Logo Lintasterkini

Wow, Kosmetik Ilegal Ini Ternyata Beromzet Milliaran Rupiah

Maulana Karim
Maulana Karim

Selasa, 12 Januari 2021 22:25

Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriyadi saat merilis kasus tersebut di Aula Polrestabes Makassar.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriyadi saat merilis kasus tersebut di Aula Polrestabes Makassar.

MAKASSAR – Polrestabes Makassar merilis kasus kosmetik kecantikan tanpa surat izin edar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Aula Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani No 9 Makassar, Selasa (12/01/2021).

Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriyadi Idrus saat merilis pengungkapan kasus kosmetik Maloloy didampingi oleh pihak Unit Tipidter Polrestabes Makassar.

Mantan Kapolsek Rappocini ini menyebut, omzetnya hingga miliaran rupiah. Dia juga mengemukakan bahwa kosmetik ilegal ini diedarkan di Kota Makassar hingga Lampung dan NTT.

Sesuai hasil penyidikan Polrestabes Makassar melalui Satuan Reskrim Polrestabes Makassar pihaknya menetapkan dua orang jadi tersangka yakni, Supardi dan Rita.

“Ada lima orang yang diamankan. Tapi dari hasil gelar perkara, dua orang ditetapkan tersangka. Sementara yang lain, masih sebagai saksi,” kata Kompol Supriyadi saat jumpa pers, Selasa 12 Januari 2021.

Menurut Supriyadi, keduanya ini merupakan pemilik atau owner kosmetik bermerek Maloloy. Keduanya telah menjalankan bisnis terlarangnya, selama dua tahun terakhir ini.

Tidak tanggung-tanggung, kosmetik tanpa izin edar BPOM ini dijual hingga diluar pulau Sulawesi Selatan.

“Mereka edarkan di Makassar hingga NTT, Lampung dan beberapa wilayah lainnya di luar pulau Sulawesi,” terangnya.

Dihadapan sejumlah awak media, Kompol Supriyadi mengatakan bahwa kosmetik Maloloy ini dijual dengan seharga Rp130 perpaket. Sedangkan sesuai keterangan dari keduanya mengatakan bahwa, kosmetik ini masuk di Kota Makassar sebanyak 17 ribu paket.

Hanya saja, 15 ribu paket dikabarkan sudah berhasil tersebar di beberapa daerah. Dan petugas hanya berhasil menggagalkan dua ribu paket.

“Omzetnya hingga miliaran rupiah. Karena setiap paketnya dijual Rp130 ribu. Infonya, barang yang masuk ke Kota Makassar, sudah mencapai 17 ribu paket,” ungkap Kompol Supriyadi.

Atas perbuatannya, keduanya disangkakan pasal 196, 197 undang-undang kesehatan nomor 36 tahun 2009 dan pasal 55, 56 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana hingga 15 tahun penjara.

“Kami masih terus kembangkan kasus ini, dengan memeriksa tersangka secara intens. Karena tak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” tegasnya.

 Komentar

 Terbaru

News20 September 2021 14:25
Kapolda Sulsel Tinjau Vaksinasi di SMAN 11 Makassar
Vaksinasi yang dilaksanakan ini berjalan dengan lancar dengan menargetnya sekira 1.600 vaksinasi kepada siswa gabungan dari beberapa sekolah. "Beberap...
Hukum & Kriminal20 September 2021 11:55
Hanya Gegara Korek, Oknum RT Aniaya Mahasiswa dan Sekretariatnya
Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Ahmad Rizal mengatakan, kejadiannya berawal dari pelaku datang menemui korban meminta korek. Namun karena pada sa...
News20 September 2021 00:04
Perda Kepemudaan Lahirkan Pemuda yang Beriman
“Jadi tujuan perda ini, pemerintah ingin membentuk pemuda yang tangguh dengan katakteristik religius, berkreasi atau berinovasi,” jelas Budi Hastu...
News19 September 2021 22:18
Kebakaran di Jalan Haji Kalla 2 Makassar, Sejumlah IRT Sempat Histeris
Kebakaran terjadi di Jalan Haji Kalla 2, Campagayya Kelurahan Panaikang Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Minggu (19/9/2021) sekira pukul 19.13 wi...