Logo Lintasterkini

Ngantuk dan Lapar Saat Bekerja ? Anda Harus Tahu Ini

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Minggu, 06 November 2016 14:20

Ilustrasi mengantuk dan lapar saat bekerja.
Ilustrasi mengantuk dan lapar saat bekerja.

LINTASTERKINI.COM – Ketika bekerja, tentu godaan untuk istirahat akan datang menerjang, mulai dari rasa kantuk yang berat, pegal kurang bertenaga hingga kelaparan yang teramat sangat. Bila jawaban dari semua persoalan di atas adalah ngemil atau makan berat? Anda harus berhati-hati karena jawaban itu adalah salah satu indikasi dari carbo addiction.

Dr. Grace Judio-Kahl, seorang pakar diet dan pengamat gaya hidup ini, memberikan solusi bagi Anda untuk menerapkan Body Scanning untuk mengurangi asupan makanan berlebihan yang tidak perlu. Body Scanning adalah usaha untuk mengenali tubuh dan mengetahui batasan dari kondisi kenyang dan lapar dari tubuh kita.

Ada 5 indikator dalam Body Scanning, yaitu otak, mata, hidung, mulut dan perut. Bila merasa lapar, Anda harus mampu mengidentifikasi dari mana rasa lapar itu berasal.
“Tanya, yang buat saya makan itu dari mana sih? Otaknya kah yang kepengen, atau mata, atau hidungya membuat makan, atau mulutnya lagi gatel, atau perutnya,” terang Dr. Grace di Jakarta Food Editor’s Gathering di Crematology, Senopati beberapa waktu lalu.

Kondisi yang memperbolehkan Anda makan adalah ketika perut sudah lapar dan benar-benar minta diisi. Keinginan untuk makan selain dari perintah perut sebaiknya sudah mulai dikurangi, karena akan berdampak kelebihan karbohidrat hingga menyebabkan adiksi karbohidrat.

“Nah, ngantuk nih, kerjaan belum selesai. Tiba-tiba ada martabak di depan mata. Jadi dalam kasus ini yang teriak minta makan adalah matanya. Kita hanya boleh makan kalau perut yang perintahkan,” ungkap Dr. Grace.

Selain dari Body Scanning, hal lainnya yang dapat mengurangi kebiasaan Anda makan tidak terkendali adalah mulai memilih karbohidrat yang baik. Usahakan karbohidratnya memiliki Indeks Glikemik (GI) yang rendah.

Mengganti makanan dengan bahan yang alami serta mengusahakan makan dengan gizi lengkap dengan proporsi seperempat porsi karbohidrat, seperempat porsi protein, sedikit lemak dan setengah porsi sayur. (*)

(Sumber : Liputan6.com)

 Komentar

 Terbaru

News30 Juli 2021 22:12
Mobil Kemensos RI Tabrak Pesepeda di Makassar, Bupati Takalar yang Minta Maaf
MAKASSAR– Insiden tabrak lari yang dilakukan pengendara mobil Rescue Kemensos RI terhadap pesepeda di Jalan Nusantara Kota Makassar membuat Bupa...
News30 Juli 2021 21:55
Pengabdian 30 Tahun, Irjen Pol Merdisyam Berbagi 1000 Paket Bansos
MAKASSAR– Genap sudah 30 Tahun mengabdi, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol Merdisyam merayakan dengan menyerahkan bantuan s...
News30 Juli 2021 21:51
Tanggapi Kehadiran Kedai Studio Teh, Danny: Sangat Bagus, Lanjutkan!
MAKASSAR — Kehadiran Kedai Studio Teh mendapat dukungan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Diharapkan bisa menghidupkan ekonomi masyarakat di t...
News30 Juli 2021 21:23
Polisi Kejar Pengemudi Randis yang Tabrak Pesepeda di Jalan Nusantara
AKBP Muhammad Kadarislam Kasim juga menjelaskan, hingga saat ini pelaku belum melaporkan diri sejak terjadinya insiden kecelakaan tersebut. "Sampai sa...