Logo Lintasterkini

Kapolda Sulsel : Dua Puluh Terduga Teroris Diamankan, Dua Tewas Tertembak Lantaran Melawan

Maulana Karim
Maulana Karim

Rabu, 06 Januari 2021 23:49

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam.

MAKASSAR – Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri kembali lagi berhasil melakukan serangkain penangkapan terhadap 20 terduga teroris di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (6/01/2020)

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Lintasterkini.com saat hendak di ringkus di Villa Mutiara oleh Densus 88 Anti Teror terduga teroris tersebut sempat melakukan perlawanan dengan menggunakan sejata tajam jenis parang dan senapan angin jenis Pre-Charged Pneumatic (PCP).

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Merdysam yang dikonfirmasi mengatakan bahwa memang benar sekitar 20 terduga teroris berhasil diamankan di Makassar, tiga yang tertembak dua diantaranya meninggal dunia SA dan MR.
Sementara untuk berinisial I harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Yang diamankan semuanya berjumlah 20 orang, dua meninggal dunia dan satu sementara dirawat akibat luka tembak,” Kata Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Merdysam.

Lanjut Merdy, Kata Merdy kebanyakan yang diamankan di Villa Mutiara merupakan jaringan JAD bersama dengan ratusan jamaah lainnya menyatakan baiat kepada Kilafah atau ISIS pada tahun 2015 di ponpes Aridho.

“Mereka semua aktif melakukan kajian khusus pendukung daulah di Villa Mutiara dan Yayasan Aridho. Dan bahkan pada tahun 2016 bersama keluarga hijrah atau bermaksud bergabung dengan organisasi ISIS di Suriah namun dapat dibatalkan di bandara Soetta,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Kata Irjen Pol Merdysam, 20 terduga teroris yang diamankan di Villa Mutiara, ada juga yang terlibat dalam pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral ZOLO Philipina.

Hal itu diungkapkan langsung Kapolda Sulawesi Selatan saat usai meninjau langsung ke Kompleks Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Menurut pak RT setempat mereka sudah lama tinggal dikompleks tersebut dan tertutup dengan warga sekitar, bahkan katanya sering didatangi oleh tamu dari luar yang tidak diketahui oleh warga sekitar dan pada saat warga mendekat dilarang,” ujar Irjen Pol Merdysam.

Mantan Kapolda Sulawesi Tenggara ini menambahkan bahwa sejak bulan oktober 2020 kelompok yang ada di Kompleks Vila Mutiara secara routin lakukan latihan menembak dan naik gunung (IDAD).

Sementara itu, diketahui dari 20 terduga teroris tersebut ada juga satu keluarga yang berhasil diamankan oleh Densus 88 Anti Teror di Kabupaten Gowa.

Kapolres Gowa AKBP Budi Susanto yang dikonfirmasi mengatakan bahwa memang benar ada satu keluarga yang diamankan Densus 88 di Kabupaten Gowa.

“Betul sudah diamankan densus 88 tadi subuh, satu terduga teroris, istrinya dan tujuh anak-anaknya,” ungkap Kapolres Gowa Budi Susanto.(*)

 

 

 

 

 Komentar

 Terbaru

Dalam 10 Hari Sudah 132 Ribu Nakes Divaksinasi Covid-19
Bersama Melawan Covid-1924 Januari 2021 04:10
Dalam 10 Hari Sudah 132 Ribu Nakes Divaksinasi Covid-19
''Jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi di 13.525 fasilitas layanan kesehatan yang ada di 92 kabupaten/kota di 34 provinsi sudah mencapai leb...
Sepekan Pasca Gempa Sulbar, Kondisi Pengungsi Masih Memprihatinkan ⁣
News24 Januari 2021 03:49
Sepekan Pasca Gempa Sulbar, Kondisi Pengungsi Masih Memprihatinkan ⁣
MAMUJU — Hari mulai gelap saat tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan logistik pangan untuk pengungsi yang jarang tersentuh bantuan kemanusiaa...
Tenaga Ahl BNPB Ungkap Doni Monardo belum Divaksin Covid-19
Bersama Melawan Covid-1924 Januari 2021 03:17
Tenaga Ahl BNPB Ungkap Doni Monardo belum Divaksin Covid-19
“Ini untuk meluruskan informasi bahwa Pak Doni sudah menjalani vaksinasi pada 13 Januari 2021. Padahal beliau akan divaksinasi pada pekan depan bers...
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Tertular Virus Corona Saat Makan Bersama
Bersama Melawan Covid-1924 Januari 2021 02:52
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Tertular Virus Corona Saat Makan Bersama
“Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka. Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah te...