Logo Lintasterkini

Bukan Begal, Kapolsek Barombong : Keduanya Masih Saksi Atas Laporan Pengroyokan

Maulana Karim
Maulana Karim

Jumat, 10 Desember 2021 15:46

Bukan Begal, Kapolsek Barombong : Keduanya Masih Saksi Atas Laporan Pengroyokan

GOWA – Terkait beredarnya kabar, dua terduga pelaku Begal dipulangkan Polsek Barombong untuk memancing pelaku lainnya, Kapolsek Barombong AKP Ahmadin mengatakan bahwa, keduanya terduga pelaku penganiyaan bukan pelaku begal, Jum’at (10/12/2021)

“Mereka bukan pelaku begal melainkan keduanya diperiksa karena diduga pelaku penganiyaan yang dilakukan lebih dari satu orang,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi Lintasterkini.com, IPTU Ahmadin mengungkapkan bahwa keduanya diperiksa lantaran sesuai hasil perkembangan kasus penyerangan oleh kelompok pemuda di Kecamatan Barombong.

“Pada tanggal 27 November korban ke Polsek bahwa dirinya telah mengalami pemukulan yang lebih dari satu orang,”ungkap.

Beranjak dari situlah, Pihak kepolisian Polsek Barombong langsung melakukan penyelidikan ada delapan terduga pelaku dan telah memeriksa saksi sebanyak 2 org dan 1 orang korban.

“Pada tanggal 02 Desember 2021 pukul 21.30 wita, Dua terduga pelaku tersebut diserahkan oleh pihak orang tuanya ke Polsek Barombong untuk dilakukan pemeriksaan,”terangnya.

 

Selain itu kedua terduga pelaku tersebut berinisial :1. AS, (16), Pelajar, Kampung Tamala’lang Timur Desa Tamanyelenh, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. 2 SA (14), Kampung Tamala’lang Timur Desa Tamanyelenh Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa.

“Kedua terduga pelaku saat itu diambil keterangan dengan status saksi dan tidak benar jika keduanya dikembalikan ke orang tua untuk memancing terduga pelaku lainnya untuk menyerahkan diri,”tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Barombong, IPTU Ahmadin mengungkapkan bahwa sesuai hasil pemeriksaan, kedua pelaku tidak terlibat dalam tindakan penganiayaan dan pengrusakan secara bersama-sama.

“Sesuai hasil keterangan keduanya, telah memberikan keterangan terkait jumlah dan identitas para terduga pelaku,”jelasnya.

Ahmadin juga menambahkan bahwa karena pihak orang tua menyerahkan kedua terduga pelaku selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

“Penyidik mengembalikan kedua terduga pelaku kepada orang tua dengan dilengkapi surat pernyataan,”tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rochman yang dikonfirmasi bahwa keduanya dipulangkan karena saat ini masih status saksi.

“Pelru kita ketahui bahwa untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka haruslah didapati bukti permulaan yang cukup yaitu paling sedikit 2 (dua) jenis alat bukti sesuai Pasal 184 KUHAP dan ditentukan melalui gelar pekara,”jelansya.

Ajun Komisaris Polisi ini juga menambahkan bahwa pihak kepolisian hanyan bisa menahan atau memeriksa hanya dalam jangka waktu 1 X 24 Jam.

“Kedua terduga atau yang saat ini masih status saksi dalam proses hukum masih wajib lapor dan bersedia hadir saat dibutuhkan oleh penyidik untuk dimintai keterangan tambahan,” pungkasnya.(*)

Penulis : Mul

 Komentar

 Terbaru

Nasional20 Februari 2024 23:54
Ini Harapan AMSI Terhadap Pengesahan Perpres Publishers Rights
JAKARTA – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 ...
News20 Februari 2024 22:56
Puncak Acara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidenreng Rappang, Forkopimda Kompak Hadir
SIDRAP – Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah, S.I.K.M.H bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sidrap Ny Siska Erwin Syah hadiri Puncak Acara Peringatan H...
Peristiwa20 Februari 2024 21:05
Mobil Bak Terbuka Kecelakaan di Gowa, 1 Tewas
GOWA – Lantaran berusaha menghindari kendaraan lain dari arah berlawanan, sebuah mobil bak terbuka yang mengangkut delapan penumpang masuk jurang se...
Hukum & Kriminal20 Februari 2024 20:29
Miris, Santri di Makassar Meregang Nyawa Dianiaya Temannya
MAKASSAR – Nasib malang menimpa AR (14), seorang santri di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Al Imam Ashim Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel)....