Logo Lintasterkini

Penerimaan Taruna Akpol Polda Jabar Kontroversi, Mabes Polri Ambil Alih

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Selasa, 04 Juli 2017 03:20

Penerimaan Taruna Akpol Polda Jawa Barat kisruh.
Penerimaan Taruna Akpol Polda Jawa Barat kisruh.

BANDUNG – Penerimaan Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2017 ini di jajaran Polda Jawa Barat berbuah kontroversi. Rekrutmen calon pemimpin masa depan Polri itu diwarnai aksi protes sejumlah orang tua calon Taruna yang mendaftar.

Aksi protes itu dipicu kebijakan kontroversial Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan, yang menerapkan kebijakan kuota khusus 51 persen kepada putra daerah untuk mendaftar Taruna Akpol. Belum lagi, Anton juga memberlakukan pemeriksaan kesehatan ulang calon taruna di akhir-akhir proses seleksi.

Dari hasil seleksi yang diumumkan Polda Jabar sebelumnya, kuota calon Taruna yang dikirim ke Akpol Semarang masuk dalam kategori putra daerah dan non putra daerah. Untuk kuota putra daerah, dari 13 peserta, terjaring hanya 12 orang.

Sedangkan dari non putra daerah, dari 22 peserta, hanya 11 orang yang berhak mengikuti seleksi Akpol di Semarang. Polda Jawa Barat juga meloloskan empat calon Taruni Akpol (Polwan). Sontak, kebijakan ini mendapat reaksi keras dari sejumlah orang tua calon.

Salah seorang orangtua peserta yang tidak lulus, Ibu Nani, menyayangkan kebijakan tersebut. Alasannya, sebelum ada kategorisasi putra daerah dan non putra daerah, anaknya berada dalam rangking kecil dan berpeluang besar lolos.

“Saya akan berjuang sampai titik darah penghabisan, untuk memperjuangkan anak saya. Kalau saja nilai anak-anak putra daerah lebih tinggi, saya tidak apa-apa. Tapi yang terjadi sekarang, mereka yang lolos dikirim ke Semarang nilainya di bawah nilai anak-anak kami,” ujar Nani di Mapolda Jawa Barat, seperti dilansir Viva.co.id.

Nani mengaku sudah 12 tahun tinggal di Bandung, mendampingi suami yang berdinas di TNI. Mengakui anaknya yang bukan orang Sunda asli, dia merasa tersinggung.

“Copot tuh gambar Garuda Pancasila, disana tertulis Bhinneka Tunggal Ika. Polda Jabar sudah tidak mengakui arti kebhinekaan,” katanya.

[NEXT]

Kegaduhan itu pun sampai ke telinga Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Kapolri langsung memerintahkan Asisten Sumber Kepala Polri Divisi Sumber Daya Manusia (As-SDM), Irjen Pol Arief Sulistyanto, turun ke Polda Jabar, menyelidiki apa yang terjadi.

“Keputusan Kapolda Jawa Barat dibatalkan. Saya ke sini dalam rangka melakukan supervisi terhadap proses penerimaan anggota Polri 2017 di Polda Jawa Barat. Kekisruhan yang terjadi tidak dikehendaki panitia pusat,” kata Arief di Mapolda Jawa Barat, kemarin.

Mabes Polri bergerak cepat memutuskan untuk mengambil alih proses seleksi penerimaan Taruna Akpol di Polda Jabar. Pengambil alihan proses seleksi ini buntut dari kebijakan Kapolda Jabar yang memberlakukan kuota khusus bagi putra daerah dalam proses seleksi Taruna Akpol. Dan itu menimbulkan polemik pada sebagian orang tua peserta.

“Seleksi daerah dari 35 orang menjadi 23 untuk mengikuti seleksi tingkat pusat, akan diambil alih oleh panitia pusat,” ujarnya.

Arief menambahkan, ia sudah berkoordinasi dengan Divisi Propam Mabes Polri untuk mengusut adanya dugaan penyimpangan dalam penerimaan calon Taruna Akpol.

“Untuk sanksi, akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh Divisi Propam. Intinya, Kapolri tidak akan memberikan toleransi apabila merugikan institusi Polri dan merugikan masyarakat,” imbuhnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

News15 Juni 2021 17:39
Sahruddin Said: 2020 Lalu Ada Operator PPDB Masukkan Data Fiktif
MAKASSAR — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Makassar tahun ini mendapat perhatian khusus dari legislator. Termasuk potensi permaian yang terjadi...
Advetorial15 Juni 2021 16:32
Pengumuman: Kantor PD BPR KMUP Pindah dari Jalan Gunung Bawakaraeng ke Pusat Niaga Daya
MAKASSAR — Kantor PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) KMUP kini berpindah ke Pusat Niaga Daya Blok F 5 B/10. Dari sebelumnya berada di Jalan Gunung Baw...
Hukum & Kriminal15 Juni 2021 16:04
Pelaku Pembunuhan dan Pembakaran Pria di Maros Diduga Sindikat Penjualan Anak di Bawah Umur
MAROS– Jajaran Polres Maros diback up Resmob Polda Sulsel akhirnya berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan dan pembakaran mayat di Bukit Kemi...
News15 Juni 2021 15:15
Viral Pegawai Masak BBQ di Kantor Kecamatan, Camat Rappocini Makassar: Itu Jam Istirahat
MAKASSAR — Sebuah foto yang menampilkan pegawai sedang memasak BBQ di Kantor Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, viral di media sosial (medsos). Dal...