Logo Lintasterkini

Laksanakan Vaksinasi Covid-19, Gubernur Sulsel Tunggu Izin EUA

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Kamis, 07 Januari 2021 23:21

Laksanakan Vaksinasi Covid-19, Gubernur Sulsel Tunggu Izin EUA

MAKASSAR — Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI telah mendistribusikan vaksin Covid-19 pada seluruh provinsi di Indonesia. Vaksin virus corona itu tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Maros, Sulawesi Selatan sejak tanggal 5 Januari 2021 sebanyak 30 ribu dosis.

Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan masih menunggu izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal itf u dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan Prof. H.M. Nurdin Abdullah kemarin.

“Kita akan segera mengirimkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac itu ke seluruh kabupaten/kota sebelum tanggal 13 Januari 2021. Kita sudah punya izin edar ke daerah, tinggal kita menunggu administrasi satu lagi yakni Emergency Use Authorization (EUA),” kata Prof Nurdin Abdullah.

Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar ini menambahkan, guna memperlancar proses pendistribusian vaksin ke berbagai kabupaten dan kota di Sulsel, pihaknya sudah menyiapkan kotak pendingin bersuhu minus 8 derajat celsius. Ia juga memastikan akan mengikuti seluruh petunjuk pemerintah pusat dalam proses vaksinasi di Sulsel.

“Termasuk pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan di rumah sakit dan puskesmas, serta vaksin itu diberikan kepada tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan,” ucapnya.

Sebagaimana dikabarkan Lintasterkini.com sebelumnya, bahwa Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI akan mulai melaksanakan program vaksinasi tahap I secara serentak mulai tanggal 14 Januari 2021 mendatang. Vaksinasi Covid-19 tahap pertama ini masih diperuntukkan bagi kelompok prioritas penerima vaksin yang telah dikirimi SMS pemberitahuan sebanyak 18,7 juta tenaga kesehatan (nakes), pelayan publik, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya.

Rincian sasaran vaksinasi tersebut yakni sebanyak 1,3 juta tenaga kesehatan serta penunjang pada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan petugas tracing kasus COVID-19. Selain itu, kelompok prioritas lainnya sebanyak 17,4 juta petugas pelayan publik sebagai garda terdepan, seperti TNI, Polri, Satpol PP, petugas pelayan publik transportasi (petugas bandara, pelabuhan, kereta api, MRT).

Pada kelompok prioritas yang akan menerima vaksin tahap I ini, termasuk diantaranya juga tokoh masyarakat dan tokoh agama di seluruh Indonesia. Vaksinasi diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 14 hari. (*)

 Komentar

 Terbaru

Pengungsi Gempa Sulbar di Makassar Batal Pulang karena Positif Covid-19
News25 Januari 2021 10:41
Pengungsi Gempa Sulbar di Makassar Batal Pulang karena Positif Covid-19
Herman mengatakan, para pengungsi gempa Sulbar saat tiba di Makassar menjalani pemeriksaan PCR yang difasilitasi Dinas Kesehatan Sulsel. Selama di Mak...
26 Januari-8 Februari, Mendagri Perpanjang PPKM Jawa-Bali 
Bersama Melawan Covid-1925 Januari 2021 02:56
26 Januari-8 Februari, Mendagri Perpanjang PPKM Jawa-Bali
JAKARTA — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali belum menunjukkan perkembangan menggembirakan. Untuk itulah, Pemerint...
Posko Daerah Berperan Tangani Krisis Pandemi dan Bencana
Bersama Melawan Covid-1925 Januari 2021 01:50
Posko Daerah Berperan Tangani Krisis Pandemi dan Bencana
"Keberadaan posko daerah ini berperan penting sebagai pusat bantuan dan koordinasi dalam masa darurat. Melalui posko ini, kami yakin penanggulangan pa...
Masyarakat di Lokasi Gempa Sulbar Abaikan Protokol Kesehatan
Bersama Melawan Covid-1925 Januari 2021 01:30
Masyarakat di Lokasi Gempa Sulbar Abaikan Protokol Kesehatan
"Kondisi di lapangan terlihat, masyarakat masih terlalu cuek dengan wabah (Covid-19) dan tidak menggunakan masker," kata Zecky Eko Triwahyudi, Minggu,...