Logo Lintasterkini

Menteri Susi Ungkap Cara Ilegal Filipina Tangkap Ikan di NKRI

Muh Syukri
Muh Syukri

Jumat, 09 Desember 2016 06:17

ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA – Empat perusahaan perikanan di General Santos, Filipina, diduga terlibat dalam kasus penggunaan KTP Indonesia oleh anak buah kapal Filipina untuk dapat menangkap ikan di Indonesia. Keempat perusahaan berinisial RDP, CCT, PCC, dan CCC, itu menggerakkan tersangka DL melalui pembiayaan aktif untuk menjadi penerima ABK Filipina dan mengatur proses perizinan kapal serta identitas kependudukan.

“Modus ini dilakukan agar mereka dapat melakukan penangkapan ikan di Indonesia dengan menggunakan kapal-kapal pamboat dari Filipina yang sistem pendaratannya 3:1, yakni satu kali penangkapan didaratkan di Bitung, sedangkan tiga penangkapan lainnya didaratkan di General Santos,” papar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (8/12/2016).

Kasus penggunaan KTP Indonesia oleh ABK Filipina di Bitung merupakan pengembangan dari kasus penangkapan dua kapal pelaku illegal fishing, yakni KM Dvon dan KM Triple D-001 pada 30 September.

Berdasarkan pemeriksaan, diduga kuat 22 ABK Filipina pada kedua kapal tersebut memiliki dan menggunakan e-KTP Indonesia untuk dapat menangkap ikan di perairan Bitung. Kasus itu kini ditangani oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Sulawesi Utara.

Enam tersangka telah ditetapkan dalam kasus tersebut, yakni DL selaku pemilik kapal dan NS, JA, AS, KA, dan NR, selaku pejabat Pemkot Bitung. “Kasus ini akan terus dikembangkan agar korporasi dan master mind (pelaku utama) kejahatan terungkap dan dapat diproses secara hukum,” kata Susi. (*)

 Komentar

 Terbaru

Nasional29 Juli 2021 17:47
Kopel Minta Setop Fasilitas Isoman bagi Anggota DPR
MAKASSAR — Fasilitas Isolasi Mandiri (Isoman) untuk anggota DPR yang terpapar Covid-19 disorot Komite Pemantau Legislatif (Kopel). Terlalu diistimew...
Hukum & Kriminal29 Juli 2021 17:33
Diduga Gegara Dendam, Seorang Warga Maroneng Pinrang Tewas Ditebas Parang
PINRANG –La Saleng, warga Desa Marineng Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang tewas mengenaskan setelah ditebas senjata tajam jenis Parang oleh ...
Hukum & Kriminal29 Juli 2021 16:01
Saksi Sebut NA Tak Terlibat di Bantuan Dana CSR Masjid
"Selesai peletakan batu pertama, Saya makan siang bersama. Pak Petrus sampaikan bahwa dia sumbangkan Rp100 juta untuk masjid, Saya spontan bilang saya...
News29 Juli 2021 13:54
Gerakan Peduli PKL, Ditlantas Polda Sulsel Borong Dagangan dengan Harga 10 Kali Lipat
Aksi kepedulian ini di motori Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel AKBP M Yusuf Usman setelah mendapat instruksi langsung dari Dirlantas Polda Sul...