Logo Lintasterkini

Abaikan Protokol Kesehatan, Positip Covid-19 Capai 9.000 Kasus

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Jumat, 08 Januari 2021 19:38

Kerumunan massa abaikan protokol kesehatan.
Kerumunan massa abaikan protokol kesehatan.

JAKARTA — Penambahan kasus positif Covid-19 per 7 Januari bertambah 9.321 kasus dengan jumlah kasus aktif 114.766 kasus atau persentasenya 14,4% dibandingkan rata-rata dunia 25,81%. Jumlah kesembuhan sebanyak 659.437 kasus atau 82,7% dibandingkan rata-rata dunia 72,03%.

Pada kasus meninggal sebanyak 23.520 kasus atau 2,9% dibandingkan rata-rata dunia 2,16%. Meski demikian, penambahan angka kasus per hari ini menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, sangat disayangkan karena mencapai angka tertinggi dalam penambahan kasus harian.

Lonjakan kasus hari ini juga dinilai sebagai dampak dari masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021 dan akibat semakin abainya masyarakat dalam kepatuhan disiplin protokol kesehatan.

“Berat bagi saya untuk menyampaikan data ini. Penambahan kasus positif harian per hari ini, adalah yang tertinggi sejak awal pandemi (Maret), mencapai 9 ribu. Bahkan angka ini meningkat hampir 500 (kasus) hanya dalam waktu satu hari ini. Ini adalah imbas dari libur panjang,” ujar Wiku memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/1/2021).

Seharusnya, perkembangan kasus Covid-19 paska libur panjang 3 periode sebelumnya, bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. Malahan paska libur panjang periode keempat di tahun 2020, penanganan Covid-19 belum bisa diperbaiki, meskipun pemerintah sudah bekerja keras menekan penularan kasus.

“Ini adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan perlu untuk segera dihentikan,” tegas Wiku.

Dari data Sistem Monitoring Bersatu Lawan Covid (BLC) Perubahan Perilaku terlihat sejak Minggu ketiga September hingga minggu keempat Desember, grafik persentase kepatuhan menurun. Pada kepatuhan memakai masker, menurun 28%, persentase kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan menurun 20,6%.

“Temuan minggu ini sangatlah berbahaya. Karena menggambarkan adanya sikap abai di tengah masyarakat atas pentingnya penerapan protokol kesehatan. Sikap abai ini bukan hanya semata-mata kesalahan masyarakat, tetapi juga bagian tidak berhasilnya penegakan dan pengawasan dari masing-masing pemerintah daerah,” kritik Wiku. (*)

 Komentar

 Terbaru

Panglima TNI Pimpin Sertijab Pangkohanudnas
News04 Maret 2021 03:49
Panglima TNI Pimpin Sertijab Pangkohanudnas
JAKARTA — Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Panglima Komando Pertahanan Udara Na...
Pengungsi di Lokasi Bencana Dibagikan Masker Berkualitas  
Bersama Melawan Covid-1904 Maret 2021 03:43
Pengungsi di Lokasi Bencana Dibagikan Masker Berkualitas
“Kami telah mengirimkan ratusan paket bahan pangan dan masker ke beberapa titik terparah bencana gempa di Majene dan Mamuju. Masker medis yang diber...
Update 3 Maret, Positif COVID-19 Bertambah Mencapai 1.353.834 Kasus
Bersama Melawan Covid-1904 Maret 2021 03:35
Update 3 Maret, Positif COVID-19 Bertambah Mencapai 1.353.834 Kasus
JAKARTA – Perkembangan pasien COVID-19 per Rabu (3/3/2021), pasien terkonfirmasi positif hari ini masih bertambah sebanyak 6.808 kasus. Dan juml...
Peningkatan Zona Kuning Menjadi Motivasi Daerah Masuk Zona Hijau
Bersama Melawan Covid-1904 Maret 2021 03:32
Peningkatan Zona Kuning Menjadi Motivasi Daerah Masuk Zona Hijau
"Yang perlu diperhatikan ialah jumlah kabupaten/kota di zona oranye perlu segera ditekan, agar dapat berpindah ke zona kuning, mengingat sebagian besa...