Logo Lintasterkini

Mengobarkan Semangat Kepahlawanan di Kaum Pemuda

Muh Syukri
Muh Syukri

Sabtu, 10 November 2012 08:34

Aripianto
Aripianto

Aripianto

Peristiwa 10 November yang diperingati sebagai hari pahlawan, yang pada saat sekarang kita kembali mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan jiwa, raga dan hartanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Dikisahakan pada saat itu para pejuang bertempur mati-matian untuk melawan tentara Inggris di Surabaya, yang pada saat itu pejuang hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya menggunakan bambu runcing.

Dalam memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2012 seharusnya bukanlah sebatas seremonial saja. Melainkan berusaha mewarisi semangat kepahlawanan sebagai inspirasi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, mengisi kemerdekaan melalui pembangunan. Dengan dengan melakukan aksi realitas yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari berusaha menanamkan komitmen moral dan perjuangan dalam meneruskan cita-cita para pahlawan dengan bekerja lebih keras, ulet serta penuh pengabdian kepada bangsa dan negara, dilandasi semangat kesetiakawanan sosial nasional.

Nilai-nilai semangat kepahlawanan masih tetap relevan untuk generasi bangsa Indonesia. Apalagi di tengah persaingan dunia saat ini, diperlukan langkah-langkah bersama meningkatkan sumber daya manusia (SDM), yang sangat dibutuhkan guna mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. Dan langkah bersama ini juga sebagai modal dalam menghadapi atau menjawab tantangan globalisasi yang makin kompleks.

Jika melihat realitas saat ini, ada kecenderungan mulai terkikisnya nilai-nilai patriotisme. Generasi bangsa saat ini nyaris hilang rasa bela bangsanya, karena lebih mengedepankan ego sentralisme. Padahal hilangkan sikap ego sentralisme ini dapat mengikis nilai persatuan. Sebagai generasi bangsa harus selalu memupuk nilai-nilai perjuangan, yang pernah dikobarkan para pahlawan kita. Yaitu dengan mendahulukan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi.

Mampu menjaga nama baik bangsa dan negara Indonesia. Juga mampu berprestasi dalam berbagai bidang untuk mengarumkan nama bangsa dan negara Indonesia. Dan yang tak kalah pentingnya, generasi bangsa harus setia kepada bangsa dan negara Indonesia, apalagi dalam menghadapi masuknya dampak negatif globalisasi ke Indonesia dan untuk menumbuhkan kembali semangat dan nilai kepahlawanan, seluruh eleman bangsa, mulai pemerintah, masyarakat, dan seluruh anak bangsa bersama-sama membangun kesadaran kolektif.
Menanamkan semangat juang dikaum pemuda

Pada jaman sekarang pemuda-pemudi di Indonesia sudah banyak yang tidak memperdulikan dan menumbuhkan semangat perjuangan serta semangat kemerdekaan Indonesia yang seharusnya generasi muda bisa menumbuhkan semangat perjuangan dengan cara yang simple dan mudah seperti di dalam kehidupan sehari-hari minsalnya saja mengiikuti kegiatan upacara pagi setiap hari senin, belajar tentang semangat para pejuang yang telah gugur, berkunjung kemuseum pahlawan, menanati tata terti diaman saja kita.

Dengan cara demikian generasi muda dapat menumbuhkan kembali rasa semangat perjuangan pada pemuda sekarang, supaya kita bisa menciptakan Indonesia yang sejahtera dan damai. Semangat kepahlawanan hendaknya dapat diteladani dan diwujudkan dalam mengisi pembangunan agar bangsa dan negara ini bisa maju. Semangat membangun bangsa harus terus digelorakan agar dapat menjadi momentum untuk terus melestarikan dan mendayagunakan sikap dan perilaku para pahlawan kusuma bangsa. Yang pada dasarnya merupakan nilai budaya bangsa untuk membangun bangsa berdasarkan pancasila dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Semangat pahlawan terdahulu begitu menggebu – gebu, menghabisi para penjajah dengan satu tujuan yakni melepaskan rakyat Indonesia dari kepahitan kehidupan yang ratusan tahun tak kunjung usai. seorang pahlawan saat ini, tidak lagi harus bertumpah darah, tidak lagi harus pergi berperang melawan penjajah. Kepahlawanan dapat diwujudkan dengan sikap mau menjaga budaya, bahasa, dan Tanah-Airnya.. Nilai kepahlawanan harus berguna bagi masyarakat sekitarnya.

Menjadi seorang Guru bisa menjadi Pahlawan, karna ia adalah orang yang pertama berjasa melestarikan nilai nilai kepahlawanan kepada murid – muridnya. Menjadi pemuda juga bisa jadi pahlawan karena pemuda adalah mesin utama dalam pergerakan menuju perubahan yang lebih baik.

Masih Adakah Sosok Pahlawan??

Sebenarnya Pahlawan itu ada di hati kita, hidup dalam pikiran, jiwa dan semangat perjuangan kita, kapan pun dan sampai akhir masa. Pahlawan itu para pejuang di dalam kehidupan tanpa berpikir akan dinobatkan menjadi pahlawan atau bukan. Lantas, siapa pahlawan di hati kita? Adalah semua orang yang menginspirasi kita menjadi pejuang dengan ketulusan dan menanam berbagai kebaikan untuk membela kebenaran yang suci dan keadilan yang murni, meski mengorbankan segala yang kita punya.

Apa yang pantas kita tanam dalam kehidupan? Kecuali semangat kepahlawanan. Pesan bung karno kepada kita semua Jangan sekali-kali melupakan sejarah (”Jas merah”) yang sang proklamator bangsa Indonesia itu selalu menemukan relevansinya dalam mengenang jiwa dan semangat kepahlawanan, para pahlawan di hati kita. Jangan sekali-kali melupakan sejarah (”Jas merah’) berarti juga jangan lupa pada asal, lantaran ia berdimensi sosial dan ketuhanan.

Setiap kita memiliki para pahlawan di hati kita masing-masing, mereka adalah semua orang yang telah berjasa dan menanamkan berbagai budi kebaikan, berpeluh, berkeringat bahkan bersimbahkan darah. Mereka adalah para pejuang yang telah memberikan kita kemerdekaan sebagai suatu bangsa, mereka adalah orang-orang yang telah berjasa memerdekakan kita menjadi manusia yang mandiri, mereka adalah orang-orang yang telah memerdekakan kita dari kebodohan, kemiskinan, kesengsaraan, kesesatan dan kejahiliyahan.

Sehingga Pemimpin yang hebat selalu memberi contoh yang terbaik dibandingkan harus menghabiskan banyak energinya dengan berbicara, itulah alasan mengapa kita sangat membutuhkan pemimpin teladan dan menjadi sumber inspirasi rakyat – rakyatnya. Menjadi inspirasi juga tak harus menjadi pemimpin yang kuat secara fisik atau berkobar-kobar dalam berbicara.Selamat Hari pahlawan 10 November 2012, Semoga semangat kepahlawanan menjadi bagian dari setiap langkah-langkah kita. (*)

Penulis Adalah Wakabid Litbang dan Infokom DPC GMNI Pekanbaru Dan Mahasiswa PKn/FKIP/Universitas Riau

 Komentar

 Terbaru

Nasional18 Mei 2022 13:47
Soal UAS Ditolak Masuk Singapura, Abu Janda Bilang Pemerintah Jangan Bela
JAKARTA – Kali ini penggiat media sosial Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda kembali berkomentar terkait dengan kebijakan Singapura ya...
Hukum & Kriminal18 Mei 2022 11:28
Arfandi Tewas Setelah Ditangkap Polisi, Kabid Humas : Belum Ada Tersangka
MAKASSAR – Sebanyak enam orang oknum polisi masih diamankan pihak Propam Polda Sulsel terkait kematian Muh Arfandi (18), warga yang tewas usai d...
News17 Mei 2022 22:18
Mahasiswa Bima Gelar Aksi Solidaritas di Makassar
MAKASSAR – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bima dan Dompu (AMBD) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Flyover ...
Peristiwa17 Mei 2022 17:22
Empat Rumah di Jalan Sunu Makassar Terbakar
MAKASSAR – Sebanyak empat rumah di Jalan Sunu Lorong 1A, Kecamatan Tallo, Kota Makassar terbakar, Selasa (17/5/2022). Tidak ada korban jiwa dala...