Logo Lintasterkini

Hasanuddin Leo Minta Warga Terlibat Jaga Situasi Kondusif Makassar

Muh Syukri
Muh Syukri

Kamis, 09 Juni 2022 19:20

Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo
Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo

MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo, kembali bertemu dengan konstituen Daerah Pemilihan (Dapil) V, meliputi Kecamatan Mamajang, Mariso, dan Tamalate.

Agendanya, sosialisasi penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2021 tentang Ketertiban Umum, Ketentraman, dan Perlindungan Masyarakat di Hotel Travellers Makassar, Rabu (8/6/2022).

Leo, sapaan akrab Hasanuddin Leo, mengatakan, perda hadir sebagai pengingat bahwa ada aturan yang mengikat. Tujuannya, roda kehidupan tidak semrawut.

“Kita minta, peserta bisa menyampaikan ke lingkungan masing-masing mengenai perda ini bahwa ternyata ada aturan soal ketertiban umum,” ungkapnya.

Leo mengatakan, sifat yang sering memutus silaturahmi atau dalam bahasa Makassar-nya, bombe’, merupakan indikasi ketidaktentraman di masyarakat.

“Kalau ada perselisihan, segeralah memaafkan. Supaya, masyarakat dan lingkungan menjadi tentram,” ucapnya.

Leo berharap, lahirnya perda ini bisa meminimalisir permusuhan di Kota Makassar. Sehingga, masyarakat lain merasa aman dan nyaman, terutama pendatang mencari rezeki di Kota Anging Mamiri.

“Pemerintah daerah wajib menciptakan wilayah kondusif, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan baik,” katanya.

“Pembangunan yang dilakukan tanpa kondisi kondusif, maka pembangunan tidak berjalan yang diharapkan,” tambahnya.

Leo menjelaskan, menciptakan situasi kondusif berada di masing-masing pribadi. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa melibatkan masyarakatnya.

“Sekali lagi, kalau ada hal-hal kesalahapaman bisa diselesaikan dengan baik-baik. Kita bisa lakukan pertemuan yang dapat mengeratkan silaturahmi antar kita semua,” jelasnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Iman Hud, mengatakan, perda yang diterbitkan legislatif dan eksekutif bertujuan untuk mengatur kehidupan.

“Secara umum, daerah punya kewenangan dalam mengatur wilayahnya yang mengacu pada undang-undang,” katanya.

Secara prinsip, kata Iman, masyarakat mengetahui maksud dan tujuan regulasi dihadirkan. Bahkan, agama ada untuk mengatur semua kehidupan manusia agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.

“Semua ada jalannya, semua ada aturannya. itu untuk bisa mendapatkan surga jika berbicara konteks agama. Nah, perda tentang ketertiban umum hadir untuk mengatur masyarakat,” jelasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

News06 Februari 2023 10:13
Prakiraan BMKG, Cuaca Ekstrem Landa Sulsel Sepekan ke Depan
JAKARTA– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem akan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Selat...
News06 Februari 2023 09:33
Patut Dicontoh, Kapolres Soppeng Bersama Komunitas Gotong Royong Bersihkan Masjid
SOPPENG – Kapolres Soppeng, AKBP Muhammad Yusuf Usman, bersama Komunitas Bersih-bersih Masjid Soppeng melaksanakan gotong royong di Masjid Nurul...
News06 Februari 2023 08:13
Pasar Terong Makassar Terbakar, 24 Kios Ludes
MAKASSAR – Pasar Terong, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terbakar pada Minggu (5/2/2023) malam sekitar pukul 21.00 Wita. Sedikitnya 24 kios lud...
Wisata dan Budaya05 Februari 2023 13:31
Mau Healing, Coba ke Taman Batu Karst Balocci
PANGKEP – Pusing mau kemana untuk healing atau sekadar jalan-jalan? Mungkin tempat ini bisa jadi salah satu pilihan untuk kalian. Apalagi, jika ...