Logo Lintasterkini

Buron 7 Tahun, DPO Kajari Mamuju Ditangkap

Muh Syukri
Muh Syukri

Senin, 05 Februari 2018 17:57

Tersangka saat menjalani pemeriksaan
Tersangka saat menjalani pemeriksaan

MAMUJU – Setelah sempat menjadi buronan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 7 tahun sejak tahun 2011 lalu, terpidana kasus korupsi dana Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulsel, Alam Bahari, yang merupakan pengusaha kontraktor, berhasil tertangkap di halaman Mesjid Raya Kota Mamuj, saat hendak melaksanakan shalat duhur, Senin (5/2/2018).

Penangkapan dilakukan setelah dinyatakan terbukti bersalah secara sah oleh Mahkamah Agung RI, dengan nomor putusan 15 K/Pid.Sus/2009 dan dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht). Namun semenjak putusan tersebut diterima sejak tahun 2009 lalu, belum sempat dieksekusi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terpidana Alam Bahari justru menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.

Sehingga pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju, pada tahun 2011 lalu menetapkan status Alam Bahari sebagai DPO. Kepala Kejari Mamuju, melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, membenarkan terkait adanya penangkapan tersebut.

“Buronan tersebut berhasil ditangkap oleh tim Intelijen Kejari Mamuju,” tukas Salahuddin, Senin (5/02/2018).

Buronan tersebut kata Salahuddin, tertangkap saat ia hendak melakukan shalat Duhur di Mesjid Raya, Kota Mamuju. Tanpa melakukan perlawanan terhadap tim yang hendak melakukan eksekusi.

Dalam perkara tersebut Alam Bahri, divonis pidana selama 5 tahun penjara. Denda Rp200 juta, subsider 4 bulan kurungan. Selain hukuman pidana, terpidana juga dibebankan untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp550 juta.

Dalam kasus ini terpidana, kata Salahuddin telah terbukti melakukan rekayasa proyek fiktif di Dinas Pekerjaan Umum (PU), dengan modus mengambil pinjaman uang kredit di Bank BPD Sulsel. Hingga mengakibatkan timbulnya kerugian negara sebesar Rp41 miliar.

Dengan cara menjaminkan dokumen kontrak proyek fiktif, yang direkayasa olehnya pada tahun 2009 lalu.

“Dari informasi yang kita peroleh dari tim JPU Mamuju. Terpidana ini sering bolak balik Makassar, Mamuju dan Pasangkayu. Untuk menghindari eksekusi terhadap dirinya,” tukas Salahuddin.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Mamuju. Mengatakan setelah melakukan eksekusi, langsung dibawa ke kantor Kejari Mamuju untuk menjalani pemeriksaan.

“Setelah kita periksa, terpidana langsung kita eksekusi di Rutan Mamuju, untuk menjalani masa hukumannya,” pungkasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal20 Januari 2022 14:54
Polisi Tangkap Penyebar Video Mesum Pelajar di Tana Toraja
TORAJA – Aparat Reskrim Polres Tana Toraja melakukan penangkapan terhadap YP (22) karena diduga merekam dan menyebarkan video mesum. YP (22), ad...
News20 Januari 2022 13:30
Sampah di Jalan Deppasawi Dalam Dibersihkan, Warga Apresiasi Camat Tamalate
"Hampir setiap hari warga membuang sampah di lokasi tersebut karena melihat ada penumpukan sampah. Jadi warga mengira kalau tempat itu jadi tempat sam...
Hukum & Kriminal20 Januari 2022 10:08
Sempat Ditahan di Polres Palopo, Warga Palopo ini Minta Keadilan ke Presiden Jokowi
"Selama 56 hari dari sejak tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan tanggal 28 Februari 2021 saya ditersangkan membuat dan memalsukan surat kematian ole...
Hukum & Kriminal20 Januari 2022 01:35
Klinik Kecantikan di Makassar Ini Sudah Palsukan 100 Lembar Hasil PCR
Ia ditahan setelah disangkakan dugaan pemalsuan hasil tes PCR COVID-19. Pelaku diamankan Polrestabes Makassar di klinik miliknya pada Jumat (14/1/2022...