Logo Lintasterkini

Pernah Bersaksi di Hak Angket, Jumras Dipanggil KPK “Kasus Dugaan Suap NA”

Budi S
Budi S

Minggu, 07 Maret 2021 14:48

Jumras (kanan) bersama Mulawarman (kiri)
Jumras (kanan) bersama Mulawarman (kiri)

MAKASSAR – Jumras, adalah mantan Kepala Biro Pembangunan Sekretariat Provinsi (Setprov) Sulsel. Pernah bersaksi di sidang Hak Angket yang bergulir di DPRD Sulsel, 2019 lalu.

Di sidang Hak Angket, Jumras memberi keterangan di depan Pansus DPRD Sulsel. Menyebut jika NA diduga telah menerima mahar Rp10 miliar dari seorang kontraktor saat Pilgub Sulsel 2018.

Kesaksian itu lalu dibantah NA. Kemudian melaporkan Jumras ke polisi. Jumras pun ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pencemaran nama baik.

Kasus tersebut tidak berlangsung lama. Karena Jumras telah menemui NA dan meminta maaf. Sehingga NA mencabut laporan itu.

Nama Jumras kini disebut-sebut kembali akan bersaksi atas kasus dugaan suap yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif, NA.

Keterangannya bakal diambil oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam waktu dekat ini.

Hal tersebut dibenarkan keluarga terdekatnya, Mulawarman. Kepada LINTASTERKINI, Mulawarman bilang, iparnya itu telah menerima panggilan via telepon untuk berangkat ke Jakarta.

“(Pak Jumras) akan ke KPK. Kalau tidak salah (hari) Rabu. Lagi menunggu undangan resmi (dari KPK),” kata Mulawarman melalui pesan singkat WhatsAppnya.

Mulawarman sendiri diketahui adalah wartawan senior. Pernah menulis buku sekaitan dengan Hak Angkat. Berjudul Hak Angket Kawal Demokrasi, dengan sub judul “DPRD Sulsel Menguak Dugaan Pelanggaran Gubernur Nurdin Abdullah”.

Dia juga dikenal sangat kritis terhadap kebijakan pemerintah. Meski begitu, dia belum mengetahui persis perihal pemanggilan Jumras oleh KPK.

“Sepertinya (saksi),” tuturnya.

Bantah Sitaan KPK Rp1,4 M Miliknya, NA: Bantuan Masjid

Pada kasus dugaan suap ini, penyidik KPK juga menemukan uang tunai di kediaman NA dan rumah jabatan Gubernur Sulsel. Hasil dari serangkaian penyelidikan dan penggeledahan.

Nilai uang yang disita penyidik lembaga anti rasuah itu terbilang fantastis. Selain uang Rp1,4 miliar, juga disita 10 ribu Dollar Amerika dan 190 ribu Dollar Singapura.

Hanya saja, NA membantah tudingan jika uang Rp1,4 miliar itu adalah miliknya. Apalagi jika dikaitkan dengan uang suap.

NA mengklaim, uang tersebut merupakan bantuan untuk pembangunan masjid.

“Itu bantuan masjid. Nanti kita jelasin,” kilah NA usai menandatangai berita acara penyitaan di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat pekan lalu.

Bahkan, NA tegas membantah semua tuduhan KPK. Meski dia bilang tetap menghargai proses hukum.

“Enggak ada yang bener. Pokoknya kita tunggu aja. Nanti di pengadilan ya. Kita hargai proses hukum,” pungkasnya.

Dia juga menyampaikan jika dirinya hingga kini belum diperiksa. Diagendakan berlangsung pada Senin besok (08/03/2021).

NA Disebut Telah Terima Rp3,4 M dari Kontraktor Lain

Diketahui, kasus dugaan suap ini, KPK juga telah menahan anak buah NA. Yakni Edy Rahmat, selaku Sekretaris Dinas PUTR Sulsel.

NA dan Edy ditetapkan sebagai tersangka karena diduga sebagai penerima suap oleh tersangka Agung Sucipto alias Anggu yang merupakan salah seorang kontraktor. Direktur PT Agung Perdana Bulukumba.

Hubungan NA dan Anggu sendiri diketahui sudah berlangsung lama. Semenjak dirinya masih menjabat Bupati Bantaeng dua periode.

Sebelum ketiganya ditetapkan sebagai tersangka, KPK turut mengamankan uang tunai Rp2 miliar dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Uang itu diduga berasal dari Anggu. Diberikan untuk mendapatkan proyek pembangunan infrastruktur di Sulsel.

Dari rilis yang disampaikan Ketua KPK, Firli Bahuri beberapa waktu lalu, NA juga bahkan diduga pernah menerima uang sebesar Rp3,4 miliar dari kontrak lainnya, sejak 2020. Total Rp5,4 miliar. (*)

 Komentar

 Terbaru

Kadishub Barru Dipolisikan Stafnya, Dugaan Pencabulan
Hukum & Kriminal20 April 2021 21:22
Kadishub Barru Dipolisikan Stafnya, Dugaan Pencabulan
Kapolres Barru, AKBP Gregorius Liliek Tribhawoni Iryanto membenarkan perihal laporan itu....
Sinyal Pergantian Seluruh Direksi Perusda di Makassar Menguat
Pemerintahan20 April 2021 20:44
Sinyal Pergantian Seluruh Direksi Perusda di Makassar Menguat
Konstribusi perusda masih rendah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga perlu penyegaran. Diawali dengan tahap evaluasi kinerja seluruh direk...
Mensos Santuni Korban Bom Gereja Katedral Makassar
News20 April 2021 20:12
Mensos Santuni Korban Bom Gereja Katedral Makassar
Dalam keterangannya, Risma menyebut, jika kondisi tiga korban mulai membaik. Hanya saja masih membutuhkan perawatan lanjutan....
6 Imigran di Makassar Diamankan Provokasi Larangan Berkendara
News20 April 2021 19:41
6 Imigran di Makassar Diamankan Provokasi Larangan Berkendara
Peran keenam Imigran tersebut sebagai provokator. Berupaya menghalang-halangi petugas saat hendak mengamankan motor di Wisma KPI....