MAKASSAR – Hubungan antara penjual gorengan dengan Pegadaian dapat disebut sebagai bentuk simbiosis yang saling menguntungkan. Bagi pedagang kecil, salah satu tantangan utama adalah ketersediaan modal harian untuk membeli bahan baku seperti minyak, tepung, atau sayuran. Melalui produk Pegadaian, seperti Gadai Emas atau Kredit Usaha Rakyat, kebutuhan modal ini bisa terpenuhi tanpa harus meminjam ke rentenir dengan bunga tinggi.
Tidak hanya soal modal, pedagang gorengan juga bisa memanfaatkan layanan Tabungan Emas. Dari keuntungan harian yang terkadang berupa recehan, mereka tetap bisa menyisihkan sedikit demi sedikit untuk ditukar menjadi emas. Tabungan emas ini memberikan rasa aman sekaligus menjadi bentuk investasi jangka panjang bagi pedagang yang sebelumnya jarang tersentuh layanan keuangan formal.
Di sisi lain, Pegadaian memperoleh manfaat dengan semakin luasnya jangkauan inklusi keuangan ke masyarakat menengah ke bawah. Dengan masuknya para pedagang kecil, Pegadaian mampu memperkuat misi sosialnya: membantu masyarakat sekaligus memperluas basis nasabah. Hubungan ini membuktikan bahwa lembaga keuangan dan usaha mikro dapat berjalan seiring untuk membangun perekonomian rakyat.
Baca Juga :
Seperti yang diungkapkan Rahma (40), penjual gorengan rumahan di Makassar, “Dulu saya sering kesulitan modal kalau harga minyak naik. Sekarang kalau butuh tambahan dana, saya bisa menggadaikan perhiasan sebentar di Pegadaian. Selain itu, saya juga mulai menabung emas dari sisa keuntungan. Rasanya lebih tenang karena ada jaminan untuk masa depan.”
#mengEMASkanindonesia


Komentar