Logo Lintasterkini

Soal Kendaraan ODOL, Dirlantas Polda Sulsel Sebut Itu Masuk Kejahatan Lalulintas

Muh Syukri
Muh Syukri

Jumat, 11 Februari 2022 14:13

Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Faizal
Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Faizal

MAKASSAR – Masalah kendaran Over Dimensi dan Over Load (ODOL) masih menjadi persoalan di jalanan. Pasalnya, selain rawan menyebabkan kecelakaan, ODOL juga bisa menyebabkan kerusakan jalanan.

Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sulsel, Kombes Pol Faizal menyatakan dengan tegas bahwa kendaraan angkutan barang seperti truk yang melebihi kapasitas angkut dan dimensi alias ODOL merupakan kejahatan lalu lintas.

Seperti yang diketahui, saat ini, pihak kepolisian lalulintas jajaran Polda Sulsel, gencar melakukan langkah antisipasi gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas supaya tak ganggu para pengguna jalan lainnya.

“Mengoperasionalkan kendaraan ODOL merupakan pelanggaran lalu lintas yang bisa dipidana, dampaknya sangat luar biasa, seperti kecelakaan lalu lintas, perlambatan lalu lintas, sampai mempercepat kerusakan jalan,” kata mantan Dirlantas Polda Sultra ini, Jumat (11/2/2022).

Terkait dengan penindakan pelanggaran ODOL, Kombes Pol. Faizal mengakui belum langsung menerapkan tilang ke para pelaku ODOL karena masih dalam tahap sosialisasi atas kemungkinan dampak buruk yang terjadi.

“Sesuai Pasal 316 ( 2 ) Ketentuan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 273 , 275 ( 2 ) , Pasal 277, pasal 310 , 311 , dan Pasal 312 adalah Kejahatan,” ucap Kombes Pol. Faizal.

Lanjut Dirlantas Polda Sulsel, Soal ODOL pada Pasal 277 UU 22 2009, setiap orang yang memasukkan kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe, dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000.

Artinya, ke depan bakal penindakan tegas tidak ada lagi toleransi, teguran tidak ada. Kombes Pol Faizal pun mengingatkan para karoseri agar tidak main-main lagi dengan rancang bangun yang ada, dengan alasan permintaan dari perusahaan. (*)

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal16 Mei 2022 19:19
13 Kawanan Geng Motor di Makassar Dibekuk, Bawa Panah dan Parang
Sebanyak 13 orang yang diduga anggota geng motor di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diduga hendak melakukan tawuran diciduk aparat Polda Suls...
Hukum & Kriminal16 Mei 2022 18:40
Kasat Narkoba Sebut Arfandi Bandar, Kapolrestabes Makassar Bilang Bukan
MAKASSAR – Hanya berselang beberapa jam aparat Polrestabes Makassar kembali mengklarifikasi terkait pria bernama Muh Arfandi Ardiansyah (18) yan...
Peristiwa16 Mei 2022 18:13
Korban Lakalantas Ditemukan Meninggal di Dalam Got di Ma’rang, Pangkep
PANGKEP– Nasib malamg menimpa Amir, warga asal Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Ia ditemukan terbujur kaku dalam got pinggir ja...
News16 Mei 2022 07:49
40 Tahun Wafatnya Hadji Kalla dan Hj. Athirah, Masyarakat Mengenang Berbagai Keteladanan Beliau
Rangkaian acara haul ini diantaranya terdiri dari, khataman Quran, pembacaan Ayat Suci AlQuran, pembacaan surat yasin & tahlil, sambutan keluarga oleh...