Logo Lintasterkini

Disnak Jatim Berhasil Kurangi Kasus Flu Burung

Muh Syukri
Muh Syukri

Selasa, 04 Juli 2017 14:50

Disnak Jatim Berhasil Kurangi Kasus Flu Burung

JATIM – Upaya mengurangi jumlah kasus Avian Influenza atau dikenal sebagai flu burung di Jatim terus digalakkan dan membuahkan hasil. Dari tahun ke tahun, jumlah kasus semakin menurun. Dari awal Januari 2017 hingga Juni 2017, angka kasus AI di Jatim sebanyak tujuh kasus saja.

Plt Kepala Dinas Peternakan Jatim, Dr Ir H Abdul Hamid MP mengatakan, pada musim pancaroba, penyakit flu burung masih harus tetap diwaspadai. Bahkan, vaksinasi terhadap unggas juga telah dilakukan pada tahun ini.

“Secara tren, kasus flu burung di Jatim mengalami penurunan. Selama tujuh tahun terakhir, kasusnya masih 150 lebih, namun tahun lalu hanya 11 kasus. Mudah-mudahan memberikan makna yang lebih baik kedepannya,” katanya didampingi jajaran Dinas Peternakan Provinsi Jatim.

Meskipun, diakuinya, pemerintah masih belum bisa memberikan pengendalian secara maksimal, namun Pemprov Jatim melalui Dinas Peternakan Provinsi Jatim menggalakkan program penerapan biosekurity di tiga zona untuk peternakan sektor tiga, disamping adanya program vaksinasi.

“Untuk vaksinasi, targetnya 70 persen dari jumlah populasi, akan tetapi kami masih ingin membudayakan partisipasi masyarakat agar mereka mau membeli vaksin sendiri. Jika andalkan pemerintah, maka tidak akan mampu mengkover semuanya,” ujarnya.

Disisi lain dijelaskan juga, diperkirakan saat ini masih ada virus AI yang tengah bermutasi. Mutasi virus AI itu ditengarai tidak membunuh sekaligus dalam jumlah banyak, namun produksi telur menjadi berkurang.

“Saat ini terdapat AI dengan sub tipe virus baru, banyak ditemukan di peternakan komersial. Jika selama ini virus AI menyebabkan kematian unggas secara massal, tetapi kematian tidak banyak namun produksi turun. Setelah dilakukan penelitian Balai Besar Veteriner, ditemukan sub tipe baru,” katanya.

Tahun ini, di Jatim telah diambil 500 sample untuk diujikan, jika ada virusnya maka akan diketahui sub tipe lama atau baru. “Jika ada sub tipe baru, maka vaksinnya akan berbeda dengan sebelumnya. Ini sebagai langkah early warning system untuk mengetahui perkembangan virus yang ada ,” paparnya.

Dikatakannya, menilik hal itu peternak tetap harus melangsungkan langkah preventif atau pencegahan, yaitu melakukan Biosecurity, seperti tidak sembarangan orang dapat masuk ke area kandang, mencuci tangan dan kaki, memakai pakaian khusus dan tidak sembarangan kendaraan dapat masuk.

Sementara mengenai langkah-langkah standar yang dilakukan jika terdapat temuan, pihaknya menurunkan tim reaksi cepat untuk melakukan penanganan pada kasus yang diketahui. Ada beberapa tahapan yang dilakukan, yaitu isolasi dan depopulasi atau menghabiskan populasi yang berada dalam satu kandang. (*)

 Komentar

 Terbaru

Sebelum Memperkosa, Pria di Pinrang Ancam Akan Bunuh Korbannya
Hukum & Kriminal21 April 2021 03:00
Sebelum Memperkosa, Pria di Pinrang Ancam Akan Bunuh Korbannya
"Kejadiannya pada 18 Maret 2021, di Sulili Barat Paleteang," ungkapnya melalui keterangan resminya....
Pengurus KPMP Cabang Tiroang Pinrang Resmi Dilantik
Dunia Kampus21 April 2021 02:08
Pengurus KPMP Cabang Tiroang Pinrang Resmi Dilantik
Ketua Umum PP KPMP, Abdullah Pocing berharap, jika pengurus cabang Tiroang yang telah dilantik dapat mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung...
Polres Soppeng Gelar Patroli Blue Light Sasar Balapan Liar
News21 April 2021 01:21
Polres Soppeng Gelar Patroli Blue Light Sasar Balapan Liar
Ada pun tujuan patroli ini, untuk menciptakan Kamseltibcar Lantas. Serta demi memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan....
Dana Kelurahan di Makassar Direfocusing ke Penanganan Covid-19
Bersama Melawan Covid-1920 April 2021 22:53
Dana Kelurahan di Makassar Direfocusing ke Penanganan Covid-19
Hal tersebut disampaikan Plt Kepala BPKA Makassar, Helmi Budiman kepada awak media, Selasa (20/04/2021)....