi.

Proses Jangan Tergesa-gesa

Anggota DPR RI Frederik Kalalembang menyampaikan bahwa wacana pemekaran memang sudah mulai dibicarakan di berbagai ruang, termasuk di tingkat pusat. Ia mengungkapkan bahwa formatur telah ada untuk menyusun langkah awal, namun menegaskan bahwa prosesnya tidak bisa tergesa-gesa.

“Pemekaran bukan sekadar membentuk wilayah baru, tetapi memastikan kesiapan administrasi, kajian akademik, kapasitas finansial, sumber daya manusia, hingga desain pemerintahan. Semua itu membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembahasan lanjutan akan terus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, agar pemekaran benar-benar menghadirkan manfaat dan bukan sekadar pemenuhan tuntutan sesaat. Menurutnya, kehati-hatian justru menjadi kunci agar cita-cita pemekaran tidak berujung pada persoalan baru.

“Untuk itu perlu kajian mendalam. Kita mendukung pemekaran namun jangan terburu buru dan tetap harus direncanakan dengan matang,” tambahnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi & Bisnis13 Februari 2026 07:46
Hotel Santika Makassar Luncurkan Paket Buka Puasa Turkish Escape, Hadirkan Nuansa Ramadan Berbeda di 2026
MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H / 2026, Hotel Santika Makassar kembali menghadirkan program tahunan paket buka puasa bersama. Tah...
Ekonomi & Bisnis13 Februari 2026 07:36
Selama Ramadan, The Rinra Makassar Siapkan 200 Varian Menu Iftar 
MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, The Rinra Makassar kembali menghadirkan program tahunan bertajuk Harmony of Ramadhan dengan men...
News12 Februari 2026 22:07
Camat Bontoala–Perumda Pasar Makassar Perkuat Kolaborasi Penataan Pasar dan Pengelolaan Sampah
MAKASSAR – Upaya menciptakan pasar yang tertib, bersih, dan nyaman terus diperkuat melalui sinergi lintas wilayah. Camat Bontoala, Fataullah, AP., M...
Gaya Hidup12 Februari 2026 20:09
Terbukti Bangun Mental Percaya Diri Penderita Mata Juling Melihat Wajah Dunia dengan Jelas, JEC ORBITA di Usia ke 25 Perkuat Komitmen
MAKASSAR, – RS Mata JEC ORBITA hadir bagi penderita mata juling (strabismus). Penderita mata juling ini membuat rasa tidak percaya diri.Bahkan m...