Logo Lintasterkini

Oknum Polisi AKBP M Jalani Sidang Kode Etik, Tetap Bantah Lakukan Rudapaksa

Herwin Bahar
Herwin Bahar

Jumat, 11 Maret 2022 19:04

AKBP M, perwira Polda Sulsel yang menjadi tersangka kasus dugaan pemerkosaan anak di bawah umur saat mengikuti sidang kode etik yang digelar Propam Polda Sulsel. (Foto: iNews/Wahyu Ruslan)
AKBP M, perwira Polda Sulsel yang menjadi tersangka kasus dugaan pemerkosaan anak di bawah umur saat mengikuti sidang kode etik yang digelar Propam Polda Sulsel. (Foto: iNews/Wahyu Ruslan)

MAKASSAR – Oknum Perwira AKBP M yang diduga terlibat kasus dugaan pemerkosaan anak di bawah umur IS (13), menjalani sidang kode etik di Mapolda Sulsel, Jumat (11/3/2022).

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi Koerniawan menjelaskan, sidang dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam menyelesaikan kasus oknum tersebut. Di dalam sidang tersebut AKBP M membantah semua tuduhan pemerkosaan.

“Yang bersangkutan membantah telah melakukan pemerkosaan. Meski ada barang bukti yang kami temukan berupa tisu, alat kontrasepsi yang sisa, “ ujar Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi Koerniawan.

Dikutip dari inews.com, pihak Propam Polda yakin bahwa hal tersebut benar-benar dilakukan perwira polisi yang bertugas di Ditpolairud Polda Sulsel. Bahkan menurutnya pimpinan sidang kode etik sudah mencoba untuk mengetuk hati AKBP M agar mengakui perbuatannya.

“Meskipun sudah diketuk hatinya oleh pimpinan sidang untuk akui saja, tapi yang bersangkutan tetap tidak mengakui perbuatannya. Kami sebagai pernuntut yakin terjadi periode Oktober sampai dengan akhir Februari,” ungkapnya.

Meski tak mengakui perbutannya, AKBP M diputus bersalah dan direkomendasikan untuk dipecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

“Pimpinan sidang mengetuk palu bahwa yang bersangkutan dinyatakan terbukti dengan sanksi administrasinya diberhentikan tidak dengan hormat,” kata Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi Koerniawan.

Namun, AKBP M mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Benar yang bersangkutan mengajukan banding. Ini akan kami sidangkan setelah yang bersangkutan mengajukan memori bandingnya,” ujarnya.

Aksi bejat ini dilakukan M di rumahnya, di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Modusnya adalah mengajak korban berinisial IS yang masih duduk di bangku SMP menjadi asisten rumah tangga di rumah pelaku.

Percobaan pemerkosaan pertama kali tak berhasil dilakukan. Kemudian pelaku diduga berjanji akan membiayai pendidikan dan memberikan fasilitas ke keluarga korban.

Kejadian ini terungkap saat IS ingin pergi merantau ke Samarinda Kalimantan Timur. Korban membeberkan alasan merantau kepada keluarganya sehingga terungkap kasus pemerkosaan tersebut. (*)

 Komentar

 Terbaru

News04 Desember 2022 13:42
Ari Ashari Ilham Sebut Persoalan Krusial di Makassar Adakah Banjir
MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham menilai permasalahan paling krusial yang dihadapi masyarakat Kota Makassar saat ini adal...
News03 Desember 2022 15:23
Supratman Banyak Menerima Kelurahan Soal Infrastruktur
MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Supratman kembali menyapa warga saat Reses Pertama Masa Persidangan Pertama Masa Sidang 2022-2023, Jl Pan...
News03 Desember 2022 13:14
Matching Fund 2022 Sukses Dilaksanakan di Desa Bontominasa
BULUKUMBA – Desa Bontominasa, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba terpilih menjadi mitra pada kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim dari 2 Un...
Hukum & Kriminal02 Desember 2022 20:24
Polsek Cempa Pinrang Ringkus Pelaku Pencurian Di Acara Hajatan Pengantin, Ternyata Melibatkan ‘Orang Dalam’
PINRANG — Janji Kapolsek Cempa Polres Pinrang, Iptu Yudi Harsono untuk segera mengungkap kasus pencurian di acara hajatan pengantin yang terjadi...