Logo Lintasterkini

Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp.15.253

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Senin, 08 Oktober 2018 16:25

Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.253 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan di pasar spot siang ini, Senin (8/10/2018). Posisi ini melemah 70 poin dari akhir pekan lalu, Jumat (5/10/2018).

Dirilis cnnindonesia.com, sepanjang tahun ini, rupiah sudah melemah 12,38 persen. Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di Rp15.193 per dolar AS.

Posisi ini juga melemah 11 poin dari kurs Jisdor pada akhir pekan lalu di Rp15.182 per dolar AS. Pelemahan rupiah hari ini terjadi di sela berlangsungnya pertemuan tahunan 189 negara anggota Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali 8 hingga 14 Oktober mendatang.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan rupiah melemah karena sentimen positif dari AS terus meningkat dan berhasil membuat dolar AS kian perkasa. Sentimen positif itu datang dari rilis sejumlah data ekonomi Negeri Paman Sam yang berada di atas ekspektasi pasar.

Data ekonomi terakhir yang dirilis dan memberi sentimen positif ke dolar AS, yaitu berkurangnya angka pengangguran di Amerika. Angka pengangguran tercatat hanya 3,7 persen pada September 2018. Angka ini terus turun di era Presiden AS Donald Trump dari 4,8 persen di 2016 dan 4,3 persen pada 2017.

“Kemudian, yield US Treasury (imbal hasil surat utang AS) bertenor 10 tahun sampai ke angka 3,3 persen. Solidnya data tenaga kerja AS membuat yield naik,” ujar Dini.

Di tengah sentimen negatif dari luar negeri tersebut, dari dalam negeri justru rupiah tidak mendapatkan sentimen positif. Menurutnya, meski saat ini tengah dilangsungkan pertemuan tahunan IMF-WB 2018, hal tersebut tak mampu membuat rupiah kuat.

Meski, kedatangan para tamu undangan seharusnya bisa menambah pasokan dolar AS di dalam negeri. Namun, menurutnya, pasar kini tengah mengesampingkan sentimen dengan lebih berpatok pada penguatan dolar AS dan naiknya yield US Treasury.

“Pertemuan tahunan tersebut tidak memberikan pengaruh. Meski, secara riil ini sudah jelas menjanjikan. Tapi penguatan dolar AS tetap paling menjanjikan (untuk pasar), apalagi suku bunga dan US Treasury naik,” pungkasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

News13 Juni 2021 12:01
7 Pasangan Remaja Digerebek Polisi Saat Mesum di Kamar Wisma
MAKASSAR– Tujuh pasangan muda mudi diciduk personel Kepolisian Sektor Manggala saat sedang asyik mesum di sebuah wisma di Kota Makassar, pada Sa...
Hukum & Kriminal13 Juni 2021 11:17
Operasi Premanisme, Polisi Tangkap 2 Dua Pemalak Parkir Liar di Sinjai
SINJAI– Operasi Premanisme dan pungli kini gencar dilakukan Kepolisian Resor (Polres) Sinjai di wilayah hukumnya. Giat Operasi Premanisme dan Pu...
Hukum & Kriminal12 Juni 2021 22:16
Polrestabes Makassar Jaring Ratusan Preman yang Kerap Palak Kendaraan
MAKASSAR– Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menjaring seratus orang preman. Para preman tersebut berkedok sebagai juru parkir l...
News12 Juni 2021 21:38
Polisi Sebut Mayat Hangus di Maros Dibunuh Sebelum Dibakar, Ada Luka Tusuk
MAROS– Polisi mengungkap fakta baru mayat pria hangus di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang sengaja dibakar hidup-hidup. Korban pun patut di...