Logo Lintasterkini

Pasca Kenaikan BBM

Kapolda Sulsel Sebut Masyarakat Sulsel Cerdas, Tidak Mudah Terprovokasi

Herwin Bahar
Herwin Bahar

Senin, 05 September 2022 07:58

Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana
Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana

MAKASSAR – Presiden Jokowi resmi menaikkan harga BBM bersubsidi, yakni pertalite dan solar. Jokowi mengatakan hal ini terkait dengan peningkatan subsidi dari APBN. Pertalite naik menjadi Rp10.000 dan Solar menjadi Rp6.800.

Adanya kenaikan harga ini dinilai dapat mengurangi kebocoran penggunaan BBM bersubsidi. Terutama BBM jenis Pertalite maupun Solar subsidi.

Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman menyebut pemerintah memutuskan untuk mengerek harga BBM, maka dipastikan kebocoran penggunaan BBM bersubsidi dapat ditekan. Pasalnya, para pelaku penyalahgunaan akan berpikir dua kali jika gap antara harga jual dan harga keekonomian BBM semakin mengecil.

“Bisa (mengurangi kebocoran). Kalau gap semakin kecil, tidak menarik bagi pelaku penyalahgunaan. Kalau harga BBM naik, dan harga crude dan lain-lain stabil, kompensasi turun,” ujar Saleh belum lama ini.

Namun demikian, kenaikan BBM ini dibarengi dengan banyaknya isu negatif. Isu negatif yang berkembang bisa membuat stabilitas ekonomi dan keamanan yang terganggu.

Dampaknya, akan membuat masyarakat resah dan mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan yang tidak diinginkan. Akibat, kondisi yang sebelumnya dirasakan sudah aman, bisa berubah menjadi tidak aman.

Untuk itu Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana, selaku penanggungjawab keamanan di wilayah Sulawesi Selatan, meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan isu negatif seiring kenaikan BBM. Masyarakat sebaiknya selalu mengecek kebenaran setiap informasi yang diperoleh, sebelum mencerna dan bereaksi.

“Saya yakin warga Sulsel orangnya cerdas-cerdas sehingga tidak mudah percaya isu negatif yang diperoleh, utamanya melalui media sosial. Upayakan selalu cek kebenaran sebelum ikut menyebar isu-su tersebut,” ujarnya, Minggu (4/9/2022).

Jenderal bintang dua ini menyebutkan, pihaknya akan menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat Sulsel pasca naiknya BBM.

Mengingat akan ada bantuan sosial yang mengiringi kenaikan harga BBM bersubsidi, sebagai konsekuensinya. “Apalagi kita juga telah mendengar keputusan pemerintah bahwa adanya penetapan penyesuaian harga BBM. Namun kami imbau agar tetap tenang, jangan terpancing isu – isu negatif, maupun berita hoaks dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya lagi.

Mantan Kapolda Sulawesi Utara ini juga menambahkan akan terus memantau pasca naiknya harga BBM. Termasuk memantau ketersediaan BBM di lapangan dengan berkoordinasi dengan Pertamina, agar tidak ada penimbunan sehingga ketersediaan BBM tetap ada dan bisa dinikmati masyarakat. (*)

 Komentar

 Terbaru

News29 September 2022 16:13
Fatma Wahyudin Minta Ojol Day Setiap Selasa Ditinjau Ulang
MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyudin meminta penerapan Ojol Day setiap Selasa untuk ditinjau ulang. Khususnya pemberlakuannya u...
News29 September 2022 15:21
Operasi Zebra 2022, Ini Tujuh Prioritas Pelanggaran
MAKASSAR – Polri kembali melaksanakan operasi Zebra 2022. Pelaksanaannya mulai pada 3 Oktober hingga 16 Oktober 2022, serentak di seluruh Indone...
Hukum & Kriminal29 September 2022 14:04
Dikejar OTK Pakai Busur, Dua Remaja di Makassar Luka Serius
MAKASSAR – Nasib nahas menimpa dua remaja yakni RR (18) dan W (18). Keduanya mengalami luka akibat terjatuh dari motor setelah dikejar OTK (oran...
News29 September 2022 08:26
Pemkot Makassar Siapkan 53 Unit Kendaraan Damtor
MAKASSAR – Pemkot Makassar bakal menyediakan kendaraan pemadam kebakaran motor (damtor). Penyediaannya melalui Dinas Pemadam kebakaran dengan ma...