Logo Lintasterkini

Semarak HUT ke-76 RI di Makassar, Lomba untuk Hilangkan Kejenuhan Belajar Daring

Andi Nur Isman
Andi Nur Isman

Rabu, 11 Agustus 2021 20:36

Semarak HUT ke-76 RI dirayakan warga di Jalan Batua Raya, RW 07, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Rabu (11/8/2021).(Foto: Andi Nur Isman)
Semarak HUT ke-76 RI dirayakan warga di Jalan Batua Raya, RW 07, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Rabu (11/8/2021).(Foto: Andi Nur Isman)

MAKASSAR — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia (RI) tahun ini tak pudar. Masyarakat tetap merayakannya meski tak sesemarak tahun-tahun sebelumnya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19, perayaan HUT RI memang cenderung berbeda. Akan tetapi, hal ini tak mengikis semangat masyarakat. Berbagai lomba tetap digelar, namun tak lupa dengan protokol kesehatan (prokes).

Salah satunya yang dilakukan warga Jalan Batua Raya, RW 07, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Mereka sudah melaksanakan beragam perlombaan sejak Minggu (8/8/2021).

Beberapa lomba yang digelar di antaranya; joget balon, lari kelereng, tusuk paku dalam botol, makan kerupuk, serta ambil karet pakai sedotan, joget TikTok, karaoke, dan futsal.

Selain itu, juga ada lomba-lomba yang bersifat religius. Seperti lomba hafalan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan lomba azan.

Panitia pelaksana, Abdul Wahid menerangkan, perayaan HUT ke-76 RI ini dilakukan sebagai bentuk hiburan terhadap anak-anak yang jenuh terhadap aktivitas kuliah dalam jaringan (daring).

Kegiatan ini juga, kata dia, sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa para pendahulu. Khususnya mereka yang memperjuangkan kemerdekaan di Indonesia.

“Selama pandemi anak-anak cenderung beraktivitas di dalam rumah. Nah inilah yang ingin kita lepaskan kejenuhannya. Tapi karena ini pandemi, maka kita laksanakan dengan protokol kesehatan,” kata dia, saat ditemui pada Rabu (11/8/2021).

Wahid mengungkapkan, pihaknya sudah merancang regulasi selama kegiatan dilaksanan. Misalnya saja, panitia hingga peserta diwajibkan menggunakan masker selama kegiatan berlangsung.

“Panitia wajib gunakan masker. Peserta juga begitu. Kecuali kalau peserta ikut lomba yang mengharuskan mereka melepas masker dulu, seperti lari kelereng. Setelah itu dipakai lagi,” ungkapnya.

Perlombaan ini, lanjut Wahid, digelar di setiap Rukun Tetangga (RT). Mereka yang menang, lalu dipertandingkan pada babak final di lokasi tuan rumah untuk menentukan pemenang tingkat Rukun Warga (RW).

“Model seperti ini kita lakukan untuk menghindari kerumunan. Jadi yang nonton itu lebih terorganisir. Sehingga saat final, tidak terlalu banyak massa,” tuturnya.

Wahid menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan jiwa nasionalisme masyarakat. Khususnya bagi anak-anak. Sehingga semangat kemerdekaan mereka mulai tertanam sejak dini.

“Kita melibatkan anak-anak muda dari setiap RT untuk menjadi panitia. Ini adalah kerja sukarela. Dana kita kumpulkan dari donasi-donasi warga dan beberapa donatur lainnya,” pungkas Wahid.(*)

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal18 September 2021 09:22
Tiga Tersangka Arisan Online, Korbannya 300 Orang
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, mengatakan, ketiganya sudah diamankan dan ditahan di Mapolrestabes Makassar untuk pem...
Peristiwa18 September 2021 08:57
Rumah Sekaligus Bengkel Terbakar di Paccerakkang, Kerugian Capai Rp 200 Juta
Satu unit rumah yang juga merupakan bengkel hangus terbakar di BTN Mangga Tiga, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Jumat (17/9/...
News17 September 2021 19:23
Ini Harapan Ketua PMI Makassar di HUT PMI Ke-76 Tahun
MAKASSAR – Memperingati hari palang merah Indonesia (PMI) ke-76, PMI Makassar mengikuti upacara bersama PMI pusat yang dilaksanakan secara virtu...
Nasional17 September 2021 16:57
Kompolnas Dorong Polri Terapkan Layanan Berbasis Online di Bidang Lalu Lintas
MAKASSAR– Demi memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan polisi Lalu Lintas secara online, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendorong ...