Logo Lintasterkini

Massa Pendukung DIAmi Rusuh di Depan Kantor PT TUN

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Kamis, 05 April 2018 23:28

Ribuan massa pendukung DIAmi menggelar aksi massa di depan Kantor PT-TUN.
Ribuan massa pendukung DIAmi menggelar aksi massa di depan Kantor PT-TUN.

MAKASSAR – Massa pendukung pasangan calon (paslon) petahana, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) mengusung keranda mayat ke Kantor Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT-TUN) Kota Makassar, Kamis, (5/4/2018) siang. Aksi massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Makassar tersebut dalam rangka menyikapi putusan PT-TUN yang dinilai memicu konflik atas putusan yang mengebiri KPU Kota Makassar sebagai penyelenggara pilkada.

Hakim dinilai ‘masuk angin’ dan memenangkan gugatan agar KPU Kota Makassar membatalkan putusan penetapan pasangan Danny-Indira (DIAmi). Simpatisan yang melakukan aksi unjuk rasa menuding majelis hakim PT-TUN tidak berpihak pada kepentingan rakyat, tetapi memihak pada salah satu pasangan calon sebagai penggugat.

Putusan majelis hakim PT-TUN itu dinilai akan memicu konflik. Putusan itu membuat Kota Makassar menjadi arena perselisihan antar sesama.

“Saat ini kami masih menjaga sikap. Tapi jika pihak PT-TUN tidak mengambil keputusan secara benar, setiap detik masyarakat semakin akan bertambah disini dan kami akan terus menuntut dan lakukan perlawanan,” ungkap Uchu Mattawang, Ketua Gerakan Pemuda Mahasiswa Laskar Merah Putih (Gema LPM) Sulawesi Selatan saat berorasi di atas mobil pickup yang dijadikan mimbar orasi.

Aksi yang diikuti oleh berbagai elemen organisasi tersebut membawa tiga keranda mayat sebagai alat peraga protes atas keputusan PT-TUN yang dianggap tidak mencermati kondisi sosial di Makassar. Tiga keranda mayat tersebut diperuntukkan bagi tiga hakim yang mengadili gugatan Appi-Cicu yang kemudian dikabulkan PT-TUN.

Selain itu kain panjang putih betuliskan warna merah “DISEGEL OLEH RAKYAT MAKASSAR”. Situasi di lapangan sempat memanas.

Saat massa pendukung DIAmi akan melakukan pembakaran keranda jenazah sebagai matinya demokrasi, petugas kepolisian yang melakukan pengamanan sebelumnya meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dan melanjutkan orasinya dengan tertib dan aman. Usai melakukan pembakaran keranda jenazah, demonstran kemudian membubarkan diri menuju ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar. (*)

Penulis : Slamet

 Komentar

 Terbaru

News15 Juni 2021 17:39
Sahruddin Said: 2020 Lalu Ada Operator PPDB Masukkan Data Fiktif
MAKASSAR — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Makassar tahun ini mendapat perhatian khusus dari legislator. Termasuk potensi permaian yang terjadi...
Advetorial15 Juni 2021 16:32
Pengumuman: Kantor PD BPR KMUP Pindah dari Jalan Gunung Bawakaraeng ke Pusat Niaga Daya
MAKASSAR — Kantor PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) KMUP kini berpindah ke Pusat Niaga Daya Blok F 5 B/10. Dari sebelumnya berada di Jalan Gunung Baw...
Hukum & Kriminal15 Juni 2021 16:04
Pelaku Pembunuhan dan Pembakaran Pria di Maros Diduga Sindikat Penjualan Anak di Bawah Umur
MAROS– Jajaran Polres Maros diback up Resmob Polda Sulsel akhirnya berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan dan pembakaran mayat di Bukit Kemi...
News15 Juni 2021 15:15
Viral Pegawai Masak BBQ di Kantor Kecamatan, Camat Rappocini Makassar: Itu Jam Istirahat
MAKASSAR — Sebuah foto yang menampilkan pegawai sedang memasak BBQ di Kantor Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, viral di media sosial (medsos). Dal...