Logo Lintasterkini

Penjual Roti Gagahi Paksa Anak Dibawah Umur

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Senin, 10 Oktober 2016 21:48

ilustrasi
ilustrasi

MAKASSAR – Adriyanus Palaituka (26), seorang penjual roti keliling nekat melampiaskan syahwatnya secara paksa dengan mengancam wanita yang menjadi korbannya sebut saja bernama Melati dengan sebilah pisau. Ulah bejat pelaku yang nekat mengagahi korban terjadi di rumah indekos Melati di Jalan Adiyaksa Baru Kecamatan Panakukang, Sabtu dini hari (9/10/2016) sekira pukul 00.30 Wita.

Tak terima dengan perlakuan Adriyanus itu, maka Melati yang masih terbilang anak di bawah umur itu, langsung melapor ke Mapolsek Panakkukang. Korban itu menceritakan kepada polisi yang menerima laporannya bahwa dirinya ditindih oleh pelaku hingga 2 kali. Menurut pengakuannya, niat pelaku terpaksa terpenuhi sebab dia memaksa berhubungan intim sambil mengancamnya dengan pisau.

“Saya pasrah saja pak karena takut, dia ancamka pakai pisau. Malahan dia melakukannya sampai dua kali,” ungkap korban, Melati kepada polisi.

Melati menceritakan, awalnya sebelum kejadian pelaku datang ke rumahnya. Dia mengetuk-ketuk pintu berulang kali, hingga korban membuka pintu rumah.

“Saya di rumah kos sedang tidur, lalu Adriyanus datang. Saat itu saya tidak tahu siapa yang datang, jadi saya buka pintu ternyata dia (Adriyanus),” beber korban.

Begitu pintu dibuka Melati, pelaku Adriyanus langsung memeluk korban dan meminta paksa untuk berhubungan intim. Sontak korban terkejut, dan tentu saja menolak permintaan yang tidak masuk akal itu.

“Dia (Driyanus) datang meminta untuk dilayani berhubungan badan tapi saya ‎menolaknya, bahkan saya meronta. Namun dia mengancamku dengan pisau, jadi saya tidak bisa lagi melawannya,” kisah Melati lagi.

Merasa bahwa dirinya sudah hampir menguasai korban sepenuhnya, pelaku mulai melepas satu per satu pakaian korban. Tanpa berpikir sehat lagi, pelaku langsung menyalurkan keinginan syahwatnya yang sudah tak dapat dia bendung, hingga korban pun harus pasrah ditindih sebanyak 2 kali.

Sementara itu Kapolsek Panakkukang Kompol Wahyudi Rahman yang dikonfirmasi, Senin (10/10/2016) mengaku belum mengetahui adanya laporan korban Melati. Menurutnya, jika ada korban pelecehan seksual anak di bawah umur, biasanya ditangani oleh Bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

“Saya belum tahu laporan itu, saya akan cek dulu laporannya,” ujar Kompol Wahyudi dari ujung ponselnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Bersama Melawan Covid-1930 Juli 2021 00:02
Sinergitas dengan Kampus, Kapolrestabes Makassar Ajak Mahasiswa Vaksin
Witnu juga menambahkan bahwa semoga vaksin yang disalurkan untuk mahasiswa STMIK Handayani akan mencover sehingga tidak mudah untuk terpapar pandemi c...
Hukum & Kriminal29 Juli 2021 23:48
Polda Sulsel Akhirnya Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RS Batua Makassar
MAKASSAR– Kasus dugaan korupsi proyek RS Batua Makassar terus berlanjut dalam penyelidikan polisi. Kali ini, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel ki...
News29 Juli 2021 23:09
Plt Gubernur Apresiasi Kakek 67 Tahun di Makassar yang Bersepeda Belasan Kilo demi Vaksinasi
MAKASSAR– Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menemui seorang kakek yang rela bersepeda untuk mendapatkan vaksin. Perjuangannya diapres...
News29 Juli 2021 22:53
Wali Kota Makassar Bakal Naikkan Insentif Satgas Pengangkut Jenazah Corona
MAKASSAR– Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan (Danny) Pomanto akan menaikkan insentif tim satgas pengangkut jenazah covid-19. Tingginya kasus kemati...