Logo Lintasterkini

Jokowi Minta Evakuasi Korban Bencana di NTT Tanggap

Isman
Isman

Senin, 05 April 2021 12:36

Presiden RI, Joko Widodo (Istimewa)
Presiden RI, Joko Widodo (Istimewa)

JAKARTA — Presiden Joko Widodo meminta penanganan bencana di Nusa Tengga Timur (NTT) segera dilakukan. Terutama dalam mengevakuasi korban.

Banjir bandang dan longsor terjadi di sejumlah daerah di pada Minggu (4/4/2021). Bencana ini menyebabkan banyak korban jiwa dan ratusan warga lainnya mengungsi.

Jokowi pun menginstruksikan Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, dan Panglima TNI serta Kapolri untuk segera melakukan evakuasi korban bencana.

Ia meminta agar penanganan bencana dilaksanakan dengan cepat dan baik termasuk pemberian bantuan pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, serta perbaikan infrastruktur.

Lebih lanjut, Presiden juga menyampaikan rasa duka citanya terhadap para korban meninggal dunia dalam musibah ini.

“Saya juga memahami kesedihan yang dialami saudara-saudara kita akibat dampak yang ditimbulkan akibat bencana ini,” tambahnya.

Jokowi pun mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya dari potensi bencana banjir dan longsor karena meningkatnya curah hujan yang ekstrim.

“Perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG dan aparat di daerah,” ucapnya.

Bencana yang terjadi di NTT ini merupakan dampak dari cuaca ekstrem akibat adanya dua bibit siklon tropis. BNPB menyebut, potensi curah hujan lebat dan angin kencang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada sepekan ini yakni 3-9 April 2021.

Bencana banjir di Kabupaten Sumba Timur, NTT mengakibatkan meluapnya sungai setempat. Sebanyak 4 kecamatan pun terdampak banjir. Akibatnya sebanyak 54 KK atau 165 jiwa mengungsi, sedangkan 109 KK atau 475 KK terdampak.

Sedangkan di Kabupaten Lembata, banjir bandang menewaskan 11 warga dan 16 lainnya hilang. Bencana juga terjadi di Kota Kupang, NTT yakni berupa angin kencang, longsor, banjir rob dan gelombang pasang.

Akibatnya, sebanyak 743 KK atau 2.190 warga terdampak. Selain itu, 10 rumah warga mengalami rusak sedang dan 15 titik akses jalan tertutup pohon tumbang.

BNPB juga melaporkan, bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Flores Timur pada Senin (5/4/2021) menyebabkan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike. Warga hilang masih tercatat sejumlah 24 orang dan meninggal dunia 44.(*)

 Komentar

 Terbaru

Kutip Arahan Mahfud MD, Fatmawati: Moderasi Butuh Kesadaran Masyarakat
News24 April 2021 00:19
Kutip Arahan Mahfud MD, Fatmawati: Moderasi Butuh Kesadaran Masyarakat
Mahfud MD memberi pengarahan kepada sejumlah kepada daerah di Sulsel. Bertempat di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (23/04/2021)....
Derita Tumor Mata, Balita di Toraja Butuh Biaya Berobat
News23 April 2021 23:46
Derita Tumor Mata, Balita di Toraja Butuh Biaya Berobat
Dokter di RSUD Lakipadada lalu menyarankan agar Aura dirujuk ke rumah sakit di Makassar....
Buka Peringatan Hari Kartini, Indira Jusuf: Istri Harus jadi Teladan
News23 April 2021 22:28
Buka Peringatan Hari Kartini, Indira Jusuf: Istri Harus jadi Teladan
Pada peringatan Hari Kartini kali ini, DWP Makassar mengangkat tema spirit perjuangan RA Kartini....
Fatmawati Pastikan Bantuan Korban Kebakaran Terpenuhi di Bontoduri
News23 April 2021 22:14
Fatmawati Pastikan Bantuan Korban Kebakaran Terpenuhi di Bontoduri
Di lokasi, Fatmawati berkeliling sembari menyapa warga. Juga menanyakan langsung kondisi korban pascakebakaran yang terjadi Kamis kemarin....