Logo Lintasterkini

Mahasiswa Muhammadiyah Tutup Jalan hingga Bakar Ban, Sebut Jokowi-Ma’ruf Gagal Total

Andi Nur Isman
Andi Nur Isman

Rabu, 07 Juli 2021 15:03

Sejumlah mahasiswa Muhammadiyah di Makassar demo. Foto: CNN Indonesia.
Sejumlah mahasiswa Muhammadiyah di Makassar demo. Foto: CNN Indonesia.

MAKASSAR — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyebut pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin gagal total. Mereka tergabung dalam Aliansi Unismuh Satu.

Kemarin, Selasa (6/7/2021), mereka melakukan unjuk rasa di depan kampusnya yang beralamat di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Mereka menutup seluruh ruas jalan dengan menahan truk serta membakar ban. Hal itu tentu saja mengakibatkan kemacetan kendaraan yang panjang.

Dalam aksinya, mahasiswa-mahasiswa tersebut tampak membawa beberapa tuntutan dengan isu utama ‘Jokowi Ma’ruf Gagal Total’.

Dalam orasinya, Ketua BEM Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar, Darmawan, mengatakan bahwa kondisi bangsa saat ini sangatlah memprihatinkan.

Menurutnya, ada banyak produk kebijakan DPR dan Pemerintah yang dinilai tak mewakili aspirasi masyarakat sehingga ia pun menyebut Presiden Jokowi beserta wakilnya, Ma’ruf Amin, gagal total.

“Kami mengganggap seluruh kebijakan Jokowi Ma’ruf sudah gagal total yang tidak menguntungkan bagi masyarakat,” ujar Darmawan di Makassar, seperti dilansir CNN Indonesia pada Rabu (7/7/2021).

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa Muhammadiyah itu juga tampak membawa kain bertuliskan tuntutan agar Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma’aruf Amin untuk mundur dari jabatan.

Mereka turut membagikan kertas berisi pernyataan sikap selama kepemimpinan Jokowi dinilai terjadi proses deregulasi peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan semangat dan cita-cita negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.

“Penegakan hukum masih tebang pilih dan diskriminatif, masifnya praktik KKN oleh oknum birokrat di lingkup pemerintahan, supremasi masyarakat sipil dilemahkan,” bunyi tulisan dalam pernyataan sikap Aliansi Unismuh Satu.

Para mahasiswa Muhammadiyah tersebut menilai bahwa Pemerintah tidak konsisten dalam menetapkan dan memutuskan pengunduran kuliah tatap muka yang merupakan ketidakbecusan dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Selama kondisi pandemi ini terus dikomersilkan, maka pendidikan karakter untuk generasi masa datang terus mengalami kemunduran. Pendidikan yang masih tetap dilakukan dengan daring kami anggap tidak efektif dan tidak ideal!”

Tak hanya itu, para mahasiswa juga mendesak Pemerintah untuk segera menerbitkan Perppu dan menyelamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Batalkan RUU PPN dan hentikan komersialisasi pendidikan dan juga Covid-19!”

Sebagai informasi, aksi para mahasiswa Aliansi Unismuh Satu itu berlangsung dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Nah, menanggapi pernyataan sikap mahasiswa tersebut, Juru Bicara Preiden, Fadjroel Rachman, pun angkat bicara dan mengatakan bahwa kritik mereka merupakan hal yang biasa.

“Pak Jokowi sudah menjawab untuk BEM UI. Kritik itu biasa dalam demokrasi. Jantungnya demokrasi. Patuhi saja peraturan perundangan yang ada dalam melakukan kritik,” tanggapnya.(*)

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal25 Juli 2021 21:23
Tak Diberi Uang Saat Mau Gadai Barang, Penjual Ikan di Pinrang Tikam Korbannya Pakai Badik
PINRANG– Seorang pria berinisial NA 34 tahun di Kabupaten Pinrang diringkus polisi usai melakukan penganiayaan dengan menikam korbannya mengguna...
Hukum & Kriminal25 Juli 2021 20:12
Gara-gara Tersinggung, Dua Pria di Pinrang Aniaya Tiga Pemuda Pakai Celurit
PINRANG– Dua pria di Kabupaten Pinrang diamankan jajaran Resmob Satreskrim Polres Pinrang lantaran telah melakukan pengeroyokan. Kedua pria itu ...
Hukum & Kriminal25 Juli 2021 16:24
Kenalan Lewat Game Online, Pemuda Sidrap Setubuhi dan Bawa Lari Gadis di Bawah Umur
MAKASSAR– Unit Jatanras Kepolisian Resor Kota Besar Makassar berhasil mengamankan seorang pemuda yang melarikan anak di bawah umur. Pelaku adala...
News25 Juli 2021 13:27
Besok, Makassar Sudah Terapkan PPKM Level IV, Apa Saja yang Dibatasi?
Dalam rapat tersebut terungkap penerapan PPKM level IV juga akan diberlakukan di Sulawesi Selatan ( Sulsel ). Untuk di Makassar, pemberlakuan dilaksan...