Logo Lintasterkini

Pemkot Makassar Revisi PPKM, Salat Diimbau di Rumah, THM Dilarang Beroperasi

Andi Nur Isman
Andi Nur Isman

Rabu, 07 Juli 2021 23:02

Pemkot Makassar bakal merevisi Surat Edaran PPKM Mikro. Rencananya dikeluarkan pada Kamis (8/7/2021). (Foto: Andi Nur Isman)
Pemkot Makassar bakal merevisi Surat Edaran PPKM Mikro. Rencananya dikeluarkan pada Kamis (8/7/2021). (Foto: Andi Nur Isman)

MAKASSAR — Surat Edaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Makassar yang menuai kritik akhirnya direvisi. Edaran baru akan dikeluarkan Kamis (8/7/2021).

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Makassar sudah membicarakan pengkajian ulang peraturan tersebut.

Dalam edaran PPKM itu, ada beberapa poin yang menjadi sorotan publik. Terutama pada poin 7 dan poin 10 yang membenturkan pelarangan aktivitas di rumah ibadah dan tempat hiburan malam (THM).

Disebutkan pada poin 7 edaran tersebut, kegiatan ibadah di rumah ibadah ditiadakan sementara waktu sampai dengan wilayah yang dimaksud dinyatakan aman sesuai penetapan pemerintah.

Sementara pada poin 10, pelaksanaan kegiatan usaha rumah bernyanyi, kelab malam, diskotek, live musik, pijat atau refleksi, dan semacamnya diizinkan beroperasi hingga pukul 17.00 Wita. Pengunjung dibatasi hanya 25 persen.

Danny—sapaan Moh Ramdhan Pomanto— tak menampik kebijakan tersebut menimbulkan pro kontra di masyarakat. Makanya, ia segera melakukan pengkajian ulang untuk menyempurnakan peraturan pembatasan itu.

“PPKM di Makassar sudah enam kali berjalan. Kita masuk zona oranye makanya untuk sementara tempat ibadah tidak dibolehkan. Tapi ini sifatnya imbauan,” terang Danny, di kediaman pribadinya, Rabu malam (7/7/2021).

Kebijakan tersebut, diakuinya banyak mendapat sorotan. Hal inilah yang membuatnya mau tidak mau melakukan pengkajian ulang dan merevisi isi surat edaran PPKM tersebut.

Haslinya, ia memutuskan kegiatan usaha yang sebelumnya disebutkan pada poin 10 direvisi. Dari sebelumnya dapat beroperasi hingga pukul 17.00 Wita, kini berubah menjadi tidak diizinkan.

Keputusan tersebut, kata Danny, juga sudah dikomunikasin dengan ahli epidemiologi. Memang butuh pengetatan agar penularan Covid-19 tidak seperti yang terjadi di Pulau Jawa.

“Mencegah dari awal wabah Covid-19 ni lebih baik daripada harus menunggu kejadian seperti di Jawa, Bali dan India,” ujarnya.

Danny juga mengatakan tak ada larangan azan di dalam surat edarannya. Hanya saja masyarakat diimbau untuk lebih baik melaksanakan salat di rumah sambil menunggu penularan tertekan.

“Malam ini kita sudah bicarakan, dan besok (Kamis) rencananya akan langsung kita buatkan surat edaran yang baru sebagai penyempurnaan seurat edaran sebelumnya,” imbuh Danny.(*)

 Komentar

 Terbaru

Bersama Melawan Covid-1930 Juli 2021 00:02
Sinergitas dengan Kampus, Kapolrestabes Makassar Ajak Mahasiswa Vaksin
Witnu juga menambahkan bahwa semoga vaksin yang disalurkan untuk mahasiswa STMIK Handayani akan mencover sehingga tidak mudah untuk terpapar pandemi c...
Hukum & Kriminal29 Juli 2021 23:48
Polda Sulsel Akhirnya Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RS Batua Makassar
MAKASSAR– Kasus dugaan korupsi proyek RS Batua Makassar terus berlanjut dalam penyelidikan polisi. Kali ini, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel ki...
News29 Juli 2021 23:09
Plt Gubernur Apresiasi Kakek 67 Tahun di Makassar yang Bersepeda Belasan Kilo demi Vaksinasi
MAKASSAR– Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menemui seorang kakek yang rela bersepeda untuk mendapatkan vaksin. Perjuangannya diapres...
News29 Juli 2021 22:53
Wali Kota Makassar Bakal Naikkan Insentif Satgas Pengangkut Jenazah Corona
MAKASSAR– Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan (Danny) Pomanto akan menaikkan insentif tim satgas pengangkut jenazah covid-19. Tingginya kasus kemati...