Logo Lintasterkini

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandani Paparkan Pengungkapan Bom Ikan dan Pembantaian Penyu, Barang Bukti Diperlihatkan di Hadapan Media

Muh Syukri
Muh Syukri

Rabu, 10 Desember 2025 13:32

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandani Paparkan Pengungkapan Bom Ikan dan Pembantaian Penyu, Barang Bukti Diperlihatkan di Hadapan Media
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandani Paparkan Pengungkapan Bom Ikan dan Pembantaian Penyu, Barang Bukti Diperlihatkan di Hadapan Media

MAKASSAR — Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengungkap deretan kasus destructive fishing dan pembantaian satwa dilindungi sepanjang 2025, dengan barang bukti dalam jumlah besar. Mulai dari ratusan botol bahan peledak hingga karung berisi potongan daging penyu, diperlihatkan langsung di hadapan media dalam konferensi pers di Ditpolairud Polda Sulsel, Rabu (10/12/2025).

Di hadapan meja utama, ratusan botol berisi bahan peledak, jeriken handak, detonator, kompresor, gulungan selang, hingga karung pupuk amonium nitrat tampak tersusun rapi. Polda Sulsel juga menampilkan karung-karung berisi potongan daging penyu hijau, barang bukti mencengangkan yang disita dari jaringan pembantai penyu di Takalar. Kehadiran barang bukti secara terbuka ini memperlihatkan skala kejahatan yang berhasil dibongkar.

Kapolda menjelaskan bahwa sepanjang Januari–November 2025, Ditpolairud Polda Sulsel mengungkap 14 kasus bom ikan dan 1 kasus penyembelahan penyu, dengan total 18 tersangka. Lokasi praktik ilegal tersebut tersebar di Makassar, Pangkep, Selayar, Bone, Sinjai, hingga Luwu.

“Pengungkapan ini menunjukkan konsistensi kami. Kejahatan seperti bom ikan dan perdagangan satwa dilindungi merusak masa depan laut kita. Penindakannya tidak akan berhenti,” tegas Irjen Pol Djuhandani.

Dalam kasus satwa dilindungi, polisi menyita 571 kg potongan daging penyu hijau dari 11 karung, yang menurut pengakuan tersangka berasal dari sekitar 150 ekor penyu. Para pelaku menangkap penyu menggunakan jaring khusus, memotongnya di atas kapal, mengawetkannya dengan garam, lalu memperdagangkannya.

Polda Sulsel juga menjelaskan jaringan pemasok detonator dari Malaysia serta jaringan lokal dari Pasuruan, Jawa Timur, yang memasok detonator rakitan untuk kebutuhan bom ikan. Tiga tersangka turut dihadirkan dalam konferensi pers tersebut, dikawal personel bersenjata.

Kapolda menegaskan bahwa Polda Sulsel memperkuat pengawasan laut dengan membentuk pos-pos pengawasan di wilayah pesisir. “Laut kita harus bebas dari bom ikan, perburuan penyu, dan seluruh bentuk kejahatan yang merusak ekosistem. Itu komitmen kami,” ujarnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

News24 Januari 2026 18:52
Pemprov Sulsel Dukung Grand Expo ACP CPU iPhone Android Championship PUSPINDO 2026, Perkuat Ekosistem Usaha Teknologi
MAKASSAR – Grand Expo ACP CPU iPhone Android Championship PUSPINDO Championship 2026 yang dirangkaikan dengan Silaturahmi Akbar ke-4 PUSPINDO di...
Ekonomi & Bisnis24 Januari 2026 16:24
Alumni Verso Barista Academy asal Kolaka Utara Tembus Karir di Jerman!
KOLAKA UTARA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putra daerah asal Kolaka Utara. Fahmi Ihsan Sabrun, pemuda berusia 22 tahun, berhasil m...
News24 Januari 2026 11:42
Penyerahan Black Box ATR 42-500 PK-THT, Gubernur Sulsel Apresiasi Kerja Tim
MAROS  – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyaksikan langsung penyerahan black box pesawat ATR 42-500 PK-THT dari Kepala Ba...
News24 Januari 2026 10:37
Ditregident Korlantas Perkuat Inovasi Digital 2026 Demi Pelayanan Publik Presisi Cepat Transparan Berkeadilan Nasional
JAKARTA  – Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat inovasi digital sebagai upaya ...